Ultimate magazine theme for WordPress.

MUI dan DPRD Sumsel Minta Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Lanjutkan

Forum Diskusi Publik, “ Masjid Raya Sriwijaya  di Mangkrakkan atau Lanjut Bergerak….? yang diselenggarakan Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) , Minggu (17/10) di Roca Cafe, Palembang.(BP/Dudy Oskandar

Palembang, BP- Forum Diskusi Publik, “ Masjid Raya Sriwijaya  di Mangkrakkan atau Lanjut Bergerak….? yang diselenggarakan Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) , di gelar , Minggu (17/10) di Roca Cafe, Palembang.

Dengan nara sumber Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli, Akademisi UIN Raden Fatah Palembang, Dr Qodariah MHI, ahli kebijakan publik Sumsel Dr MH Thamrin Msi dan Sekretaris Umum (Sekum ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  H Ayik Farid

Menurut Sekretaris Umum (Sekum ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  H Ayik Farid menilai karena pembangunan Masjid Raya Sriwijaya karena niatnya baik  dan untuk kepentingan umat Islam maka pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini harus dilanjutkan.

“ Apabila ada hal-hal tertentu MUI Sumsel siap ikut didalam pembangunan itu,” katanya.

Selain itu mekanisme pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dari awal menurutnya sudah jelas, ada sayembara, memiliki peraturan daerah (Perda) dan sebagainya.

“ Mekanisme bantuan hibahpun  melalui prosedur, maka sekarang MUI berpendapat, kita tetap melanjutkan itu  tetapi bermuhasabah, koreksi  diri yang salah dibuang dan yang baik  kita lakukan, oleh karena itu karena umat Islam sebetulnya memiliki potensi dana yang besar dari  zakat , infaq, sodaqoh dan wakaf, “ katanya.

Untuk melanjutkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya bisa melalui potensi zakat, dimana dari zakat saja, menurutnya setahun itu menurutnya bisa mencapai Rp287 triliun kalau optimal, belum lagi wakaf oleh semua  orang dari Rp10 ribu sampai Rp1 juta atau  lebih.

“ Kalau itu tertampung, saya yakin Masjid Sriwijaya  akan terbangun dengan baik, oleh karena itu  kita menghimbau semua  masyarakat khususnya umat Islam Sumatera Selatan, mari kita bersama-sama  untuk melanjutkan pembangunan Masjid Sriwijaya bersama Pemerintah Daerah, saya yakin pak Gubernur  yang mempunyai nilai agama  yang tinggi saya yakin akan mendukung, meneruskan pembangunan Masjid Sriwijaya,” katanya.

Baca Juga:  Sumbangan Komite Memberatkan Wali Siswa, Dewan Bakal Panggil Kadinas Sumsel

Apalagi menurutnya kita semua harus punya mempunyai sikap  prasangka baik  baik mereka yang terkena musibah jangan langsung di cap mereka tidak baik tapi harus berprasangka baik atau dalam bahasa hukum praduga tidak bersalah yang itu harus dipegang.

Apalagi menurutnya saat ini  lahan Masjid Raya Sriwijaya dikuasai Kejaksaan Tinggi Sumsel bukan di sita.

“ Karena memang Masjid Raya Sriwijaya itu ada beberapa tanah  yang masih sengketa , sengketa sudah selesai di Mahkamah Agung, karena MUI di mintai fatwanya , kami tolak karena itu  masih dalam sengketa, sehingga masalah tanah disana  sebetulnya tidak bisa disita  oleh Kejaksanaan kalau dikuasai sementara oleh Kejaksanaan  silahkan itu adalah rakyat Sumatera Selatan bukan milik oknum panitia , milik rakyat Sumatera Selatan, maka yang berhak adalah  rakyat Sumatera Selatan termasuk kita-kita ini ,” katanya.

MUI menurutnya tidak akan melangkah sendiri tapi mengajak semua ormas Islam yang ada dan nanti pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan Gubernur Sumsel  untuk bagaimana solusi  yang terbaik  untuk meneruskan  pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli mengingatkan Palembang memiliki  sejarah sebagai daerah yang memiliki nuansa keIslaman yang tinggi, terbukti dengan adanya Palembang Darussalam.

