Ultimate magazine theme for WordPress.

Nunggak Pembayaran, Mitra DHD Terancam Mengalami Kerugian

Tampak mobil dan anggota polisi yang dikerahkan berjaga di depan kantor DHD di kawasan Sako Palembang , Selasa (5/10)(BP/IST)

Palembang, BP- Sejumlah mitra yang ikut menanamkan modal investasi ikan lele organik di Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia, Palembang yang beralamat di Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju Palembang mulai khawatir.

Terlebih kasus penipuan ini sudah dilaporkan ke Polda Sumsel beberapa hari lalu. Sebagian mitra, Selasa  (5/10) mendatangi kantor perusahaan tersebut

H Mustafa asal Kabupaten OKI berinvestasi di kolam ternak lele organik Rp 5,8 miliar dengan menjual kebun sawit di Bangka Belitung.

Mustafa mengaku ikut berinvestasi karena keuntungan yang ditawarkan sangat besar kepada seluruh mitra.”Saya sampai jual kebun sawit untuk ikut DHD ini, nilai uangnya mencapai Rp 5,8 miliar,”kata Mustafa saat mendatangi kantor DHD, Selasa (5/10).

Ia menanamkan investasi pertama kolam  sebanyak 500 kolam, 1 kolam uang yang harus disetor kepada DHD Rp 10 juta.”kolam ini ada atas nama pribadi maupun ada atas nama keluarga besar,”ujar Mustafa.

Baca:  Tertipu Investasi Lele Organik, Mitra Datangi Kantor Koperasi DHD Farm

Ia mengaku masuk DHD sejak bulan februari tahun 2021,pencairan berjalan dengan lancar sejak April-juni tahun ini namun awal Juli hingga sekarang pencairan macet.

Pencairan 1 kolam Rp 960 ribu per periode, 1 periode itu 40 hari.”Karena keuangan DHD lagi tidak baik, maka saya tidak mesti dibyarar Rp 900 ribu namun Rp 200 ribu juga tidak apa-apa,”kata Mustafa.

Ia mengaku DHD tidak perlu memberikan Rp 960 ribu per periode namun cukup dengan Rp 200 ribu, uang tersebut untuk merawat lele yang ada di kolam hingga ternak.”Kalau tidak ada uang otomatis akan banyak kerugian yang bakal ditanggung,”kata Mustafa.

Selama menjadi mitra DHD dengan dua katagori investasi yaitu kolam dan KPSU dirinya baru menerima 2-3 kali pencairan dengan total berkisar Rp 900 juta.

Mitra DHD berinisial JS mengaku telah menanamkan investasi kolam ikan lele organik Rp 10 juta. Uang untuk itu didapatkan dari meminjam uang bank.”baru 4 kali cair, jadi masih banyak nian duit kami di DHD,”katanya.

Baca:  Laporan Mitra Investasi Ikan Lele Diarahkan ke Perdata

Informasi yang berkembang ada sekitar 11 ribu mitra DHD yang tersebar di 23 kabupaten kota. Dengan jumlah kolam ikan lele sekitar 30 ribu.

Dirut DHD Farm Indonesia Medi Siswanto, mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik untuk mitra.

Ia berharap semua mitra bersabar, mengingat keuangan DHD Farm Indonesia mengalami penurunan sehingga membuat Keuangan DHD terganggu.

“Keuangan DHD saat ini tidak stabil, karena diduga ada penyelewengan oleh Direktur utama terdahulu atas nama Dodi Sulaiman dan Direktur Keuangan yang lama bernama Irma, dan kami manajemen sudah melaporkan penyelewengan tersebut ke Polda Sumsel pada1 Oktober 2021,”kata Medi, Selasa (5/10)

Sebelum persoalan ini mencuat, pihaknya meng-klaim telah melakuan analisis sejak september 2020 – mei 2021 DHD mengalami kerugian Rp 55 miliar.

“Selama 9 bulan kami melakukan audit, jika audit dilakukan lebih dahulu maka kerugian diprediksi akan lebih besar lagi,”kata Medi.

Baca:  Tertipu Investasi Lele Organik, Mitra Datangi Kantor Koperasi DHD Farm

Pihaknya berjanji akan tetap melakukan pembayaran meski tidak dengan kewajiban selama ini.”Ini bentuk tangung jawab kami kepada mitra,”kata Medi seraya tidak menyebutkan angka nominal yang akan dibayar kepada mitra.

Namun pembayaran kewajiban tetap dilakukan secara teknis sebagaimana dilakukan selama ini.”Kami memohon kepada seluruh  mitra dan berharap kembali normal sedia kala,”tukasnya.

Banyaknya mitra DHD yang datang ke kantor tersebut membuatnya harus mendapatkan pengamanan dari petugas kepolisian Polsek Sako.

“Sesuai instruksi dari dari Polrestabes kita menurunkan sebanyak 70 personil dari Polsek dan di-backup oleh Polda,” kata Kapolsek Sako AKP Rian Suhendi, SIK.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...