Ultimate magazine theme for WordPress.

Keberadaan Anak Jalanan di Kota Palembang Masih Tetap Eksis

Beberapa Anak Jalanan yang Terjaring Razia Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Senin (4/10). (BP/Ric)

Palembang, BP – Keberadaan anak jalanan di Kota Palembang masih menjadi masalah sosial masyarakat yang tidak habis-habisnya.

Anak jalanan sering kali tidak hanya membuat keamanan dan ketertiban menjadi terganggu tapi juga dapat memicu tindak kriminal dijalanan sehingga banyak pengguna jalan menjadi tidak nyaman dengan keberadaan mereka.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial, Korban Tindak Kekerasan dan Perdagangan Orang Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Yudhi Irawan mengungkapkan beberapa faktor yang membuat keberadaan anak jalanan di Kota Palembang masih tetap ada.

Ia mengatakan tugas untuk meminalisir keberadaan anak jalanan ini merupakan tugas kita bersama, tidak cukup hanya pemerintah disitu, dibutuhkan juga peran serta masyarakat dan organisasi-organisasi yang memberikan edukasi terhadap masyarakat Kota Palembang agar tidak memberikan pemberian apapun di setiap persimpangan lampu merah di Kota Palembang. Hal itulah yang membuat keberadaan anak jalanan itu tetap ada, itu yang krusial.

Kemudian Faktor-faktor lainnya yaitu faktor ekonomi yang membuat mereka mencari kebutuhan di luar dan terakhir faktor lingkungan, dimana mereka terpengaruh dengan keberadaan dan situasi lingkungan, mereka terasa nyaman dilingkungan tersebut kemudian mereka ikut gerakan mungkin ada juga organisasi-organisasi semacamnya, dan mereka terpengaruh dari lingkungan tersebut.

“Tiga faktor itu yang menyebabkan keberadaan anak jalanan masih tetap eksis meski sudah berkurang,” ujar Yudhi Irawan kepada Berita Pagi, Senin (4/10).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa keberadaan anak jalanan saat ini ini beda tipis dengan yang peminta-minta, keberadaan mereka tidak hanya mengganggu ketertiban namun juga sudah minta-minta uang kepada masyarakat pengguna jalan.

“Sekarang ini tidak ada perbedaan lagi anak jalanan dengan peminta-minta. Jadi upaya yang kita lakukan yakni melakukan pembinaan, sosialisasi, memanggil pihak-pihak keluarganya, mensosialisasikan Perda tentang anak jalanan itu sendiri, sampai menerapakan pembinaan dan sanksi,” jelas Yudhi.

Terkait sanksi bagi anak jalanan, Yudhi mengatakan sudah tertulis di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang No. 12 Tahun 2013 Tentang Anak Jalanan.

“Sanksi sampai final itu bisa berupa denda atau pidana kurungan, sebagaimana yang tertulis dalam perda itu tertulis sanksi pidana 3 bulan kurungan dan denda 50 juta,” pungkasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...