“ Maka dengan hadirnya Masjid Raya Sriwijaya ini  menjadi simbol Palembang Darussalam  bisa dimunculkan kembali melalui Masjid Raya Sriwijaya ini,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Pertanyakan Kerusakan Jalan Rambutan, Banyuasin Sampai Jalan Rambutan Tulung Selapan, OKI

Dengan dilanjutkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya maka pembangunan di Palembang berimbang di hulu dan di hilir.

“ Kami di DPRD Sumsel, saya secara pribadi  kita akan mengawal agar masjid ini tidak mangkrak dan diteruskan sehingga kalau kemarin saya dengan kawan-kawan di banggar DPRD Sumsel sudah mengalokasikan  Rp250 miliar di tahun 2020 untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, tapi karena ini ada permasalahan hukum anggaran ini di tunda, kita berharap kedepan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dilanjutkan  dan dialokasikan kembali dari APBD Sumsel untuk meneruskan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya,” katanya sembari menegaskan kalau pembangunan awal Masjid Raya Sriwijaya sudah melalui prosedur yang jelas melalui pansus di DPRD Sumsel dan dituangkan dalam peraturan daerah (Perda).

“ Kalau pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di hentikan maka perdanya harus di cabut dulu, karena perda itu dibuat untuk dilaksanakan, kalau Masjid ini di mangkrakkan  perda ini harus di cabut, sampai hari ini perda ini tidak di cabut, artinya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di hentikan ,” katanya.

Akademisi UIN Raden Fatah Palembang, Dr Qodariah MHI melihat pembangunan Masjid Raya Sriwijaya harus tetap dilanjutkan namun diperhitungkan kembali dulu , jangan terburu-buru.

“ Perlu di pertimbangkan apakah konstruksi masjid itu  sudah cukup kuat atau hanya sekedar melanjutkan pembangunan atau seperti apa, jadi tetap  kita lanjutkan pembangunan masjid itu  tapi tentunya dengan pertimbangan sangat matang agar jangan sampai terulang kembali apa terjadi selama ini,” katanya.

Dengan keberadaan Masjid Raya Sriwijaya yang dilanjutkan dengan rencana-rencana yang luar biasa itu akan menjadi potensi pemberdayaan potensi umat.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Minta Hasil Reses Dapat Dijadikan Bahan Pembangunan di Sumsel

“ Disana bergabunglah ada religi, sejarah ada budaya yang tentunya akan membuka lapangan kerja dan potensi pengembangan ekonomi umat melalui masjid itu, “ katanya.

Sedangkan ahli kebijakan publik Sumsel Dr MH Thamrin Msi meminta agar jangan mengulang kesalahan yang sama di Masjid Raya Sriwijaya maka diperlukan kehati-hatian.

“ Saya yakin gubernur pasti berpihak kepada kepentingan umat, kemarin kalau Gubernur bicara  menghentikan pembangunan Masjid Raya Sriwjaya semata-mata hanya emosi saja sekaligus ini menjadi masukan bagi gubernur agar komunikasi publik harus diperbaiki, jadi tidak terlalu terburu-buru membuat suatu stetmen ,” katanya.

Dan dalam demokrasi menurutnya ruang diskusi  harus di buka , jangan keputusan publik yang besar dan penting berkaitan dengan umat diselesaikan dalam diskusi kecil dalam  kaum elitnya saja, semua harus terbuka.

“Sebagai masyarakat saya berharap selain kehati-hatian , keterpihakan pak Gubernur kepada kepentingan umat ini mudah-mudahan terwujud, saya lihat pak Gubernur juga rajin juga jalan-jalan ke daerah menggali  dan punya tagline Sumsel Maju Untuk Semua , mudah-mudahan ini juga wujud di dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini sehigga ini tidak hanya menjadi monumen yang mengingatkan umat Islam punya rencana besar membangun Masjid Raya Sriwijaya tapi mangkrak,” katanya.

Sedangkan Direktur Forum Demokrasi Sriwijaya (FORDES),Bagindo Togar BB menilai diskusi ini penting karena  menurutnya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya harus dilanjutkan dan dia menyayangkan stetmen Gubernur Sumsel yang akan memangkrakkan pembangunan Masjid Sriwijaya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...