Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Polda Turunkan Tim, Usut Tiga Sumur Minyak Ilegal Terbakar

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH (BP/IST)

Palembang, BP- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menurunkan tim ke Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (12/11). Tim diturunkan untuk memadamkan api ditiga titik kebakaran, yang diakibatkan dari efek illegal driling yang terjadi di wilayah tersebut.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto. mengatakan, lokasi kebakaran itu berada jauh dari tempat penertiban 1.000 sumur minyak ilegal sebelumnya yang ada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Baca:  Ilegal Driling Marak, DPRD Sumsel Minta Dicarikan Solusi

“Ketiga lokasi sumur minyak ilegal ini informasi yang kita dapatkan masuk ke dalam kawasan wilayah masyarakat, sehingga berada di luar jangkauan kita saaat penertiban 1.000 sumur minyak ilegal,” katanya, Selasa (12/10).

Sampai saat ini belum ada korban jiwa. Pihaknya masih memastikan kembali siapa yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi tersebut. “Untuk itu anggota kita akan melakukan penyelidikan terhadap pemilik lahan, tempat dibuatnya sumur minyak ilegal tersebut,” katanya.

Baca:  Ilegal Driling Marak, DPRD Sumsel Minta Dicarikan Solusi

Aktivitas tambang minyak ilegal ini, menurut Kapolda, telah menjadi pekerjaan oleh masyarakat Muba sejak lama. Budaya tersebut, sebetulnya bisa dihilangkan dengan mengganti pekerjaan lain yang lebih aman.

“Itu juga daerah yang bagus menghasilkan minyak kayu putih, mungkin ada solusi dari sini atau memanfaatkan CSR perusahaan yang ada di sana, sehingga ada pekerjaan yang diberikan perusahaan ke masyarakat di Muba,”ujarnya.

Baca:  Ilegal Driling Marak, DPRD Sumsel Minta Dicarikan Solusi

Selain itu, Toni mengaku akan turun langsung ke lokasi kejadian bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru besok untuk melihat kondisi di sana.

“Untuk memutus rantai minyak ilegal tidak sulit saya katakan, sebulan bertugas di sini (Sumsel,red) ribuan yang ditutup. Kita bersama-sama Forkompinda untuk menghentikan illegal drilling ini. Kita bicara sesuai porsi yang ada, pemodalnya masih kita selidiki dan pastikan lagi,” katanya.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...