Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Lebih Produktif di Era Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar, Rabu (13/10) (BP/IST)

Palembang, BP- Bagaimana caranya agar kita  lebih produktif di era yang serba digital? Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar, Rabu (13/10) menyajikan hal itu dengan mengangkat tema berjudul “Literasi Digital: UBah Konsumtif Menjadi Produktif”. Dengan menghadirkan narasumber di antaranya Dian Natale (Strategic Brand Identity, Founder TokozioDesign.com) , Titik Nurpita Dewi, S.P., S.Pd., M.Pd. (Praktisi Pendidikan), ST. Reno Irawan. (CEO Belido.id dan Belijek) dan Hj. Alma Sundari, S.Pd., M.Si. (Kepala SMA Negeri 21 Palembang).

Moderator Lovenia Viona Gultom yang piawai menata waktu selama lebih kurang 4 jam webinar berlangsung. Tak lupa Key Opinion Leader yang kali ini dihadirkan Fenie Maulida @faniemaulida (Social Network Marketer, HDI enterpriser, Pengusaha @ayamtangkapblangbintang, Owner @ramestudio20, @fantastical.id) pun berbagi ilmu, pengalaman dan tips kepada 925 peserta webinar yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 – 12.00.

Narsum pertama, Dian Natale (Strategic Brand Identity, Founder TokozioDesign.com) yang selama 13 tahun lebih mengeluti  online bisnis berbagi pengalaman. “Dulunya 13 tahun lalu masih tanya tanya tapi sekarang sudah oke banget online bisnis ini. Apalagi dengan webinar seperti ini sangat besar manfaatnya,” ujar Desi seraya menyebutkan bahwa dari  zaman ke zaman perkembangan dunia maya mengalami peningkatan termasuk aplikasinya.

Menurutnya, jika mau memulai.bisnis bisa bermula dari hobi. Suka foto dan moto bisa jadi bisnis yang berbeda dan jadi lebih fokus.selanjutnya dengan berbagai hal seperti goggling yang selalu dicari netizen. Ini salah satu menangkap peluang bisnis di dunia maya. Peluang apa yang lagi tren bisa juga jd inspirasi namun memang harus dibarengi dengan berbagai hal di antaranya kemauan keras, disiplin dan selalu optimis. Online trainer juga bisa jadi peluang usaha karena saat ini sudah jadi kebutuhan masyarakat terkait banyak hal. “Saya memulai bisnis dari hobi terus digeluti dan konsisten dengan apa yang saya rintis. Liat situasi dan animo terhadap produk kita. Yang paling penting jangan jadikan modal sebagai penghambat karena bisnis online bisa dilakukan tanpa harus terkendala dengan modal yang besar,” ujarnya yang juga berbagi tips “Sebesar apa pun ilmu tanpa konsistensi maka bisnis tak akan berhasil,” tambahnya.

Baca:  Tingkat Kecakapan Digital, Modal Bangkit dari Pandemi

Selanjutnya narasumber kedua, Titik Nurpita Dewi, S.P., S.Pd., M.Pd. (Praktisi Pendidikan) yang merupakan pelaku bisnis dan praktisi pendidikan. Titik selama lebih kurang 20 menit memaparkan tentang berbagai hal terkait teknis di dunia digital. “Aplikasi di media sosial dan ketentuan membuat aplikasi. Manfaat aktivitas yang dilakuka secara online antara lain adanya kemudahan kemudahan bisanya tidak datang langsung terkait situasi pandemi, bisa menghemat waktu dan biaya,” ujar Titik yang juga mengingatkan bahwa Proteksi perangkat lunak bisa dilakukan dengan beberapa hal supaya bisa di back up dan data tidak hilang. Selanjutnya untuk menghalangi serangan virus.

