Ultimate magazine theme for WordPress.

Gunakan Uangmu Untuk Investasi Masa Depan

Webinar  Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar, Sabtu (25/9) pukul 09.00 dengan tema “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online” memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang mana yang lebih bijak dari dua pilihan ini.(BP/IST)

Palembang, BP- Gunakan uangmu untuk investasi masa depan . Hindari belanja online untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting

Hal tersebut terungkap dalam Webinar  Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar, Sabtu (25/9) pukul 09.00 dengan tema “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online” memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang mana yang lebih bijak dari dua pilihan ini.

Di bagian awal webinar moderator Hikmatun Hasanah membuka acara dengan mempersilahkan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, kesempatan diberikan kepada Keynote Speech, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika serta kepada Walikota Palembang H Harnojoyo selaku keynote speech yang pada kesempatan ini juga memberikan motivasi kepada peserta webinar. Tak lupa, Chacha Annisa yang dengan semangat di kesempatan ini berbagi tips dengan para peserta. Pembawa acara TV One yang juga memiliki aktivitas lain seperti dosen dan moderator ini  tak hanya berbagi tips tapi juga berbagi pengalaman dirinya terkait dengan topik yang disajikan pada kesempatan webinar kali ini.

Webinar yang diprakarsai Kemenkominfo RI dengan menampilkan empat narasumber di antaranya , Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta),  Dedi Fahrudin, M.I.Kom (Dosen Komunikasi & Broadcasting, GM DNKTV & Radio RDK UIN Jakarta), H. Suparman, S.Pd., M.Si (Kepala SMK Negeri 1 Palembang) dan Fida Muthia, S.E., M.Sc (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya) dengan moderator Hikmatun Hasanah.

Narsum pertama Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) selama 20 menit memaparkan budaya digital yang dihubungkan dengan pilihan menabung atau belanja online. “Ada beberapa catatan saya bahwa adanya kemauan dan keinginan tapi sekarang ini orang lebih cenderung ke keinginan. Dalam konteks kelimuan di UIN maka barang yang dibeli berdasarkan keinginan kemudian terbengkalai maka ini bagian dari mubazir dan teman setan. Jadi pada saat menuruti keinginan maka itu bagian dari intervensi setan. Selanjutnya menjadi masyarakat dengan budaya digital.  Kita sekarang di era digital jadi bagaimana menjadi masyarakat. Ada tiga yang dibahas antara lain menerapkan budaya digital. Selanjutnya, capaian dan target belajar. Kita harus benar-benar bijak mana yang lebih penting mana yang kita dapatkan informasi,” ujarnya.

Definisi budaya dari berbagai sumber juga dipaparkan narsum ini. Dunia digital harusnya bisa membantu kegiatan secara positif. Selanjutnya, catatan penting dalam diri yaitu apakah layanan-layanan itu sudah sesuai dengan kita. Efektivitasnya seperti apa dari sisi efisien dan efektifnya. Selanjutnya, di era digital kita harus punya identitas diri yang jelas. “Para pendiri Negara kita sudah wariskan Pancasila sebagai landasan kehidupan yang baik sekali. Sila persila sudah jelas tergambar. Sila ke1 misalnya, sudah bisa dijabarkan pada saat kita berinteraksi di dunia digital. Indonesia dibangun berdasarkan nilai-nilai ketuhanan,” kata Ali seraya juga menjabarkan sila persila dalam Pancasila.

Baca:  Cerdas Memilih Informasi di Ruang Digital

Di akhir penjelasan, Ali berbagi tips antara lain jangan latah karena ikut-ikutan orang lain padahal tidak cocok dengan kita. Selanjutnya, iming-iming mengiurkan dengan harga murah.

