Ultimate magazine theme for WordPress.

Pintar Memilih Informasi di Ruang Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kab. Muara Enim yang digelar Selasa (26/10)(BP/IST)

Palembang, BP-Banyaknya informasi di dunia maya membuat kita harus pintar memilih informasi yang benar dan akurat. Bagaimana kita memilah informasi di dunia digital?

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kab. Muara Enim yang digelar Selasa (26/10) kali ini mengangkat tema tentang “Pilah Pilih Informasi di Ruang Digital” yang berlangsung selama lebih kurang tiga jam yaitu pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 .

Webinar kali ini dengan menghadirkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru yang dengan bersemangat mengajak masyarakat Sumsel khususnya memanfaatkan ruang Webinar Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Muaraenim ini sebagai wahana memperkaya diri di dunia digital. “Cakap digital sangat diperlukan di era digital saat ini supaya senantiasa aman dan nyaman berinteraksi di dunia digital. Manfaatkan momen webinar ini sebagai sarana memperkaya pengetahuan di dunia digital. Ikuti terus kegiatan ini karena sangat besar manfaatnya,” ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan webinar kali ini antara lain Dr.Bambang Sadono,S.H, M.H (Dosen Program Magister Ilmu Hukum USM), M.Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID), Betty Marlina (Duta Rumah Belajar Sumsel 2019 / Guru SDN 12 Tanah Abang) dan Komang Kertayana (Penggiat Literasi).

Sahira Zahra sebagai moderator kali ini cukup piawai membuat suasana webinar menjadi sangat menarik. Terbukti, sebanyak 1.258 peserta gabung dalam kegiatan webinar kali ini. Tak lupa, Mas Tommy yang juga dengan kecakapan bermain kata dan rangkaian kalimat karena eksistensi dirinya sudah tak diragukan lagi sebagai moderator dan presenter @tomrist_ (Moderator Debat Capres-Cawapres 2019) membuat suasana menjadi sangat menarik.

Komang Kertayana (Penggiat Literasi) yang menjadi narasumber kali ini membawakan materi tentang Pilah Pilih Informasi di Ruang Digital Bersama Lawan Hoax.

Di awal pemaparan Komang memberikan beberapa pengetahuan di antaranya gangguan informasi yang terjadi di antaranya misinformasi yaitu Informasi yang tidak benar. Namun, orang yang menyebarkannya percaya bahwa informasi tersebut adalah benar tanpa bermaksud membahayakan orang lain. Selanjutnya disinformasi, yaitu Informasi yang tidak benar dan orang yang menyebarkannya juga tahu bahwa informasi itu tidak benar.

“Malinformasi adalah Sepenggal informasi benar namun digunakan dengan niat untuk merugikan seseorang atau kelompok tertentu,” ujar Komang.

Baca Juga:  Cerdas Jualan Online di Media Sosial

Selanjutnya literasi media disebutkan Komang sebagai Kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi (Gerakan Literasi Nasional).

Sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. (Modul Literasi Digital) atau Kemampuan individu dalam mengenali kapan media digital dibutuhkan dan memiliki kemampuan dalam mengakses, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan media digital untuk mengatasi masalah.

Terkait dengan hoaks, Komang juga memaparkan beberapa hal di antaranya tentang konsep, kekeliruan konsep, hoax, literasi dan pendidikan di Indonesia. Selanjutnya langkah jangka pendek dan menengah mengatasi hoax serta langkah jangka panjang mengatasi hoax.

Betty Marlina (Duta Rumah Belajar Sumsel 2019 / Guru SDN 12 Tanah Abang yang meski masih dalam usia muda namun cukup menarik dalam menyajikan materi. Ibu guru ini memaparkan banyak hal di antaranya tentang virtual sosial, virtual reality yang disebutkannya langsung bersentuhan dengan kita.

“Sesuai dengan etika berliterasi digital, strategis dengan memanfaatkan media sosial dengan berpikir sesuai moto saya yaitu Berpikir Dua Kali Sebelum Berbagi”. Jadi segala tindakan itu dipikirkan dulu sebelum kita mengshare atau berbagi dengan orang lain di dunia digital,” ujar Betty.

Narsum juga mengingatkan bahwa sosial media bukanlah tempat pamer mencari perhatian dengan cara dengan segala cara apalagi hingga menyebabkan kerusuhan hanya demi apresiasi digital seseorang dengan kecakapan digital dan etiket paham dan berfokus pada produktivitas demi memberikan dampak positif dan manfaat. “Kita adalah mahluk Tuhan yang sesuai kodrat memiliki perasaan sehingga apabila kita memberikan respon yang positif kepada orang lain tentunya akan membuat orang tersebut juga berpikir positif.

