Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Era Digital Kita Harus Lebih Produktif

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang diselenggarakan pada Jumat (1/10) dengan mengangkat tema “HIdup Produktif di Era Digital”.(BP/IST)

Palembang, BP- Era digital  harus membuat  kita  lebih produktif di era yang serba digital ini?

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI tak henti melakukan upaya mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui gerakan Literasi Digital. Seperti yang dilakukan melalui program Webinar

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang diselenggarakan pada Jumat (1/10) dengan mengangkat tema “HIdup Produktif di Era Digital”.

Webinar yang secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, yang sengaja bertujuan mencerdaskan  masyarakat Indonesia ini, tetap diselenggarakan dengan memberikan fasilitas gratis kepada seluruh peserta bahkan para peserta diberikan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo dan juga bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher menarik dari panitia.

Dukungan penuh pun diberikan Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota Palembang H Harnojoyo SSos yang dengan setiap menjadi Keynote Speech pun pada kesempatan ini tetap antusias menyemangati peserta webinar yang mayoritas warga kota Palembang. “Saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah pencerahan. Bijak gunakan media dan makin cakap digtal Indonesia. Saya sebagai Walikota Palembang sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dimulai pada Mei 2021 dan berakhir hingga Desember 2021 mendatang,” ujarnya.

Dimoderatori Lingga Zahran, para narasumber yang tampil di antaranya Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), M Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID), Dra. Poniyem, M.Pd. (Kepala UPTD. BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan) dan Ika Mardiana, M.Pd (Kepala Perpustakaan SMP Negeri 6 Palembang).

Tak lupa, Lingga Zahran pun membangkitkan semangat Cha-cha Annisa sebagai key opinion leader. Pembawa acara TV One yang juga sebagai dosen dan moderator di berbagai acara ini tak segan berbagi pengalaman dan tips kepada 1036 peserta yang kali ini pun sangat antusias mengikuti webinar. “Banyak pengalaman saya selama menjadi penyiar dan juga sebagai dosen. Terkait masa pandemi yang melanda dunia tentunya kita terkena dampaknya namun itu tidak boleh membuat kita patah semangat. Justru kita terus bangkit dan hidup produktif apalagi era digital ini memungkinkan untuk itu,” katanya.

Begitu juga dengan narasumber pertama Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), M Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID). Dengan berbagai pengalaman yang dimilikinya. Sebagai ahli di dunia digital (Digital Access Programme Adviser) sebuah lembaga terkemuka di Indonesia (British Embbassy Jakarta), banyak pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan Karlina pada kesempatan ini. Tips, warning serta beberapa pengetahuan praktif dibagikannya tanpa segan kepada para peserta webinar dalam rangka pengayaan pengalaman dan pengetahuan peserta.

Baca:  Pendidik Dituntut Cerdas dan Cakap Digital

Begitu pula dengan narasumber kedua yang selama 20 menit waktu yang diberikan moderator Lingga Zahran dimanfaatkan M Muhaimin, S.IP, MA untuk berbagi ilmu.  CEO Nextup ID ini tak segan berbagi pengalaman dan tips tentunya dalam rangka menjadi cerdas dan produktif di era digital ini. “Jangan ragu untuk selalu memanfaatkan dunia digital namun tentunya dengan tetap menaati rambu-rambu yang ada. Plus minus tentu ada namun dengan cerdas bermedia digital mudah-mudahan kita akan selalu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Muhaimin.

Dra. Poniyem, M.Pd. (Kepala UPTD. BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan) pun pada kesempatan ketiga sebagai narasumber memaparkan banyak hal. Dra Poniyem  memulai pemaparan dengan dua pertanyaan yaitu Apakah pesatnya kemajuan TIK saat ini menyebabkan kita lebih produktif? atau sebaliknya? Dan apakah budaya digital yang kita lakukan sudah sesuai dengan karakter bangsa kita?