Selanjutnya, pemateri kedua, Dedi Fahrudin, M.I.Kom (Dosen Komunikasi & Broadcasting, GM DNKTV & Radio RDK UIN Jakarta) yang juga selama 20 menit memaparkan materi tentang Keamanan Digital. “Data dari tahun 2021 awal saya paparkan dari 274 juta penduduk Indonesia memiliki 354,3 juta gadget. 73 persen penduduk Indonesia menggunakan internet. Ini peluang dan tantangan bagaimana mempergunakan internet untuk masing-masing keperluan tergantung dari posisi yang bersangkutan misalnya pelaku usaha yang berpikir bagaimana internet jadi peluang usaha. Tapi ada kenyataan yang tak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia pengguna internet tinggi namun kurang dalam hal literasi digital,” kata Dedi.

Ia juga mengatakan tawaran menggiurkan belanja online atau menabung? Simpan sekarang atau belanja kemudian, ini salah satu tips yang ditawarkan Dedi. Menurutnya, ketika ada uang atau dana bagi pelajar atau pegawai sebaiknya tabung dulu. Selanjutnya, buat skala prioritas bahwa belanja sesuai kebutuhan “need atau kebutuhan atau kebutuhan? Lalu ada pertanyaan lagi, prioritaskah? Jadi harus tahu juga karakteritas diri kita terkait bahan yang akan dibeli,” tambah Dedi yang juga memaparkan beberapa manfaat menabung antara lain belajar hidup hemat, memiliki cadangan keuangan, mencegah berutang, investasi jangka panjang dan melatih hidup sederhana.

Suparman, S.Pd., M.Si (Kepala SMK Negeri 1 Palembang) sebagai pembicara lokal dari Palembang kali ini pun memaparkan materi secara gamblang selama 20 menit. Berbagai hal dipaparkan Suparman terkait dengan beberapa pengetahuan baik tentang seputar program yang ada di dunia digital serta ilmu teori dengan kecakapan digital. “Coding merupakan keahlian dalam membuat suatu program dengan cara menyusun code, menguji, mengedit, memperbaiki (debug), dan memelihara kode guna membangun suatu program yang terstuktur pada komputer. kemampuan coding dibutuhkan di suatu Industri untuk meyusun dan memback-up data secara cepat dan tepat,” kata Suparman yang juga memaparkan plus minus alasan orang belanja online.

Menurutnya, ada pertimbangan efektivitas waktu dan kesempatan maka masyarakat tertarik belanja online. Banyaknya promo dengan hadiah mengiurkan juga menjadi penyebab orang belanja online. Banyak pilihan pembayaran di online juga membuat masyarakat memilih belanja online. Selanjutnya varian barang yang lebih lengkap membuat orang juga tertarik belanja online. “Saya selaku pendidik, dengan kemajuan digital ini maka kita harus pandai membaca peluang. Digital marketing sebagai kecakapan memaknai informasi dari berbagai tipe dan sumber. Selanjutnya, skill apa dari digital yang kita tangkap sebagai sebuah prospek,” ujar Suparman.

Selanjutnya, ia juga memaparkan Kemampuan Membangun dan Mengembangkan suatu web diperlukan oleh suatu perusahan agar terlihat profesional. dengan adanya web resmi perusahaan, suatu perusahaan dapat memberikan informasi yang jelas seperti founder, alamat, kontak, email, dan sebagainya dapat membuat pelanggan lebih mudah untuk menggunakan layanan atau produk perusahaan tersebut. Skill UI dan UX Design sangat berperan penting dalam menentukan nilai akhir dari suatu produk dengan meningkatkan daya guna, aksesbilitas dan efisiensi untuk pengguna. Kemampuan ini dibutuhkan perusahaan dalam meningkatkan kepuasan costumer. Project Management yaitu kemampuan sesorang dalam memanagemen suatu project dari awal perancangan hingga finishing. Seseorang yang handal dalam Project Management dipercaya oleh suatu perusahan dalam mengerjakan suatu project dilihat dari  LMS maupun Visimisi. Kemampuan App Development dibutuhkan dalam proses pembuatan aplikasi dari awal hingga peluncuran, yang ditujukan kepada customer agar dapat diakses dengan mudah.

