Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Bertahan Karena Tuntutan Gaya Hidup

Pengamat Sosial UIN Raden Fatah Palembang Ustadz Dr Ulil Amri Lc. (BP/IST)

Palembang, BP – Maraknya prostitusi bukan hanya tersebar di kawasan kota, melainkan juga melalui daring seperti menggunakan aplikasi percakapan tertentu. Mereka yang terjerumus dalam prostitusi juga beragam usia dan latar belakang.

Pihak kepolisian sendiri sudah beberapa kali berhasil mengungkap kasus ini dan memenjarakan pelakunya terutama dari kalangan mucikari.

Salah satu faktor kenapa banyak kalangan muda yang harus melakoni profesi sebagai Pekerja Seks Komersial karena tuntutan life style atau gaya hidup yang konsumtif sehingga melahirkan beban tersendiri.

Pengamat Sosial dari UIN Raden Fatah Palembang Dr Ahmad Syukri M.Si mengungkapkan kalau budaya pertemanan dan lingkungan sosial yang konsumtif mengakibatkan banyak mengambil jalan pintas dalam mencari uang.

Baca:  Dinsos Palembang Gencarkan Razia Anjal dan Gepeng

“Harusnya figur orang tua dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Orang tua harusnya mampu menjadi contoh berprilaku dan berkehidupan yang sesuai norma sosial dan keagamaan,” ujar Ahmad Syukri kepada Berita Pagi, Selasa (5/10).

Menurut Syukri, penting juga literasi keagamaan yang menyentuh pada esensi dasar beragama yang humanis, bukan hanya terbatas hanya pesan dogmatis yang minim pemahaman sosial.

Baca:  Pemkot Akan Keluarkan Aturan Masyarakat Tidak Boleh Pelihara Anjing Lebih Dari 5 Untuk Cegah Penyebaran Rabies

 

 

“Literasi keagamaan yang tidak hanya berisikan larangan dan hukuman, tapi bagaimana agama bisa menjadikan sebagai manusia yang berakhlak mulia dan memiliki harga diri tinggi,” tambahnya.

Terpisah, Ustadz Dr Ulil Amri Lc memandang prostitusi sebagai bentuk kejahatan yang berdampak dalam tatanan sosial.

Karenanya dalam beberapa ayat Al Quran dan Hadits jelas menyatakan larangan berzina dan merupakan dosa besar.

Baca:  Langgar Perda, Satpol PP Palembang Bongkar 15 Bangunan Liar

“Masalah prostitusi ini sudah ada aturannya, oleh karena itu selaku tokoh masyarakat dan tokoh agama kita harus lebih bahu membahu serta mendorong pemerintah setempat dan penegak hukum untuk bisa memberlakukan aturan yang melarang prostitusi. Negara bertanggungjawab untuk memberantasnya,” ujar Ustadz Ulil Amri yang juga Ketua Umum Forum Dai Ekonomi Sumsel ini. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...