Ultimate magazine theme for WordPress.

Mari Jaga Privasi Bersama di Dunia Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang memberikan pencerahan tentang itu. Webinar yang diselenggarakan Senin (25/10)(BP/IST)

Palembang, BP- Keamanan data pribadi pengguna aplikasi digital , perlu dijaga karena sering menjadi masalah. Karena itu mari jaga privasi bersama di dunia digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI melalui Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang memberikan pencerahan tentang itu. Webinar yang diselenggarakan Senin (25/10) mengangkat tema “Menjaga Privasi Bersama di Dunia Digital” yang menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Fara Shaliza (Dosen dan Penyuluh Pertanian), Astri Dwi Andriani, S.I.Kom., M.I.Kom. (Dekan Fakultas Komunikasi dan Penggiat Media Digital), Prof. Maya Panorama, SE., M.Si., Ph.D. (Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang) dan Nadia Waty S.T (Kepala Program SMK Migas PEMBINA 2 Palembang).

Selama lebih kurang tiga jam dipandu moderator Rupiana, webinar berlangsung dengan diikuti sebanyak 709 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, guru, mahasiswa, dosen dan dari kalangan umum.

Key Opinion Leader, Wahyu Wiwoho pun dengan kepiawaian dirinya sebagai presenter televisi swasta di Indonesia @wahyuwiwoho (Senior Anchor Metro TV) kali ini juga berbagi tips dan pengalaman.
Fara Shaliza (Dosen dan Penyuluh Pertanian) yang kali ini menjadi narasumber pertama berbagi tips kepada para peserta webinar. Selama lebih kurang 20 menit, Fara Shaliza memaparkan tentang Keamanan Digital. “Data pribadi harus dilindungi karena ancaman selalu datang di dunia digital. Mengapa harus dilindungi karena untuk menghindari hacker yang mengambil data kita. Criminal aktivity atau kejahatan kriminal. Selanjutnya kasus kebocoran bisa dihindari dengan menggunakan pasword yang sudah diproteksi dengan kode-kode tertentu sehingga sulit dibuka. Saran saya bermedia sosial yang banyak maka harus pula dibarengi dengan banyaknya pasword dengan sandi berbeda. Penggunaan pelindung data diri dengan protek hacker tidak bisa melihat data- data pribadi kita.

Baca Juga:  Tingkat Kecakapan Digital, Modal Bangkit dari Pandemi

Jangan menggunakan free wifi karena siapa pun dapat mengintip data pribadi anda,” ujar Fara.
Selanjutnya, narasumber kedua, Astri Dwi Andriani, S.I.Kom., M.I.Kom. (Dekan Fakultas Komunikasi dan Penggiat Media Digital). Pada kesempatan ini, Astri dengan pengalaman sebagai pengiat media digital berbagi tips. Salah satu tips yang dibagikannya adalah tindakan yang harus diambil ketika sudah telanjur ke ranah hukum dalam seteru di media sosial. “Jika kita sebagai korban maka jangan segan untuk melaporkan ke pihak berwajib karena akan menjadi shock therapy bagi si pelaku,” ujar Astri.

Prof. Maya Panorama, SE., M.Si., Ph.D. (Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang) yang juga menyajikan materi selama lebih kurang 20 menit pada kesempatan ini juga berbagi ilmu dan tips. Maya yang memaparkan tentang budaya digital kali ini juga memaparkan tentang dampaknya. Misalnya dampak negatif yang disebutkan Maya di antaranya penggunaan medsos menjadikan seseorang menyendiri dan kurang percaya diri.

Dari sisi lain, terjadinya peleburan ruang privasi ke ruang publik di medsos, peretasan dan hoaks, cyber bullying dan hate. “Sebaliknya, dampak positif antara lain Konektivitas, Informasi, Kemudahan/ praktis, Setiap orang memiliki kebebasan untuk berkreativitas terhadap teks sehingga timbul masalah Hak Cipta, Tidak ada Batasan georgrafis, dan Cashless and paperless society,” ujarnya.

Nadia Waty S.T (Kepala Program SMK Migas PEMBINA 2 Palembang) sebagai narasumber terakhir pada kesempatan ini memaparkan makala berjudul “Cara Menjaga Privasi di Dunia Digital”, salah seorang narasumber webinar Nadia Waty menjelaskan, masyarakat kini sudah bermigrasi ke dunia digital. Mayoritas penggunanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. “Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 95,1% pengguna internet menginstal aplikasi media sosial pada gawainya,” kata  Nadia.

Baca Juga:  Literasi Digital Kunci Transformasi Tehnologi Menuju Masyarakat Digital

Media sosial (medsos) kini menjadi hal yang marak digunakan. Berbagai aplikasi dapat memberikan dampak negatif dan positif. Melalui medsos pula, dunia terasa dekat dan informasi cepat diperoleh. Namun sambung Nadia, kemajuan teknologi dengan berbagai aplikasi itu menjadikan kejahatan mengintai. Pengguna aplikasi tidak menyadari jika data yang terdapat pada medsos dapat berbahaya jika disalahgunakan. “Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, sayangnya banyak yang tidak menyadari pentingnya perlindungan data pribadi,” ungkap Nadia.

Dia menambahkan, di tengah dunia digital ini, segala data dapat diakses melalui medsos. Pengguna perlu menyadari pentingnya menjaga privasi data. Salah satu cara melindungi privasi dengan menggunakan nama, email, alamat bahkan nomor telepon pada akun medsos yang disamarkan. Hal tersebut sangat penting agar tidak terjadi kebocoran data,” urainya.

Masih menurut Nadia, berbagai pelanggaran privasi yang marak dijumpai seperti kebocoran data, cyber-stalking, mengambil dan mengunggah foto ataupun video tanpa izin, serta mengabaikan hak cipta.

Cerdas dalam memilih bahan unggahan, hidupkan tradisi literasi digital, dan amankan data pribadi menjadi hal yang harus dilakukan oleh pengguna medsos. Jangan sampai data yang kita unggah malah menjadi malapetaka pada diri sendiri. Sampai sekarang ini sudah banyak modus kejahatan di medsos.

Baca Juga:  Gunakan Ruang Sosmed Kamu Lebih Bijak dan Cerdas

“Jika hanya untuk bersenang-senang saja, jangan polos memberikan data pribadi. Amankan data pribadi dan rutin mengganti sandi akun yang berbeda-beda menjadi salah satu hal yang penting dilakukan dalam menjaga privasi pada pusaran teknologi,” pungkas Nadia di sesi akhir pemaparan materi.

Webinar menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

 

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 709 orang peserta dari pelajar dan mahasiswa.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Selasa (26/10) dengan tema “Hidup Pintar di Tengah Dunia Digital” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Rachmat Aditiya (CEO Arkana Solusi Digital), Koharudin ST (Kepala Seksi Layanan Hubungan Media), Dr Atrika Iriani MSi (Dosen STISIPOL Candradimuka Palembang), dan Tony Sidabutar MPd (Kepala SMP Negeri 10 Palembang).#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...