Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Polda Sumsel Bekuk Pasutri Pengedar Ribuan Kosmetik Ilegal


Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel menggagalkan peredaran ribuan kosmetik ilegal tanpa izin edar sekaligus membekuk pasangan suami istri (pasutri) Linda Astika (27) dan suaminya Supriadi (31), warga Sriwijaya Raya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang dimana keduanya berperan sebagai pemilik barang sekaligus pengedarnya.(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel menggagalkan peredaran ribuan kosmetik ilegal tanpa izin edar sekaligus membekuk pasangan suami istri (pasutri) Linda Astika (27) dan suaminya Supriadi (31), warga Sriwijaya Raya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang dimana keduanya berperan sebagai pemilik barang sekaligus pengedarnya.

Para pelaku juga memikat pembelinya dengan menggelar undian  dengan hadiah berbagai macam hadiah menarik.

Pasutri ini dibekuk di Jalan  Balayudha, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang beserta barang bukti kosmetik Masker whitening sebanyak 2.287 pot, masker komedo apel hijau sebanyak 35 pcs, masker komedo taro sebanyak 68 pcs, masker komedo strawberry sebanyak 72 pcs dan masker komedo lemon sebanyak 142 pcs. , Senin (6/9) sekitar pukul 20.00.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany melalui Wakil Direktur (Wadir) Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Fery Harahap didampingi Kanit 1 Kompol Hadi Syaefudin SE MH mengatakan, bahwa terungkapnya kasus ini karena anggotanya berhasil memancing sehingga terungkaplah kasus komestik ilegal ini.

Baca:  Gerak Cepat Kapolda Sumsel Pada Dijah  Gadis Kecil Penderita  Hidrosephalus

 

“Kita melakukan undercoverbuy dengan cara memesan secara online melalui Facebook. Karena pelaku Astika menawarkan kosmetik tersebut di media sosial , setelah dilakukan undercoverbuy polisi langsung bergerak ke rumah pelaku dan mengamankan barang bukti lainnya,” katanya, Kamis (23/9).

 

Untuk modus operasi pasutri  menjualnya melalui media sosial (medsos) Facebook kemudian berlanjut di pesan WhatsApp.

Setelah deal, komestik ilegal diantar ke pembeli oleh sang suami Supriadi dengan menggunakan mobil Toyota Calya nopol 1521 MP.

“Selain mengamankan kedua pelaku, anggota kita turut mengamankan barang bukti berupa komestik masker whitening sebanyak 2.287, masker komedo apel hijau sebanyak 35 pcs, masker komedo taro sebanyak 68 pcs, masker strawberry sebanyak 72 pcs, dan masker komedo lemon sebanyak 142 pcs,” katanya.

Baca:  Profil Irjen Pol Toni Harmanto, Kapolda Sumsel yang Baru

Mereka ini, menurut dia, baru satu tahun mengedarkan komestik ilegal di Palembang. “Kedua pelaku kita kenakan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara, sesuai dengan perbuatannya,” katanya.

Selain itu menurutnya, pelaku juga memikat pembelinya dengan menggelar undian  dengan hadiah berbagai macam hadiah menarik.

Keduanya dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 Ayat 2 dan 3 dan/atau Pasal 197 jo Pasal 106 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan/atau tindak pidana Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau Jasa.

“Yang tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 huruf a dan/atau huruf d UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” katanya.

Baca:  Kapolda Sumsel  Tinjau Pelaksanaan Uji Kesamaptaan Jasmani Bintara dan Tamtama Polda Sumsel

Setelah kasus ini dipublis menurutnya para korban bisa melapor kepada aparat kepolisian untuk di tindaklanjuti aparat kepolisian.

Tersangka Linda mengaku menjual barang ilegal tersebut melalui Facebook dan berlanjut pesan WhatsApp untuk pemesanan hingga mengantarkan barang.

“Saya pesan barang ini melalui online, dan menjualnya kembali di Palembang baru satu tahun terakhir. Dalam penjualannya, saya dibantu suami untuk mengantarkan pesanan tersebut,”  katanya.

Sedangkan suaminya Supriadi mengatakan sehari hari dirinya berkerja membantu kakaknya di rumah makan dan bantu istri mengantarkan kosmetik tersebut ke pembeli.

“1 tahun ini pembelinya di Palembang , rata-rata ibu-ibu, karena murah,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...