Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Palembang Fokuskan Restorasi 21 Anak Sungai untuk Atasi Banjir

Wali Kota Palembang Harnojoyo saat melakukan pertemuan dengan komunitas anak sungai bersama Balai Besar Wilayah Sungai, Kamis (30/9). (BP/IST)

Palembang, BP – Permasalahan banjir di Kota Palembang masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah setempat.

Faktor yang menyebabkan masih terus terjadinya banjir ini diantaranya masih banyaknya anak sungai di Kota Palembang yang sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan banjir setiap curah hujan tinggi.

Padahal anak sungai difungsikan sebagai salah satu media tampung dan resapan air.

Namun nyatanya banyak yang perlu direstorasi untuk mengembalikan fungsinya. Oleh karenanya, Pemkot Palembang saat ini bersama Balai Besar Wilayah Sungai tengah melakukan restorasi Sekanak Lambidaro dengan anggaran Rp398 miliar.

Baca:  Palembang Kelebu, BMKG: Sumsel Beralih ke Musim Hujan

Diketahui dari 11 Km setidaknya sudah ada 500 meter selesai. Mulai dari eks Ramayana sampai Transmart.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Palembang Harnojoyo saat melakukan pertemuan dengan komunitas anak sungai bersama Balai Besar Wilayah Sungai, Kamis (30/9).

“Selain itu, ada 21 daerah aliran sungai yang menjadi fokus kita kedepan untuk dikembalikan fungsinya,” katanya.

Satu anak sungai di antaranya sedang dalam tahap proses restorasi yakni, Sungai Tawar 29 Ilir.

Baca:  Kantor PWI Sumsel Kebanjiran

Harnojoyo mengakui, untuk merestorasi 21 sungai itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, untuk menata satu sungai saja membutuhkan anggaran hampir Rp400 miliar.

“Untuk satu sungai butuh Rp398 miliar. Kita akan upayakan tidak hanya ABD, APBN saja tetapi juga jika ada BUMN yang bersedia juga bisa,” ujarnya.

Harnojoyo mengatakan, upaya ini juga untuk mengembalikan Palembang sebagai Venesia dari Timur. Sungai sebagai pengendali banjir, alat transportasi dan pusat ekonomi.

Terutama di musim penghujan akhir-akhir ini ditemui banyak genangan air. Ia mengaku jika restorasi anak sungai sebagai salah satu infrastruktur yang disiapkan.

Baca:  8 Kecamatan dan Kelurahan di Lubuklinggau Diterjang Banjir

“Selain itu, kita sudah punya pompanisasi Sungai Bendung dengan kapasitas 36.000 liter perdetik sudah mampu mengurasi 17 titik genangan,” tukasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...