Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Erwan Mengaku Tak Kenal Alex Noerdin

Lokasi pembangunan Masjid Sriwijaya tampak dari atas. (BP/Doc)

Palembang, BP – Dakwan Jaksa Penuntut Umum yang menyebutkan mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima sejumlah uang terkait pembangunan Masjid Sriwijaya terjawab sudah.

Erwan, yang namanya disebut menyerahkan uang kepada H Alex Noerdin, saat dhadirkan dalam sidang membantah kenal atau pernah bertemu dengan Alex Noerdin.
Dalam sidang yang berlangsung Selasa (5/10/21), Erwan yang ditanya pengacara terdakwa, Hj Nurmalah, SH, MH, menyebutkan kalau dirinya sama sekali tidak terkait dengan pembangunan Masjid Sriwijaya.
“Sudah jelas semuanya, Erwan tak ada hubungan sama sekali dengan proses pembangunan Masjid Sriwijaya.
Bahkan dirinya juga mengaku tak mengenal dekat H Alex Noerdin, bertemu pun dia belum pernah.
Hanya sebatas kenal bahwa beliau sebagai gubernur Sumsel,” ujar Nurmalah kepada sejumlah wartawan seusai sidang.
Terkait dakwaan adanya aliran uang kepada Alex Noerdin melalui tangan seseorang ini Alex sendiri dari awal sudah membantah dengan tegas.

Dalam sidang 28 September 2021 di Pengadilan Negeri Palembang, mantan Gubernur Sumatera Selatan ini membantah tuduhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal adanya suap dalam proyek pembangunan Masjid Sriwijaya.
JPU sebelumnya menyatakan, bahwa nama Alex yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sumsel masuk dalam daftar penerima aliran dana Rp2,43 miliar oleh seseorang bernama Erwan. “Bapak kenal siapa Erwan?” tanya JPU Roy Riiadi kepada Alex dalam sidang yang berlangsung virtual.
“Siapa Erwan?” jawab Alex. Roy kemudian bertanya balik kepada Alex soal nama tersebut. “Saya bertanya kepada bapak,” kata Roy. “Saya juga nanya ke bapak, Erwan itu siapa? Saya tidak kenal,” tegas Alex.
Roy usai sidang menyebutkan, penyidik menemukan bukti adanya potongan kertas yang bertuliskan ‘untuk Sumsel satu’ dengan nominal Rp2,43 miliar. Selain uang, terdapat juga dana penyewaan helikopter sebesar Rp300 juta dari orang bernama Erwan.
Menurut Roy, aliran itu nantinya akan dibongkar JPU pada sidang selanjutnya.
“Nanti akan kita buktikan,” kata Roy usai sidang sekitar dua pekan lalu itu.

Rencana itulah yang sedianya akan dilaksanakan Jaksa Roy Selasa hari ini melalui Erwan yang dihadirkan di sidang. Tetapi sebelum lebih jauh ‘membuktikan’ dakwaannya soal penerimaan suap, Erwan sendiri sudah mematahkan dakwan tersebut dengan mengatakan dirinya tidak kenal Alex Noerdin dan tidak pernah bertemu sebelumnya.

Baca:  MPPMRS Minta Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Dilanjutkan

Alex saat bersaksi menyatakan, pembangunan masjid Sriwijaya semula direncanakan berada di kawasan dekat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Namun, setelah melakukan beberapa kali kajian, lokasi tersebut terlalu jauh karena berada di luar kota Palembang.
“Saya lihat lagi (lokasi awal), siapa yang mau shalat di sana? Terlalu jauh. Saya lalu minta di bagian aset di biro hukum, ada tidak lahan Pemprov di dekat Jakabaring? Ardani (Kabiro Hukum) waktu itu menjawab ada pak di depan UIN (Universitas Islam Negeri). Ini bagus,” kata Alex.

Baca:  PN Palembang: Pembangunan Sudah Berjalan

Alex menjelaskan, setelah menemukan lokasi pembangunan masjid Sriwijaya di Jakabaring ia pun berencana membangun Islamic Centre. Ajukan Anggaran dan terbitkan Pergub setelah itu, pemerintah provinsi pun melakukan sayembara untuk mencari desain dan spek terbaik dalam pembangunan masjid Sriwijaya.
“Ini masjid bukan sembarang masjid, tapi ini disayembarakan, ada 20 (desain yang masuk) diputuskanlah satu bentuk bangunan yang cocok,” ujar Alex.

Usai mendapatkan desain terbaik, Alex mengungkapkan munculah nominal anggaran dana pembangunan masjid sebesar Rp668 miliar. Anggaran itu kemudian diajukan ke DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk proses pembangunan.
Alex kemudian menerbitkan Pergub pada tahun 2015 di mana dana pertama pembangunan dicairkan sebesar Rp50 miliar. Setelah itu, pada 2017 pun dana kembali dikeluarkan sebesar Rp80 miliar hingga totalnya mencapai Rp 130 miliar.
“Itu sebagai pemancing, bukan kita minta Rp668 miliar (dicairkan DPRD).
Di tahun 2015 itu Rp50 miliar, 2017 Rp80 miliar saya sangat yakin nantinya akan ada investor meneruskan pembangunan ini,” ujar Alex.

Lahan digugat warga. Dana Rp130 miliar itu,
menurut Alex, kemudian digunakan untuk mulai pembangunan dengan mendirikan pondasi dan penimbunan lahan masjid seluas 15 hektare. Lokasi Masjid Sriwijaya itu berdekatan dengan komplek Universitas Islam Negeri (UIN) yang juga dirancang bangun semasa kepemimpinan Gubernur Alex Noerdin yang kemudian diresmikan Gubernur Herman Deru.

Baca:  Kejati Sumsel Sita Berkas dan 1 Unit Mobil Camry Milik Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang Masjid Raya Sriwijaya

Lokasi masjid itu memang sengaja dipilih di area yang dianggap tepat katena dapat berintegrasi dengan pusat pendidikan Islam sebagai yang terbaik di Indonesia. Namun, seiring waktu berjalan ternyata lahan itu digugat oleh warga hingga akhirnya luasan masjid hanya mencapai 9 hektar.
“Sebelum digunakan (untuk membangun masjid) tanah itu biasa saja (tidak ada yang klaim). Ketika ada berita (rencana pembangunan) langsung banyak yang klaim, punya neneklah, punya puyanglah. Soal adanya gugatan itu saya tidak tahu,” jelas Alex.

Jadi Pertimbangan Majelis apa yang dibeberkan Alex Noerdin itu secara faktual sudah diuji oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang saat melakukan sidang lapangan terkait kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, Jumat
(8/10/21).
Dalam sidang lapangan tersebut, ketua majelis hakim Sahlan Efendi bersama hakim anggota Abu Hanifa dan Waslam Maqsid mendatangi lokasi pembangunan Masjid Sriwijaya di kawasan Jakabaring, Palembang.

Sidang lapangan juga dihadiri jaksa penuntut umum serta penasihat hukum para terdakwa. Hakim Sahlan Efendi melihat satu per satu tiang pancang pembangunan masjid yang telah berdiri. Begitu juga bagian basement atau ruang bawah tanah yang telah digenangi air. Sahlan terlihat beberapa kali memanggil pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). #

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...