Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Ngaku Polisi, Tersangka Curas Truk CPO Ditembak


Dua dari tiga tersangka berhasil diamankan petugas unit reskrim Polsek Ilir Timur (IT)-2 dipimpin Iptu Firmansyah. Kedua tersangka, Hendra Saputra (21) dan Mgs Ahmad Khuzairi (29) diamankan di rumah mereka masing-masing, Minggu (26) malam.(BP/IST)

Palembang, BP- Masih ingat dengan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang dialami seorang sopir truk CPO, Wawan (55) warga yang sempat viral di media sosial awal September lalu .

Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban, akhirnya dua dari tiga tersangka berhasil diamankan petugas unit reskrim Polsek Ilir Timur (IT)-2 dipimpin Iptu Firmansyah. Kedua tersangka, Hendra Saputra (21) dan Mgs Ahmad Khuzairi (29) diamankan di rumah mereka masing-masing, Minggu (26) malam.

Dari pengakuan kedua pelaku, otak aksi curas ini adalah Ra (DPO) yang merupakan pecatan anggota Polri.

Namun, karena melawan dan berusaha kabur ketika hendak ditangkap, salah satu tersangka, Ahmad Khuzairi di tembak di  betis kanannya.

Baca:  Anggota Jatanras Polda Sumsel Gadungan Diamankan

“Saat ini kami masih memburu tersangka Ra yang diduga mengotaki aksi curas ini,” kata  Kapolsek IT-2, Kompol Yuliansyah, Senin (27/9).

Menurut Yuliansyah, modus operandi yang dilakukan para tersangka berpura-pura menjadi polisi yang mencari para sopir yang mengangkut CPO yang seringkali “kencing” (buang minyak) di sepanjang jalan lintas Palembang-Prabumulih. Yang oleh para tersangka, korban dibuntuti dan dihentikan di tengah jalan sebelum sampai ke tujuan.

“Termasuk terhadap korban Wawan yang membawa CPO dari PT Surya Bumi Argo Langgeng di Pendopo PALI, tujuannya ke PT Sinar Alam Permai di 3 Ilir.

Di tengah perjalanan sebelum tiba di lokasi truk yang dibawa korban dihentikan dibilang mereka anggota dan tahu korban tadi ngencing minyak di Prabumulih,”  katanya.

Baca:  Polisi Gadungan Ditangkap

Saat kejadian yang terjadi pada 1 September 2021 silam sekitar pukul 22.00  itu korban yang merasa terancam langsung turun dari truk dan masuk ke dalam pagar PT Adovelin Raharja di Jalan Bambang Utoyo Kelurahan 3 Ilir.

“Tapi oleh ketiga tersangka yang mengaku sebagai anggota polisi kepada security PT Adovelin dan berhasil membawa korban berkeliling dengan kendaraan yang dibawa ketiga tersangka,” katanya.

Di dalam mobil, korban dimintai uang damai sebesar Rp5 juta, namun hanya disanggupi korban Rp2 juta.

Setelah itu, korbanpun menghubungi anaknya untuk meminta ditransferkan uang tersebut ke rekening salah seorang tersangka.

Dan setelah salah seorang tersangka, Khuzairi mengecek di ATM di depan Hotel Citra Prabumulih dan mengambil uang senilai Rp1,9 juta.

Baca:  Anggota Jatanras Polda Sumsel Gadungan Diamankan

Setelah itu, korbam oleh ketiga tersangka langsung di turunkan begitu saja di tepi jalan raya depan kantor Walikota Prabumulih di Desa  Pangkul.

Kedua tersangka  melanggar Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 13 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Hendra mengaku mereka diajak oleh Ra yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi.

“Kami tidak tahu kalau dia itu sudah dipecat sebagai polisi, makanya ketika dia ngajak kami mau ikut. Selain ini sudah ada dua kali kami melakukannya di jalan lintas timur,” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...