Ultimate magazine theme for WordPress.

Syaiful Padli: Sebenarnya Sudah Dianggarkan 220 M Lagi

Wakil Ketua Komisi V DPRD  Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli. (BP/IST)

Palembang, BP – Wakil Ketua Komisi V DPRD  Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli mengingatkan Palembang memiliki sejarah sebagai daerah yang memiliki nuansa ke Islaman yang tinggi, terbukti dengan adanya Palembang Darussalam.

“Maka dengan hadirnya Masjid Raya Sriwijaya ini menjadi simbol Palembang Darussalam bisa dimunculkan kembali melalui Masjid Raya Sriwijaya ini,” katanya.

Dengan dilanjutkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya maka pembangunan di Palembang berimbang di hulu dan di hilir.
“Kami di DPRD Sum￾sel, saya secara pribadi
kita akan mengawal agar masjid ini tidak mangkrak dan diteruskan sehingga kalau kemarin saya dengan kawan-kawan di banggar DPRD Sumsel sudah mengalokasikan Rp250 miliar di tahun 2020 untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, tapi karena ini ada permasalahan hukum anggaran ini di tunda, kita berharap kedepan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dilanjutkan dan dialokasikan kembali dari APBD Sumsel untuk meneruskan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya,” katanya sembari menegaskan kalau pembangunan awal Masjid Raya Sriwijaya sudah melalui prosedur yang jelas melalui pansus di DPRD Sumsel dan dituangkan dalam peraturan daerah (Perda).
“Kalau pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di hentikan maka perdanya harus di cabut dulu, karena perda itu dibuat untuk dilaksanakan,
kalau Masjid ini di mangkrakkan perda ini harus di cabut, sampai hari ini perda ini tidak
di cabut, artinya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di hentikan ,” katanya.

Akademisi UIN Raden Fatah Palembang, Dr Qodariah MHI melihat pembangunan Masjid Raya Sriwijaya harus tetap dilanjutkan namun diperhitungkan kembali dulu, jangan terburu-buru.
“Perlu di pertimbangkan apakah konstruksi masjid itu sudah cukup kuat atau hanya
sekedar melanjutkan pembangunan atau seperti apa, jadi tetap kita lanjutkan pembangunan masjid itu tapi tentunya dengan pertimbangan sangat matang agar jangan sampai terulang kembali apa terjadi selama ini,” katanya.Dengan keberadaan Masjid Raya Sriwijaya yang dilanjutkan dengan rencanarencana yang luar biasa itu akan menjadi potensi pemberdayaan potensi umat.
“Disana bergabunglah ada religi, sejarah ada budaya yang tentunya akan membuka lapangan kerja dan potensi pengembangan ekonomi umat melalui masjid itu, “ katanya.

Sedangkan ahli kebijakan publik Sumsel Dr MH Thamrin Msi meminta agar jangan
mengulang kesalahan yang sama di Masjid Raya Sriwijaya maka diperlukan kehati-hatian.
“Saya yakin gubernur pasti berpihak kepada kepentingan umat, kemarin kalau Gubernur bicara menghentikan pembangunan Masjid
Raya Sriwjaya semata-mata hanya emosi saja sekaligus ini menjadi masukan bagi gubernur agar komunikasi publik harus diperbaiki, jadi tidak terlalu terburu-buru membuat suatu statemen,” katanya. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...