Ultimate magazine theme for WordPress.

Bawa Senpira ke Café, Febri di Tangkap

Kedapatan membawa senjata api rakitan (senpira) jenis revolver berikut lima amunisi, Febri Fitriyan (25) warga Jalan Sultan Syahril, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, ditangkap Mapolsek Ilir Barat 1, Minggu (26/9) malam di areal parkir salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan IB I, Palembang.(BP/IST)

Palembang, BP- Kedapatan membawa senjata api rakitan (senpira) jenis revolver berikut lima amunisi, Febri Fitriyan (25) warga Jalan Sultan Syahril, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, ditangkap pihak Mapolsek Ilir Barat 1, Minggu (26/9) malam di areal parkir salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan IB I, Palembang.

Febri yang merupakan warga Jalan Sultan Syahril, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang nekat mengacungkan senpi rakitan jenis revolver itu pada Minggu (26/9) dini hari sekitar pukul 01.30.

Baca:  Pencuri Kabel Panel Tiang LRT Ditangkap Polisi

Kapolsek Ilir Barat 1 Kompol Roy A Tambunan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Arlan Hidayat mengatakan, bermula saat terjadi keributan sesama pengunjung di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Pelaku saat itu mau melindungi dirinya, sekaligus melerai kerusuhan dengan menunjukan senpinya,” kata  Kompol Roy, Selasa (28/9).

Lanjut Kompol Roy menjelaskan, Polsek Ilir Barat I mendapatkan laporan bahwa ada seorang pengunjung membawa senpi. “Kami langsung bergerak cepat. Setibanya di TKP kami menutup gerbang, sehingga pengunjung tidak bisa keluar. Kami kemudian mengecek rekaman CCTV di TKP dan terlihat pelaku membuang senpinya. Setelah kami cari, akhirnya ketemu tidak jauh dari TKP,” katanya.

Baca:  Polrestabes Palembang Tangkap Pelaku Jambret Hingga Kejahatan Modus Gembos Ban

Kompol Roy mengungkapkan, dari keterangan pelaku saat di introgasi anggota bahwa pelaku mendapatkan senpi tersebut dari tempatnya bekerja di Sungai Baung, Kabupaten Kabupaten OKI. Atas ulahnya dikenakan pasal 1 ayat (1) UU darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara.

 

Febri mengaku menyesal dan mengakui perbuatannya.

“Saya mendapatkan senpi tersebut ditempat saya bekerja dulu di Sungai Bangung, saya mendapatkannya di dalam gudang dan saya simpan selama satu tahun,” katanya.

Ditanyai sudah berapa kali menggunakan senpi tersebut, pelaku mengaku tidak pernah menggunakannya. “Saya hanya membawanya untuk berjaga-jaga saja dan tidak pernah digunakan,” katanya.#osk

Baca:  Pelaku Penikaman Siswi di Tangkap

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...