Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Jambret HP Anak Polisi, Dua Pelaku di Tembak

Unit 3 Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menangkap pelaku jambret HP anak polisi, Dadang (30) beserta pelaku penadah hasil curian Rustam Effendi (40), di rumah mereka masing- masing. Ironis pelaku Dadang terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur dan melawan petugas saat hendak ditangkap, Sabtu (2/10).(BP/IST)

Palembang, BP- Unit 3 Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menangkap pelaku jambret HP anak polisi, Dadang (30) beserta pelaku penadah hasil curian Rustam Effendi (40), di rumah mereka masing- masing. Ironis pelaku Dadang terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur dan melawan petugas saat hendak ditangkap, Sabtu (2/10).

Pelaku Dadang, yang berprofesi juru pakir ini tercatat sebagai warga Jalan Soak Simpur Lorong Sejahtera Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sukarami Palembang, hanya bisa menahan rasa sakit akibat sebutir timah panas bersarang di kakinya, sementara pelaku Rustam Effendi warga Jalan Kebon Sayur Kecamatan Sako Kelurahan Sukarami Palembang ini hanya bisa terdiam. Keduanya diamankan bersama barang bukti satu unit hp OPPO dan satu unit sepeda motor Suzuki smash warna hitan dengan nomor polisi BG 3037 ZM.

Penangkapan kedua pelaku ini berawal dari laporan korban Lenny yang mana anaknya telah menjadi korban jambret, saat korban berada di TKP jalan Naskah III Lorong Melinjo Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu (15/8) sekitar pukul 08.30 handpone.

Atas dasar laporan tersebut, pihak kepolisian dalam hal ini Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, langsung melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Mengetahui keberadaan pelaku Dadang pemain tunggal ini. Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan langsung memerintahkan Kanit 3 Jatanras AKP Putu Suryawan SIK, untuk melakukan penangkapan pelaku jambret tersebut.

Baca:  Minggu Ke-2 Agustus, Polda Sumsel Ungkap 41 Kasus  Narkoba Dengan 52 Tersangka

Pelaku Dadang berhasil ditangkap di rumahnya, karena melawan diberi tindakan tegas terukur. Dari nyanyian pelaku Dadang jika handpone korban telah dijual kepada kenalannya Rustam. Petugaspun kembali dengan gerak cepatnya berhasil menangkap pelaku Rustam. Dari catatan pihak kepolisian ternyata pelaku Dadang ini merupakan spesialis jambret yang sudah 4 kali beraksi. “Ini pelaku jambret yang sudah 4 kali beraksi. Namun, yang kita ambil untuk LP-nya di Polda hanya ada satu LP yang kita lakukan sidik, untuk BB satu unit hanpone dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi, kita juga berhasil mengamankan 480 nya di Rustam,” kata  Kasubdit III Jatanras Kompol CS Panjaitan didampingi Kanit 3 AKP Putu, Selasa (5/10).

Baca:  Polda Sumsel Berangkatkan 100 Personel Satbrimob ke Papua 

Menurutnya  jika pelaku jambret yang diamankan ini merupakan pelaku jambret HP anak seorang polisi. “Untuk korban jambret memang ada anak polisi, pelaku ini sudah empat kali melakukan perampasan handpone, khususnya di wilayah Sukarami, modus pelaku sudah membaca situasi, jika sepi langsung beraksi,” katanya.

Sementara itu, Pelaku Dadang dengan menahan rasa sakit, mengakui jika dirinya sudah empat kali beraksi jambret seorang diri, dan uang hasil rampasan digunakan untuk judi game online jenis sloot. “Yang saya rampas HP semua, sudah empat kali yaitu di Kuburan Cina, di Soak, di Naskah dan di Sukarela. Hp saya jual berkisar Rp 700 hingga Rp 300 ribu, uangnya untuk main game judi online sloot,” katanya.

Sementara pelaku Rustam, hanya bisa pasrah ketika dirinya ditangkap. Di hadapan penyidik dirinya mengaku jika handpone yang dibeli dari pelaku Dadang untuk anaknya sekolah daring. “Karena dia nawari handpone jadi saya beli, untuk anak belajar online,” katanya.

Baca:  Lima Personil Satbrimob Polda Sumsel Emban Tugas Misi Minusca di Afrika Tengah

Atas perbuatanya pelaku Dadang dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal 7 tahun maksimal 12 tahun penjara, sementara pelaku Rustam dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara 4 tahun.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...