Problematika Sosial Budaya menurutnya, di antaranya modernisasi, westernisasi dan peran pendidikan.  Selanjutnya, dampak positif dari era digital di antaranya  Informasi lebih cepat dan mudah diakses, Tumbuhnya inovasi, Meningkatnya kualitas SDM, Munculnya berbagai sumber belajar dan Munculnya e-bisnis. Sebaliknya, dampak negative juga terjadi di antaranya Perilaku Instan (serba cepat, mudah), Ancaman pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual, Ancaman terjadinya pikiran pintas (anak kurang konsentrasi, Ancaman penyalahgunaan pengetahuan dan Interaksi tanpa batas ruang dan waktu

Bagaimana  penerapan budaya digital yang diharapkan? Menurut Poniyem, Indikator budaya digital di antaranya Penguatan karakter, Internalisasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dan Digitalisasi kebudaayaan dan cinta produk dalam negeri.

Baca:  Gunakan Sosmedmu Lebih Bijak dan Cerdas

Ika Mardiana, M.Pd (Kepala Perpustakaan SMP Negeri 6 Palembang) yang menjadi narasumber pamungkas pada kesempatan ini pun berbagi ilmu. Membawakan meteri dengan tema “Hidup Produktif Di Era Digital” Ika memaparkan materi selama 20 menit.

Dimulai dengan memaparkan materi tentang konsep etika yang disebutkannya berasal dari agama, filosofi dan budaya. “Secara sederhana, etika adalah system prinsip-prinsip moral yang mempengaruhi bagaimana orang membuat keputusan dan menjalani hidup mereka. Selanjutnya, Generasi Digital memerlukan Etika Digital atau Network Etiquette (Netiket) untuk aktualisasi diri. Sebaliknya, Etika Digital adalah kemampuan individu untuk menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola bermedia digital dalam kehidupan sehari-hari. Etika Digital dibuat dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lainnya, “ ujarnya.

Ika juga menyebutkan dampak yang terjadi dari era digital di antaranya pembentukan karakter pada anak.  Untuk itu Ika menganjurkan beberapa hal yang perlu diketahui orangtua di antaranya Pahami efek informasi terhadap anak dan remaja. Pahami bahwa media digital merupakan sarana aktualisasi diri. Pahami bahwa usia mampu menjadi agent of change. Dan pahami bahwa aktualisasi di ruang digital perlu dilakukan secara aman.

Etika yang pelu dimiliki antara lain Pemilihan kata yang tepat saat berkomunikasi,  Tidak menyinggung, Tidak memberikan informasi rahasia,  Bertanggung jawab pada apa yang diposting, Tetap menjaga kesopan santunan dan Tidak menyebarkan informasi tidak benar. “Urgensi netiket, Yakni kita semua manusia bahkan sekalipun saat berada di dunia digital. Kedewasaan merupakan hal penting Ketika sedang berlancar di dunia digital. Hadirkan semangat literasi pada setiap aktivitas di ruang digital,” katanya.

Tiga nilai penting dalam menggunakan media digital; Pengembangan kreativitas , Kolaborasi nilai yang dibawa media digital, dan Kritis dalam berpikir.  Sebaliknya, Etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan teknologi antara lain Menggunakan fasilitas teknologi untuk melakukan hal yang bermanfaat. Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara ilegal. Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke dalam sebuah sistem.

Baca:  Media Sosial Sebagai Sarana untuk Belajar Online

Ranah digital memberikan ruang negative dan positif, di antaranya Kebaikan yaitu sebagai  Sumber Informasi , Menjadi sarana pendidikan selama pandemic, Memudahkan kita memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, ruang negative atau keburukan di antaranya hoaks, pelecehan seksual dan kebocoran data pribadi. Sanksi pun bisa kita terima di antaranya sanksi sosial dan sanksi hukum. Sanksi Sosial berupa teguran atau bahkan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat. Demikian pula bila terjadi pelanggaran netiket, maka sanksi yang akan diterima bisa dikucilkan dari kehidupan masyarakat digital. Sanksi Hukum yaitu perangkat-perangkat hukumlah yang akan berbicara tentang sanksi yang diberikan, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik,” kataya.

Webinar ini dibuka moderator dengan dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Selanjutnya dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.
Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1036 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi peserta pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan di webinar selanjutnya, masyarakat masih tetap setia menjadi peserta dalam rangka pencerahan dalam program Webinar Nasional Literasi Digital Kemenkominfo 2021 khususnya di kota Palembang,” ujar Suryati Jumat (1/10).

Selanjutnya, webinar Literasi Digital Kemenkominfo RI akan digelar kembali pada Senin 4 Oktober 2021 mendatang.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...