Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Tertipu Investasi Lele Organik, Mitra Datangi Kantor Koperasi DHD Farm

Puluhan mitra mendatangi kantor Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia di Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju, Palembang untuk menanyakan kejelasan investasi ikan lele organik yang mereka ikuti, Rabu (6/10).(BP/IST)

Palembang, BP- Puluhan mitra mendatangi kantor Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia di Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju, Palembang untuk menanyakan kejelasan investasi ikan lele organik yang mereka ikuti, Rabu (6/10).

Mereka menuntut pihak manajemen segera mengembalikan uang yang telah disetor termasuk janji keuntungan sebesar delapan persen dari modal setoran investasi ke Koperasi DHD Farm Indonesia.

Doni salah satu mitra koperasi DHD Farm Indonesia ini mengaku ia bergabung menjadi mitra pada Agustus 2020 lalu menanamkan modal sebesar Rp 150 untuk investasi kolam lele organik. 10 kolam di Pangkalan Balai dan lima kolam di Saka Tiga Ogan Ilir keuntungan yang dijanjikan sebesar delapan persen.

Baca:  Nunggak Pembayaran, Mitra DHD Terancam Mengalami Kerugian

 

“Dari sepuluh kolam lele yang di Pangkalan Balai baru enam kali menerima keuntungan yang ketujuh mulai macet pembayarannya, kalau lima kolam di Saka Tiga baru lima kali menerima yang keenam macet,”katanya kepada wartawan.

 

Dikatakan Doni, ia pernah mengkroscek kebenaran kolam lele organik di Pangkalan Balai yang dijanjikan kepadanya awal 2021 lalu baru mau dibangun 20 ribu unit kolam lele organik tapi ia sudah menerima hasil tidak tahu dari mana hasil yang dibayarkan koperasi DHD.

 

“Karena merasa dibayar oleh koperasi DHD saya tidak memikirkan hal itu karena pembayaran hasil masih dibayar,”

 

Baca:  Direktur Keuangan PT DHD Jadi Tersangka

Lalu pembayaran mulai macet akhir juni 2021. Untuk pembayaran hasil yang akan saya terima seharusnya tanggal 5 Juni sama tanggal 25 Juli. Saat ditanya ke admin alasan masih akan audit keuangan internal dulu, setelah selesai audit keuangan internal akan audit keuangan eksternal.

 

“Kalau dilihat saya pesimis uang saya akan kembali. Saya hanya minta kepada pihak koperasi DHD untuk kembalikan saja sisa modal yang sudah saya tanamkan itu saja, berapa hasil yang sudah saya terima di potong saja,”tandasnya.

 

Informasi yang berhembus jumlah mitra DHD mencapai 11 ribu dengan jumlah kolam mencapai 30 ribu di 23 kabupaten kota. Untuk menjadi mitra para calon harus menyetor uang investasi Rp 10 juta dan Rp 12 juta baik secara cash maupun transfer ke rekening Dirut Keuangan atas nama Irma Wahida

Baca:  Tiga Petinggi PT DHD Farm Indonesia Dijadikan Tersangka

Dirut DHD Farm Indonesia Medi Siswanto, mengatakan, macet pembayaran ke para mitra dikarenakan keuangan yang tidak stabil.

Dia menjelaskan, penyebab kondisi itu diduga karena ada penyelewengan oleh Direktur Utama terdahulu berinisial DS dan Direktur Keuangan yang lama berinisial IM.

“Kami manajemen sudah melaporkan penyelewengan tersebut ke Polda Sumsel pada 1 Oktober 2021 lalu. Untuk itu kami sangat berharap semua mitra bersabar karena kami sedang berusaha menyelesaikan persoalan yang terjadi,” katanya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...