Selanjutnya proteksi identitas kita yang harus dilakukan misalnya identitas. Aktifkan fitur privasi sehingga tak semua orang bisa melihat. Selain itu kode pasword yang jangan mudah ditemukan. Kombinasi angka dan huruf supaya tidak mudah diretas. Tips. Pikirkan dulu kontens apa yang akan dibuat. Selanjutnya gunakan mrdia sosial yang banyak digunakan. Berhati hati memilih tepat di media sosial,” ujarnya.

Hj. Alma Sundari, S.Pd., M.Si. (Kepala SMA Negeri 21 Palembang) yang pada kesempatan ini juga berbagi pengalaman. “Selama 1 tahun pandemi terjadi banyak hal terjadi. Perjalanan virtual contohnya. Budaya digital ada kekurangan antara lain pelecehan seksual online, siber bullying dll,” ujar Kepala Sekolah yang sempat menyapa para narasumber, keynote speech H Harnojoyo selaku Walikota Palembang dan para peserta webinar .

Cara budaya digital sehat dipaparkan juga oleh narsum ketiga ini. Menurutnya, ada 3 aspek dalam membangun budaya digital antara lain partisipan, deremedial yaitu buat budaya lama jadi baru dan ketiga manfaatkan yang sudah ada untuk bangun hal baru. “Kesimpulan  aktif produktif dan kreatif. Jangan pernah berhenti untuk belajar karena dengan belajar semua cakrawala ilmu akan terbuka luas,” ujarnya.

Baca:  Gunakan Ruang Sosmed Kamu Lebih Bijak dan Cerdas

Pembicara terakhir, ST. Reno Irawan. (CEO Belido.id dan Belijek) yang merupakan pelaku bisnis di kota Palembang pada kesempatan ini juga berbagi ilmu. Reno yang juga bekerja di jaringan perusahaan media massa di kota Palembang mengaku banyak peluang yang bisa didapat dengan memanfaatkan masa pandemi covid 19 ini. “Peluang online shop yang ada di Palembang. Target market dilirik misalnya para ibu yang sibuk mencari barang. Lalu kami buka peluang usaha jasa pengiriman barang yang dibeli secara online. Berbagai kelebihan layanan yang kami berikan,” ujarnya.

Webinar yang secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, yang sengaja bertujuan mencerdaskan masyarakat Indonesia ini, tetap diselenggarakan dengan memberikan fasilitas gratis kepada seluruh peserta bahkan para peserta diberikan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo dan juga bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher menarik dari panitia.

Dukungan penuh pun diberikan Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota Palembang H Harnojoyo SSos yang dengan setiap menjadi Keynote Speech pun pada kesempatan ini tetap antusias menyemangati peserta webinar yang mayoritas warga kota Palembang. “Saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah pencerahan. Bijak gunakan media dan makin cakap digtal Indonesia. Saya sebagai Walikota Palembang sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dimulai pada Mei 2021 dan berakhir hingga Desember 2021 mendatang,” ujarnya.
Webinar ini dibuka moderator dengan dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Selanjutnya dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 925 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar dan umum.  “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi peserta pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan di webinar selanjutnya, masyarakat masih tetap setia menjadi peserta dalam rangka pencerahan dalam program Webinar Nasional Literasi Digital Kemenkominfo 2021 khususnya di kota Palembang,” ujar Suryati, Rabu (13/10)

Webinar selanjutnya akan digelar pada Kamis 14 Oktober 2021 pukul 09.00 – 12.00 dengan tema “Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian” dengan narasumber antara lain Dhini Gilang Prasasti  M.E (Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik), Nofia Natasari, S.Kom.I., M.Sos.  (Akademisi bidang komunikasi, Penggiat Literasi Digital), Dr. Nila Kesumawati, M.Si. (Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan Dra. Nofritawati, M.Si. (Kepala SMP Negeri 3 Palembang). Pendaftaran melalui tautan : Pendaftaran melalui tautan :https://s.id/lidigpalembang14oktober, Link Zoom:https://us02web.zoom.us/j/4685100939.#osk

Baca:  Literasi Digital Kunci Transformasi Tehnologi Menuju Masyarakat Digital

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...