Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Hibah Untuk Puslatpur  TNI AD di Martapura Terealisasi Hanya Rp 7 Miliar

Antoni Yuzar (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Tahun 2020 Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD di Martapura, Batu Raja, Kabupaten  Ogan Komering Ulu (OKU) mengajukan hibah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp20 Miliar.

Namun terjadi mis komunikasi karena entah kenapa hanya terealisasi hanya Rp7 Miliar sehingga realisasinya ditunda di tahun ini namun akan direalisasikan di tahun depan.

“ Ada mis komunikasi disitu sehingga belum terealisasi, jadi Rp7 miliar itu tapi anggarannya dialihkan  tapi tahun depan janji sekda dan hasil keputusan Komisi I  agar Pemerintah Provinsi menganggarkan lagi, karena Puslatpur itu kebanggan bagi kita juga, tapi nantinya anggarannya  itu berdasarkan perhitungan-perhitungan  kebutuhan pokok merekalah kita bantu, karena tempat lain juga dibantu,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar, Minggu (3/10).

Selain itu  termasuk tehnis menurut politisi PKB ini  tergantung  komunikasi pihak Puslatpur dengan  Biro Pemberintahan Pemprov Sumsel.

Baca:  Ketidakhadiran Walikota Palembang di Rapat Pulau Kemaro, Jadi Catatan DPRD Sumsel

Sedangkan untuk hibah Kodam II Sriwijaya menurutnya sudah terealisasi  semuanya Rp40 Miliar.

“ Tapi soal hibah kemarin bukan di komisi I waktu itu masih di komisi III, Komisi I baru tahun ini membahas hibah, kami ini melanjutkan saja, dulu hibah di Komisi III semua tapi sekarang dimasing-masing OPD,” katanya.

Prinsipnya menurut Antoni, hibah harus ada kemampuan Pemprov Sumsel lalu di utamakan untuk kebutuhan daerah dulu.

“ Jika semuanya cukup,  boleh kita bantu hibah kepada pihak ketiga lainnya misalnya pemerintah pusat yang ada  di wilayah Sumatera Selatan boleh dianggarkan  tapi yang punya kita cukup dulu  dan itu memang harus di bantu, saat kita melakukan kunjungan ke Puslatpur TNI AD di Martapura kemarin wajib diberikan bantuan hibah namun karena kendala komunikasi , mungkin kurang nyambung juga ditunda  tahun ini , tahun berikutnya Insya Allah,” kata pria yang berlatar belakang pengacara ini.

Baca:  DPRD Sumsel Sayangkan Pajak BPHTB di Kota Palembang

Apalagi menurut Antoni fasilitas penunjang di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) saat ini sangat tidak layak.

“ Komisi I sempat melakukan kunjungan ke Puslatpur TNI AD di Martapura beberapa waktu lalu, memang kemarin tidak layak disana, jadi waktu kita lihat fasilitas yang ada disana kurang memumpunilah apalagi pimpinan disana adalah seorang jenderal kalau dulu Letkol,” kata mantan anggota DPRD Palembang ini.

Baca:  DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Tentang Perubahan  Peraturan DPRD Sumsel No 22 Tahun 2020

Saat kunjungan,  Antoni mengaku mereka di terima di tempat yang biasa saja di Puslatpur TNI AD di Martapura.

“ Padahal Puslatpur TNI AD di Martapura adalah tempat latihan perang terbesar di Asia, tiga kabupaten itu , “ katanya.

Atas dasar itu  pihak Puslatpur TNI AD di Martapura mengajukan hibah ke Pemprov Sumsel .

“ Terakhir kalau tidak salah mereka (Puslatpur TNI AD di Martapura) mengajukan  Rp20 miliar tadinya lebih dari itu  untuk membangun fasilitas seperti rumah komandannya tidak layak lagi , dan untuk membangun fasilitas yang penting-pentinglah disana,” katanya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...