Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Aniaya Anak Kandung, Wanita Bertato Ini Masuk Bui

Tersangka Oktarina saat diamankan di Polrestabes Palembang, Senin (11/10)(BP/IST)

Palembang, BP- Aksi penganiayaan yang viral di media sosial terhadap anak-anak yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya simpang lampu merah RS Charitas Palembang, pelakunya orang tua anak tersebut yang mempekerjakan korban sebagai pengemis atau pememinta minta.

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya Senin (11/10) sekitar pukul 00.30  oleh Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Palembang, pelaku bernama Oktarina (21) warga Jalan Gub H Bastari, Lorong Harapan Jaya 1, tepatnya dibelakang Golden Sriwijaya, Jakabaring Palembang.

Dalam video tersebut pelaku sedang duduk berdua di lokasi kejadian, dan tak lama langsung melakukan pemukulan ke arah wajah disertai menarik paksa tangan sang anak. Dan adegan ini sempat diabadikan warga yang melintas.

Diketahui korban anak kandung sendiri DRA (6), aksi penganiayaan seperti ini bukan yang pertama, tetapi sebelumnya juga sempat penganiayaan serupa terjadi dan pelaku juga sudah diamankan.

Baca:  Pasal Charger HP, Paman Nyaris Bacok Keponakan

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit PPA, Iptu Hj Fifin Sumailan  mengatakan, penangkapan berawal pihaknya menerima video viral penganiayaan terhadap anak.

“Unit PPA langsung mendapat perintah Kasat Reskrim untuk mengamankan pelaku, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi mendapatkan keberadaan pelaku, langsung kita amankan pelaku dirumahnya,” ujar Iptu Fifin ditemui diruang kerjanya, Senin (11/10).

Baca:  Pelaku Penganiayaan Anak di Palembang Terancam 3 Tahun Penjara

Sedangkan untuk motif penganiayaan sendiri. Berdasarkan pengakuan pelakunya, karena sang anak (korban) tidak mendapatkan uang untuk disetorkan kepada ibunya, “Karena tidak mendapatkan uang makanya korban dianiaya atau dipukul, dalam sehari korban bisa mendapatkan uang mulai Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, dan terakhir Rp 600 ribu,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya akan bekerjasama dan koordinasi dengan Dinas Sosial apakah korban akan dititipkan ke panti sosial. “Nanti kita koordinasikan kembali apakah korban akan diserahkan ke panti sosial atau ada neneknya yang menjamin akan diasuh,” katanya.

“Kondisi korban saat ini trauma, bahkan melihat ibu nya sendiri saja drop dan ketakutan karena sering di pukuli,” kata Iptu Fifin.

Baca:  Tersangka Penyiksa Tahanan di Mapolres OKI Bertambah

Tersangka Oktarina mengakui perbuatannya. “Sudah 1,2 tahun mempekerjakan anaknya mencari uang di simpang lampu merah Charitas, dengan mengamen, menjual tissue, meminta, dan lainnya. Uang didapat berbeda beda, kadang mendapat Rp 150 ribu sampai terakhir Rp 600 ribu,” kata Oktarina.

Dirinya mengaku marah karena anaknya tidak mendapatkan uang, sedangkan uang sangat dibutuhkan untuk membeli kebutuhan sehari hari. “Korban merupakan anak ke 2 dari 3 saudara, suami saya lagi dalam penjara,” kata wanita penuh dengan tato ditubuhnya ini.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...