Baca:  Majukan Dunia Pariwisata Melalui Peran Media Digital

SEO adalah Proses meningkatkan sistem peringkat situs agar mudah dijangkau dan menghemat waktu dalam proses pencarian pada Search engine dengan tujuan meningkatkan pengunjung

Pengetahuan tentang dan Word sangat diperlukan di Era Digital, dengan memiliki pengetahuan akan fitur-fitur pada excel dan word seseorang mampu melakukan suatu pekerjaan dengan mudah dan cepat. Copywriting merupakan teknik penulisan yang bertujuan menarik pembaca, Seorang Copywriter mampu menunjukan keunggulan suatu produk dengan cara mempromosikannya dengan semenarik mungkin sehingga dapat menyaingi kompetitor. “Di Era sekarang kita banyak menemukan Influencer yang sedang mempromosikan suatu produk dengan menggunakan social media, skill seperti ini juga dibutuh oleh prosahaan untuk melakukan marketing melalui social media,” kata Suparman lagi. Pemateri keempat,  Fida Muthia, S.E., M.Sc (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya) yang juga memaparkan materi selama 20 menit tentang “Nabung atau belanja online”. Excel

Fida memaparkan kenapa masyarakat tergiur belanja online, itu ada beberapa alasan di antaranya murah, mudah, banyak pilihan, bisa langsung melihat bentuk fisik barang yang diinginkan. Sebalinya, di balik belanja online ada beberapa hal seperti Scarcity Impulse —–> “Kapan lagi dapat diskon sampai 60%?!”  ada juga The Dopamine Effect —–> “Nagih! Lagi dan lagi! Jika belanja yang bukan kebutuhan maka akan mendapatkan konsekuensi akibat di antaranya buang uang dan buang waktu,” kata Fida yang juga  tidak melarang belanja online tapi dirinya menyarankan belanja dengan catatan dan skala prioritas juga, sebagian uang sisihkan juga untuk menabung. “Untuk apa? Sebagai Dana Darurat, Dana Pensiun  dan  dari sisi .Target Personal/Mimpi. Sulit memang mengerjakan ini tapi harus dilakukan.  Berapa yang harus ditabung? —> 30% dari pendapatan —> Pendapatan naik, maka tabungan juga naik. Jadi tidak seluruh uang harus ditabung,” katanya lagi.

Di bagian akhir Fida Muthia berbagi tips bagaimana cara menabung karena memang menabung sulit dilakukan? “Sisihkan 30% dari penghasilan bulanan, Pisahkan antara  Kebutuhan vs , Pisahkan rekening tabungan dan selanjutnya Anggarkan untuk belanja online dengan catatan tidak mengganggu pengeluaran untuk kebutuhan lain,” tambahnya.

Baca:  Pelajar dan Guru Harus Terampil Belajar Daring

Webinar gratis  100 Persen bahkan peserta mendapatkan  E-sertifikat dari Kementerian Kominfo RI. Selain itu ada hadiah voucher menarik untuk 10 peserta.Lebih seru lagi, Moderator memandu acara dengan menghadirkan juga beberapa keseruan misalnya akan memberikan kesempatan kepada penanya terbaik untuk langsung berinteraksi dengan para narasumber.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 959 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum). “Alhamdulilah, antusias masyarakat untuk cakap digital terus terjaga. Peserta hari ini sebanyak 959 dari berbagai kalangan merupakan bukti adanya tanggapan positif dari masyarakat terkait literasi digital yang diprogramkan pemerintah melalui Kemenkominfo RI,” ujar Suryati.

Suryati juga menyampaikan bahwa webinar kembali akan digelar pada Senin, 27 September 2021 pukul  09.00-12.00 dengan topik “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak” dengan menampilkan beberapa narasumber Narasumber Uli Hartati Panggabean (Blogger, Content Creator), Nida Nidiana (Higher Primary Academic Coordinator Sekolah Madania), Dra. Hj. Nasriah, M.M. (Kepala SMA Negeri  9 Palembang) dan Rahmawati, M.Pd. (Kepala SMP Pusri Palembang).

Pendaftaran melalui tautan :https://s.id/lidigpalembang27september, Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/4209362077.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...