Ultimate magazine theme for WordPress.

Sengketa Masih Bergulir, Pemkot Tetap Berencana Bangun Islamic Center di Pulau Kemaro

Wali Kota Palembang Harnojoyo saat diwawancarai di Rumah Dinasnya, Selasa (26/10). (BP/Ric)

Palembang, BP – Sengketa Pulau Kemaro antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan Zuriat Kiai Marogan yang masih bergulir tidak menyurutkan rencana Pemkot untuk membangun Islamic Center di lokasi Pulai Kemaro.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Zuriat Kiai Marogan yang kemarin menyampaikan gugatannya untuk memanfaatkan pulau kemaro.

Hal itu diungkapkan Harnojoyo saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (26/10).

Baca Juga:  Dua RW di Plaju Palembang Raih Penghargaan ProKlim 2021, Harnojoyo: Jadi Motivasi Kelurahan Lainnya

“Saat ini sedang dibangun tanggul oleh dana Provinsi. Karena tanggul tersebut tidak ada kaitan dengan sengketa lahan karena memang kewenangan wilayah balai, kita akan berkoordinasi dengan balai. Kalo itu memang nantinya terbukti secara hukum gugatan pihak Kiai Marogan maka kita berarti salah,” ujarnya kepada Berita Pagi, Selasa (26/10).

Harnojoyo juga mengungkapkan bahwa dirinya kemarin sudah berpesan kepada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru tentang rencananya untuk membangun Islamic Center di lokasi Pulai Kemaro.

Baca Juga:  Kemkominfo RI dan Pemkot Palembang Gelar Webinar Gratis dan Berhadiah

“Kita butuhkan kurang lebih lahan 4 hektar, kami juga sudah koordinasikan dengan pak Gubernur. Kalo lahannya sudah clear, pak Gubernur siap menganggarkan untuk pembangunan Islamic Center di lokasi pulau kemarau,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa pembangunan Islamic Center di Pulau Kemaro tersebut dinilai sangat tepat karena Pulau Kemaro sendiri sudah menjadi icon Kota Palembang di samping lokasinya cukup strategis.

Baca Juga:  Tempoyak-Tanjak Bawa Palembang Terima Penghargaan Warisan Budaya

“Pada prinsipnya itu lahannyakan cukup strategis sudah menjadi icon dengan Islamic Center itu berarti kan disitu ada pagoda bisa dikatakan Pancasilalah,” tukas Harnojoyo. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...