Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Jadikan Ruang Digital untuk Pembelajaran

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang dilaksanakan pada Kamis (7/10)(BP/IST)

Palembang, BP- Belajar online sudah jadi kebutuhan. Lantas bagaimana kita memanfaatkan ruang digital untuk belajar online?

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang dilaksanakan pada Kamis (7/10) pukul 09.00 – 12.00 dengan tema “Cerdas Memanfaatkan Ruang Digital untuk Pembelajaran” memberikan berbagai pengalaman dan pengetahuan melalui para narasumber yang ditampilkan.

Misalnya dengan pemaparan pertama oleh  Dionni Ditya Perdana, M.I.Kom (Akademisi dan Penggiat Literasi Digital). Selama 20 menit, akademisi dan penggiat literasi digital ini dengan antusias berbagi ilmu. Kecakapan bermedsos, rambu-rambunya, serta beberapa langkah baik secara teori maupun praktek dipaparkan Diooni dengan lugas. Termasuk adanya pertanyaan bagaimana peranan tenaga pendidik dalam mengembangkan dan membangun nilai-nilai cakap digital? “Bahwa pengajar diharapkan lebih miliki kemampuan dan kecakapan dan cara yang dimiliki oleh pengajar itu dimaksimalkan bagaimana dia mentransfer pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai cakap digital. Misalnya apa yang bisa digali, dikembangkan dari kreativitas anak-anak didik. Kecerdasan anak-anak beragam, kita arahkan. Misalnya suka bikin video, bikin komik dan lain-lain. Arahkan mereka ke perangkat digital yang mumpuni yang bisa kembangkan kreativitasnya,” ujarnya.

Selanjutnya,  Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H (Dosen dan Direktur Nusantara Training and Research) yang juga berbagi pengalaman. Berbekal pengalaman dan ilmu yang diperolehnya baik sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi maupun sebagai pimpinan di sebuah lembaga training dan research, Meida selama 20 menit memaparkannya. B agaimana mengajarkan internet sehat kepada anak? Teknologi digital ciptakan kebiasaan baru dalam keluarga, maka setiap keluarga harus memahani hal ini. Apa yang berubah di era digital? “Kalau kita masuk dalam era baru, segala sesuatu berubah tentu kebiasaan lama bisa kita tinggalkan. Selanjutnya pelajari dulu apa yang dibutuhkan dalam era sekarang misalnya bagaimana belajar online. Selanjutnya, pelajari perangkatnya misalnya penggunaan digital zoom maka buat di perangkat ponsel atau computer kita. Mengedukasi di masyarakat dimulai dari keluarga sendiri dulu. Memang tidak mudah tapi harus dilakukan. Maka dengan adanya pembelajaran online dibutuhkan kolaborasi antara pengajar dan orangtua karena sama-sama punya tujuan keberhasilan anak dalam proses belajar. Komunikasi yang intens harus dilakukan dengan maching perangkat (terkonek) antara pengajar dan orangtua,” demikian dikatakan Meida.

Baca:  Jangan Biarkan Kecanduan Digital Terjadi Pada Anak Kita!

Dr. Arwan, M.Pd.I (Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang yang juga pelaku di dunia pendidikan Sumsel khususnya di kota Palembang, beliau pun berbagi ilmu. Pria yang pernah berkecimpung di Dinas Pendidikan Kota Palembang serta di beberapa organisasi kependidikan ini juga berbagi ilmu. Khusus kepada audien peserta webinar kali ini yang mayoritas anak-anak didik, Dr Arwan berpesan “ Jangan langsung disebarluaskan jika tiba-tiba mendapat kiriman konten yang masuk dalam kategori hoaks atau berbau porno atau unsure SARA. Jangan dikomentari, dan dilihat dulu dengan teliti medsos yang ada,” katanya.

Selanjutnya, Dr Arwan pun menanggapi pertanyaan, Bagaimana cara menghadapi orang yang belum mengerti penggunaan sosmed? Menurutnya, kalimat  atau kata-kata kaum anak-anak yang sedang mengekspresikan diri melalui sosmed tanpa mereka paham siapa saja yang sedang berinteraksi. “Kita harus paham dulu ketika mau menyampaikan informasi media itu, kita butuhnya apa? Untuk belajar, sekadar download game atau untuk apa? Perlu diingat ada orang lain di luar kita yang belum tentu sama dengan pemikiran kita. Gunakan kata-kata yang sopan dan standar bahasa Indonesia yang baku karena jika menggunakan bahasa gaul tidak menutup kemungkinan orang lain akan tersinggung atau marah. Jadi dengan bijak kita harus menyikapi dengan memberikan sedikit pemahaman kepada yang bersangkutan. Atau sekiranya yang bersangkutan tidak bersedia, lebih baik kita tidak usah berinteraksi dengan yang bersangkutan.  Baik-baik di sekolah, itu dulu. Tapi sekarang baik-baik beretika di medsos termasuk dalam penggunaan kata atau kalimat,” kata Dr Arwan.

