Ultimate magazine theme for WordPress.

74 Ekor Satwa Dilindungi di Lepasliarkan  Ke Habitat Oleh BKSDA Sumsel

Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan  (Sumsel) melepas liarkan atau translokasi 74 ekor satwa dilindungi jenis burung ke habitat aslinya di Indonesia Timur diantaranya Maluku, Papua dan Papua Barat.(BP/IST)

Palembang, BP– Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan  (Sumsel) melepas liarkan atau translokasi 74 ekor satwa dilindungi jenis burung ke habitat aslinya di Indonesia Timur diantaranya Maluku, Papua dan Papua Barat.

Satwa tersebut berjenis burung kakak tua raja, kakak tua jambul oranye, nuri kepala-hitam, burung mambruk, kadal, soa payung, dan jenis lainnya.

Ini diterbangkan ke tiga kota di wilayah Indonesia melalui terminal Cargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Selasa (5/10).

Satwa asli dari Indonesia Timur ini merupakan hasil tangkapan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polisi Daerah Sumatera Selatan berada didalam mobil Hi Ace dengan nomor polisi B-7084-TDB yang terparkir di jalan Bypass Soekarno Hatta Palembang, Rabu (29/9) lalu.

Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnubarata mengatakan, setelah diidentifikasi jumlah awal satwa yang diamankan Polda Sumsel ini 114 ekor terdiri dari delapan satwa yang dilindungi dan satu satwa yang tidak dilindungi karena bukan dari Indonesia.

Baca:  Polda Sumsel Bersama LSM Liga Masyarakat Cinta Kesehatan Gelar Baksos

“Selama proses pengecekan atau dalam proses pengangkutan, cara membawa dan mempackingnya membuat hewan hewan ini stress, sehingga ditemukan 40 ekor diantaranyanya mati,”  katanya, Selasa (5/10).

Menurutnya , pelepasan satwa dilindungi tersebut sebagai upaya kerjasama dalam menjaga dan melestarikan satwa dilindungi yang ada di Indonesia. “Kita terlebih dahulu melukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua hewan ini, sebelum dilepaskan ke habitannya,” katanya.

Dari survei pasar gelap, lanjut Ujang mengungkapkan bahwa perdagangan satwa dilindungi tersebut harganya sekitar Rp300 juta. Namun perdagangan pasar gelap satwa di luar negeri harganya bisa tiga kali lipat dari harga jual didalam negeri.

Baca:  Wakapolda Sumsel Cek Pos Penyekatan di Dekranasda Jakabaring Palembang

“Diluar negeri total harga satwa ini bisa mencapai Rp 1,3 milyar ini merupakan tantangan kita bersama untuk membongkar penjual satwa dilindungi, karena harga yang ditawarkan sangat mengundang orang untuk melakukan nya,” katanya.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel Rahmat Sihotang menambahkan  satwa asli dari Indonesia Timur tersebut merupakan hasil tangkapan Ditreskrimsus Polda Sumsel yang saat itu berada didalam mobil Hi Ace dengan nomor polisi B-7084-TDB yang terparkir di jalan Bypass Soekarno Hatta Palembang, Rabu (29/9).

“114 satwa yang dilindungi berdasarkan informasi dari masyarakat pada 6 September 2021 akan melewati Jalan Soekarno Hatta menggunakan mobil Hi Ace,” katanya.

Berkat laporan tersebut, kita langsung bergerak cepat dan langsung mengecek ketempat kejadian, lalu dibenerkan adanya mobil yang dicurigai tersebut.

Baca:  Kapolda Sumsel Resmikan Renovasi Mapolsek Plaju

“Pada saat itu petugas tidak langsung melakukan penggeledahan namun lebih dulu melakukan pemantauan, berharap ada orang yang datang menghampiri mobil itu,” katanya.

Setelah beberapa waktu melakukan pemantauan mobil terlihat tampak bergoyang, kemudian petugas langsung mendekat dan menggeledah mobil bernopol Jakarta tersebut.

“Lalu petugas menemukan puluhan kandang berisikan hewan-hewan tersebut. Namun tidak ada orang dalam mobil tersebut,” katanya,

Dengan adanya temuan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan supaya bisa dilakuan tindak lanjutnya.

“Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel saat ini masih terus menyelidiki terkait informasi pemilik dari kendaraan mobil tersebut termasuk diduga pelakunya,” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...