“Jadi tak usah ragu lagi untuk memberikan komentar positif atau memberi saran dan apresiasi misalnya memberi like. Ini sebagai apresiasi kita dengan yang memberi konten positif tadi,” kata Narsum ini yang juga memberikan saran beberapa hal seperti jangan menjiplak atau plagiat, jangan memasukan unsur bohong dan beberapa hal positif lainnya.

Dr.Bambang Sadono,S.H, M.H (Dosen Program Magister Ilmu Hukum USM) dan M.Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID) yang menjadi narasumber kali ini juga memberikan pemaparan tentang banyak hal di antaranya pengetahuan teknis tentang dunia digital, hal-hal yang perlu dilakukan dan yang perlu dihindari. Selama masing-masing 20 menit, kedua narasumber ini berbagi ilmu dan pengetahuan dengan kapasitas masing-masing.

Baca Juga:  Jangan Mudah Percaya dengan Informasi Hoaks

Dr Bambang Sadono, SH MH misalnya, sebagai seorang dosen di perguruan tinggi dengan spesialis ilmu hukum dirinya berbagi hal yang dikaitkan dengan aktivitas berselancar di dunia digital namun tetap dengan mematuhi aturan hukum yang ada.

“Jeratan Undang Undang ITE itu pasti. Jadi adalah hal yang sangat bijak ketika berselancar di dunia digital dengan tetap mengedepankan rambu-rambu yang ada supaya tidak melanggar hukum. Sanksi hukum sudah jelas pasti diterima jika melanggarnya,” kata Bambang.

Dengan kecanggihan teknologi saat ini masyarakat dihadapkan pada banyaknya informasi yang beredar dan peredarannya sangat cepat namun kemudahan itu membawa perubahan kondisi di bidang ideologi politik ekonomi sosial budaya pertahanan dan keamanan yang perlu digarisbawahi adalah bila literasi digital rendah akan terjadi hoax, radikalisme, penipuan pornografi, perundungan, prostitusi, judi, Sara, dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Selanjutnya ada tiga aspek penting dalam membangun budaya digital yaitu partisipasi Bagaimana masyarakat berpartisipasi memberikan kontribusi untuk tujuan bersama. Selanjutnya remedial, remedial atau Bagaimana mengubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat ketiga atau bagaimana memanfaatkan hal-hal yang sudah ada.

Narasumber juga mengingatkan bahwa sosial media bukanlah tempat pamer mencari perhatian dengan cara dengan segala cara apalagi hingga menyebabkan kerusuhan hanya demi apresiasi digital seseorang dengan kecakapan digital dan etiket paham dan berfokus pada produktivitas demi memberikan dampak positif dan manfaat bagi orang banyak.

Begitu pula dengan M Muhaimin, SIP, MA yang juga selama lebih kurang 20 menit memaparkan materi seputar dunia digital. Sebagai salah seorang yang sangat berpengaruh di perusahaan, CEO Nextup ID dirinya berbagi pengalaman pada kesempatan ini. Tak lupa beberapa tips diberikannya kepada para peserta webinar yang bisa dijadikan tambahan ilmu bagi sebagian besar generasi bangsa yang mengikuti webinar kali ini. Ada 10 kompetensi digital di antaranya mengakses menyeleksi memahami menganalisa memverifikasi mengevaluasi mendistribusikan memproduksi berpartisipasi dan kolaborasi.

Baca Juga:  Cerdas dan Pintar di Dunia Digital

 

Selanjutnya ada 8 etika dalam bermedia sosial di antaranya 1 berhati-hati dalam menyebarkan Informasi pribadi ke publik 2 menggunakan etika atau norma Saat berinteraksi 3 hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal empat pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung unsur Sara 5 memanfaatkan media sosial untuk membangun jaringan atau relasi 6 pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah 7 jangan mengunggah apapun yang belum jelas sumbernya 8 manfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri.

Webinar menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Gubernur Sumsel H Herman Deru yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1258 orang peserta dari pelajar dan mahasiswa. “Alhamdulilah, peserta kali ini lebih dari 1000 peserta, tepatnya 1.258 peserta dari berbagai kalangan. Terima kasih atas partisipasi para peserta, narasumber dan terkhusus kepada Pak Gubernur Sumsel yang sudah mensupport kegiatan kami ini,” kata Suryati.

Webinar selanjutnya akan digelar Rabu 27 Oktober 2021 pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 dengan tema “Menjadi Penggun Internet yang Beradab” dengan narasumber Narasumber Dr. Kiman Siregar, S.TP., M.Si., IPU (Dosen USK & Praktisi Bisnis UMKM IKM), Dr. Lisa Adhrianti, M.Si (Dosen Unib, Japelidi), Irfani, S.Pd., M.Si. (Wakil Humas SMP Negeri 7 Palembang) dan Budiman S.H (Guru SMA Pembina Palembang).

Pendaftaran melalui tautan:https://s.id/lidigpalembang27oktober, Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/4685100939.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...