Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Perempuan di Partai Politik Hanya Jadi Pelengkap Penderita

Direktur Executive Women Crisis Center (WCC) Yeni Roslaini Izi (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Kaum perempuan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih banyak yang potensial maju dalam bidang legislatif  namun sering  kaum perempan tidak diberi kesempatan oleh Partai Politik (Parpol).

“ Saya berharap partai politik sudah mulai mendudukkan perempuan dakan struktur kepengurusan  partai politiknya tapi bukan sebagai pelengkap penderita 30 persen kepengurusan tapi kaum perempuan harus duduk dalam posisi strategis, misalnya menjadi sekjen, Wakil Ketua atau Ketua Partai Politik,” kata  Direktur Executive Women Crisis Center (WCC) Yeni Roslaini Izi, Senin (4/10).

Dalam dunia politis Yeni melihat kaum perempuan hanya digaet  untuk memobilisasi massa , hanya melengkapi syarat harus 30 persen keterwakilan perempuan di dalam kepengurusan parpol dan ini yang harus di ubah.

“ Political will dari pengurus  partai politik baik dari tingkat pusat hingga daerah sampai kabupaten kota harus berpihak kepada perempuan, mendudukkan perempuan yang potensial  pada posisi  yang strategis , jangan jadi pelengkap penderita seperti jadi pengurus yang enggak punya akses untuk menimba pengetahuan dan keterampilan dan parpol harus melibatkan kaum perempuan dalam pelatihan peningkatan kapasitas  yang diadakan pemerintah atau dari organisasi yang memberikan peningkatan kapasitas bagi perempuan berpolitik,” katanya

Baca:  SA Supriono Jabat Pj Sekda Sumsel, DPRD Sumsel Tunggu Pembahasan APBD Perubahan 2021

 

Selain itu menurutnya untuk menciptakan keterwakilan perempuan didunia politik  bukan hanya dari kalangan perempuan saja tapi juga adanya dukungan dari semua pihak termasuk dukungan dari keluarga, dukungan dari para laki-laki.

“ Ini penting agar keterwakilan perempuan itu bisa mencapai 30 persen bahkan lebih sebenarnya,”katanya.

Selain itu menurutnya perempuan juga harus berani mengatakan, kalau dirinya mampu menjadi pemimpin.

“ Dan ingat politik itu bukan ranah yang kejam, bukan sesuatu yang tidak bisa di akses oleh perempuan sebenarnya , karena perempuan itu sebenarnya punya pengalaman bagaimana dia bisa mengelola rumah tangganya , lingkungan sekitar , sebenarnya dia punya dasar untuk itu, tinggal dukungan  dari masyarakat terutama dari keluarga , kalau dia sudah berkeluarga bisa dukungan dari suami, terutama dukungan dari pemerintah, ini menjadi penting agar perempuan bisa mengakses politik dan bisa terlibat  dalam dunia politik  dan bisa menjadi  anggota DPRD tadi sesuai dengan peraturan minimal 30 persen,” katanya.

Baca:  Sumbangan Komite Memberatkan Wali Siswa, Dewan Bakal Panggil Kadinas Sumsel

Dan dia menyarankan kaum perempuan mulai saat ini mulai banyak membaca, berpengetahuan karena  modalnya bukan hanya fisik  tapi kemampuan agar perempuan bisa terpilih dalam kancah perpolitikan di Sumatera Selatan .#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...