Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Mahasiswa Demo Dibanting Mengaku Cuma Pegel-pegel

Mahasiswa peserta unjuk rasa yang dibanting pihak keamanan, Rabu (13/10/21). (BP/SC)

Tangerang, BP – M.Fariz.A Mahasiswa peserta unjuk rasa yang dibanting pihak keamanan menjelaskan, “Dalam keadaan biasa biasa saja, cuma pegel pegel” Jelasnya.

Terkait hal tersebut, Kapolresta Kabupaten Tangerang, Kombes pol Wahyu Sri Bintoro membenarkan bila terjadi demo di depan Kantor Bupati Tangerang.

Dalam unjuk rasa itu, sebanyak 18 orang diamankan oleh pihak kepolisian.
Saat ditanya perihal adanya mahasiswa yang dibanting hingga kejang-kejang, Wahyu menegaskan bila kondisinya dalam keadaan sehat.

Wahyu mengatakan pihaknya juga membawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Wahyu mengatakan kondisinya bisa berjalan.
“Yang bersangkutan akan kita bawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan medis. Saya hanya memberikan info bahwa yang bersangkutan masih bisa jalan,” ujar Wahyu.
“Iya mas ada demo tadi. Sebanyak 18 orang diamankan), kondisinya masih sehat,”ujar Wahyu melalui pesan singkat, Rabu (13/10/21)

Baca:  Sempat Muntah dan Pusing, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Kembali Diperiksa ke RS

Kendati demikian, Wahyu menegaskan akan mengevaluasi tim propam soal pengamanan massa unjung rasa. Agar hal serupa tidak terjadi lagi.
“Secara internal tetap akan saya evaluasi tim propam akan melakukan evaluasi terhadap SOP mengamankan massa (Demo),” tandasnya.
Terkait demonstrasi bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tangerang ke-389 yang berujung ricuh di depan kantor Bupati kota Tangerang.

Baca:  Sempat Muntah dan Pusing, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Kembali Diperiksa ke RS

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten AKBP Shito Silitonga mengatakan, pihaknya tengah mencari personel polisi yang membanting tubuh pendemo ke trotoar saat aksi mahasiswa dalam peringatan HUT Kabupaten Tangerang.

“Kita belum tahu nama personelnya ini. Kita perlu waktu sebentar kami hubungi yang melakukan pengamanan di sana jadi bisa dihubungi sebentar lagi setelah fakta yang kita dapat,” kata Shinto saat dihubungi, Rabu (13/10/21).

Terkait aksi pembatingan warga sipil itu, Shinto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apa konsekuensi yang akan didapat oleh personel polisi pengamanan aksi itu.

Baca:  Sempat Muntah dan Pusing, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Kembali Diperiksa ke RS

“Sesungguhnya itu menjadi ranah dari internal dalam konteks pemeriksaan internal propam. Pada prinsipnya sudah ada ketentuan prosedur melakukan pengamanan,” kata dia.

Namun, dia memastikan akan ada sanksi atas tiap tindakan represi yang dilakukan polisi.

“Pasti (ada sanksi) Polda Banten sudah konsen dari pak Kapolda bahwa kesalahan dalam prosedur pengamanan itu harus dilakukan penindakan,” kata dia. #rid

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...