Narasumber terakhir, Hilayati, M.Pd.I (Wakil Kepala Sekolah MTSN 1 Palembang Bidang Kurikulum)memaparkan tentang beberapa system seperti tema belajar, mau zoom metting dan proses ruang belajar sekarang ini sangat bervariatif. “Sudah disiapkan semua untuk anak didik, jadi tinggal pakai. Selanjutnya tatap muka, berhubung situasi masih pandemi maka baru beberapa persen yang melakukan.  Selanjutnya untuk class room, wa grup, dan beberapa fasilitas lain yang bisa digunakan saat ini untuk memperlancar proses pembelajaran. Literasi digital ini digunakan untuk semua orang, bukan hanya untuk pelajar saja. Jadi mari berkreasi dan berkreatif dengan pemahaman dan kemampuan yang ada. “Mari berlaku bijak dengan cerdas dan cermat memilih konten. Media digital itu hanya alat bantu untuk tatap muka ketika proses pembelajaran. Peran kepada orangtua dan guru, ajari anak untuk menjaga kesopanan berkomunikasi di medsos. Batasi waktu mereka menggunakan medsos ketikasudah lewat waktunya misalnya sudah larut malam atau sudah melebihi jam yang dirasa tidak pantas lagi. Selanjutnya, tanamkan etika. Dalam era digital kita harus tetap menerapkan etika sopan santun.Mintalah anak untuk tidak mengunci akun. Penggunaan berbagai media yang berdampak positif sangat perlu. Manfaat literasi digital antara lain hemat biaya, ramah lingkungan, perkaya keterampilan dan beberapa manfaat lain,” katanya.

Bagaimana cara meningkatkan disiplin? “Tergantung individu masing-masing. E-learning itu ada rentang waktu dalam menyelesaikan tugas. Kedisiplinan anak bisa dilihat dari komentarnya, kecepatannya, dan responnya. Belajar digital sekarang ini bisa memperlihatkan dengan cepat karakter anak-anak melalui disiplin, tanggungjawab terhadap tugas yang diberikan. Rentang waktu juga menentukan anak disiplin atau tidak,” tambahnya.

Baca:  Media Sosial Sebagai Sarana untuk Belajar Online

Moderator: Ayu Irti pun tak lupa memberikan kesempatan kepada Key Opinion Leader: Nina Kardiana.@ninadubidudam (Owner @omo.bites & @lulalila.id & Mompreneur) untuk berbagi tips terkait dengan tema yang disajikan dalam webinar kali ini “Cerdas Memanfaatkan Ruang Digital untuk Pembelajaran”. Berkaitan dengan materi, Nina mengatakan penggunaan medsos itu luas. Selalu memastikan segala sesuatu disaring dulu sebelum dishare. “Selanjutnya, berpikir dulu sebelum posting.  Apa pun yang kita lakukan di medsos pasti meninggalkan jejak digital jadi hati-hatilah supaya bisa aman selalu,” ujarnya yang juga memberikan tips yaitu  berselancar di medsos harus dipikirkan dulu dampaknya baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Postingan atau apa pun yan dishare harus bermanfaat untuk orang lain.

Webinar yang secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, yang sengaja bertujuan mencerdaskan  masyarakat Indonesia ini, tetap diselenggarakan dengan memberikan fasilitas gratis kepada seluruh peserta bahkan para peserta diberikan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo dan juga bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher menarik dari panitia.

Baca:  Ini Cara  Melawan Perundungan Digital

Dukungan penuh pun diberikan Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota Palembang H Harnojoyo SSos yang dengan setiap menjadi Keynote Speech pun pada kesempatan ini tetap antusias menyemangati peserta webinar yang mayoritas warga kota Palembang. “Saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah pencerahan. Bijak gunakan media dan makin cakap digtal Indonesia. Saya sebagai Walikota Palembang sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dimulai pada Mei 2021 dan berakhir hingga Desember 2021 mendatang,” ujarnya.

Webinar ini dibuka moderator dengan dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Selanjutnya dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 733 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi peserta pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan di webinar selanjutnya, masyarakat masih tetap setia menjadi peserta dalam rangka pencerahan dalam program Webinar Nasional Literasi Digital Kemenkominfo 2021 khususnya di kota Palembang,” ujar Suryati, Kamis (7/10).

Selanjutnya, webinar Literasi Digital Kemenkominfo RI akan digelar kembali pada Senin 11 Oktober 2021 pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB dengan tema “Stop di Kamu! Lawan Pelecehan Seksual di Media Digital” dengan narasumber di antaranya Kemas Ar I Panji, MPd (Dosen UIN Raden Fatah Palembang) dan Nurhasanah, SPd.M.M (Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Palembang).#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...