Ultimate magazine theme for WordPress.

Pinjaman Online, Atasi Masalah dengan Masalah

Oleh Kemas Khoirul Mukhlis, Pemimpin Umum Berita Pagi

Kemas Khoirul Mukhlis. (BP/IST)

Jika slogan Pegadaian, Atasi Masalah Tanpa Masalah maka ini seakan tak berlaku untuk sebagian pinjaman online yang banyak

menjerat masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah. Dengan iming-iming proses cepat dan berbunga ringan, banyak yang tergiur mencoba mencari solusi kebutuhannya dengan menarik pinjaman melalui beberapa aplikasi tersebut.
Sebut saja Bu Siti (nama samaran), seorang Ibu Rumah Tangga berusia sekitar 36 tahun yang berdomisili di kawasan padat penduduk di Seberang Ulu Palembang.
Berawal dari SMS yang masuk ke telepon selular miliknya menawarkan pinjaman online dengan bahasa promo menggiurkan.
“Ya saat itu saya sebenarnya tak begitu perlu uang pinjaman, tetapi dalam hati iseng saja sehingga mencoba mengklik link yang
disematkan dalam SMS tersebut,” tutur Siti kepada Berita Pagi. Beberapa langkah yang
diminta setelah mengklik link tadi dituruti
Siti. Mulai dari mengunduh foto KTP, juga dirinya diminta berselfie di depan kamera sampai selanjutnya dia diminta mengirimkan
rekening bank. Semua dilalui Siti, yang
pastinya di awal hanya sekedar iseng dan coba-coba saja.
Sampai pada akhirnya dia diminta untuk memilih berapa nominal pinjaman yang
diajukan. Siti memilih pinjaman awal sebesar Rp 2 juta.
Lantas kemudian melalui
aplikasi ibu 2 anak ini mendapat pemberitahuan melalui aplikasi kalau hanya disetujui Rp 1 juta saja. Dia diminta untuk mengklik setuju atau tidak. Lantas, diklik setuju. “Saya pikir waktu itu, hanya coba saja dapat syukur tak dapat juga tak mengapa.
Akhirnya di rekening yang diberikannya uang masuk sejumlah Rp 780 ribu,” tambahnya.
Rupanya setelah ada potongan administrasi dan lainlain, Siti hanya menerima tak sampai Rp 800 ribu saja. Dan dia berkewajiban mengembalikan Rp. 1.210.000,- selama dua kali angsuran masing-masing 14 hari.
Kemudian Siti seakan baru tersadar jika biaya bunga dan lain yang harus dia bayarkan sangat besar. Bayangkan saja,
pinjaman Rp. 780 ribu yang diterima harus dibayar sampai Rp. 1.210.000,- Jumlah bunga atau mungkin disebut istilah lain biaya administrasi sejumlah Rp 430 ribu, lebih 50% dari jumlah pinjaman.
Untung saja Siti cepat tersadar sehingga dia segera melunasi pinjamannya tersebut dan diakuinya kapok berusan dengan pinjaman
online yang bisa menjerat siapa saja tersebut.
Apalagi para debt collector pinjol sering bertindak kasar dalam penagihan bah￾kan mengancam dan sampai mempermalukan mereka yang belum mampu membayar.
Sekarang di banyak tempat aparat sudah melakukan razia kantor pinjaman online terutama yang tidak terdaftar OJK.
Beberapa operator sudah ditangkapi aparat, bahkan sampai Menko Polhukam Mahfud
MD angkat suara terkait pinjol illegal yang sudah meresahkan masyarakat. Mahfud MD menyatakan, para pelaku tersebut akan
dikenakan ancaman hukuman atas tindakan pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan, UU ITE, dan perlindungan konsumen. “Kita
juga tadi menyinggung kemungkinan penggunaan Pasal 368 KUH Pidana
yaitu pemerasan. Lalu ada Pasal 335 KUH Pidana tentang perbuatan tidak menyenangkan yang bisa dipakai.
Kemudian, Undang-undang Perlindungan Konsumen, UU ITE Pasal 29 dan Pasal 32 ayat 2 dan ayat 3,” kata dia kepada wartawan secara virtual, Selasa (19/10).

Baca Juga:  Mengakhiri Keterbelakangan di Abad Kepalsuan

Tak sedikit korban Pinjol berakhir tragis. Seorang ibu rumah tangga, WI (33 tahun) nekat bunuh diri beberapa waktu lalu. WI diduga tak mampu melunasi utangnya sekaligus tak kuat diteror penagih pinjol.
WI ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya di Kecamatan Giriwoyo,
Kabupaten Wonogori, Jawa Tengah, Selasa (5/10) lalu. Korban juga meninggalkan
sebuah buku dan surat wasiat kepada suaminya. Total utang di operator pinjol yang tercatat di buku itu senilai Rp55,3 juta. Nahas karena keberatan untuk membayar
utangnya, ia lebih memilih untuk bunuh diri.
WI hanya salah satu saja dari sekian peristiwa tragis akibat pinjaman online ini. Sehingga apa yang dilakukan aparat saat ini
sudah semestinya walau terkesan sedikit telat. #muk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...