Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Polda dan Pemprov Sumsel Sepakat Pertahankan Zero Konflik dengan Pertemuan Hybird Bupati dan Walikota


Focus Group Discussion (FGD)  Yang di Gelar Polda Sumsel di Ruang Rekonfu Polda Sumsel, Kamis (23/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema Meningkatkan Sinergitas  Dalam Pemeliharaan Situasi Kamtibmas  di Wilayah Provinsi Sumsel di Ruang Rekonfu Polda Sumsel, Kamis (23/9).

Gubernur Sumsel H Herman Deru tampil sebagai narasumber dengan judul   “Sumsel Zero Konflik Menuju Sumsel Maju Untuk Semua”.

Herman Deru mengapresiasi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Hermanto yang telah menginisiasi gelaran FGD tersebut.

“Saya terimakasih atas inisiatif yg luar biasa dari Kapolda Sumsel yang telah mengadakan acara pada hari ini. Semoga ini menjadi refrensi kita semua untuk bersama membangun sinergi. Sebab ini juga merupakan salah satu upaya kita semua untuk mempertahankan Zero Konflik di Sumsel,”ujarnya

Bahkan Herman Deru dan Kapolda Sumatera Selata Irjen Pol. Drs. Toni Hermanto akan memperluas upaya pertahanan zero konflik dengan pertemuan hybird bersama Bupati dan Walikota se-Sumatera Selatan.

“Nanti juga akan kita perluas lagi dengan mengundang seluruh kepala daerah, Bupati, Walikota, mulai dari tokoh, kepala suku,forkopimda, sampai dengan bhabinkamtibnas Se-Sumsel secara hybird mungkin nanti ada yang datang langsung maupun secara virtual,” katanya

Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan merupakan satu daerah yang mempunyai potensi konflik. Meskipun begitu HD meminta semua jajaran yang terkait untuk tetap mewaspadi adanya konflik.

“Sumsel ini kan salah satu daerah yang bukan berpotensi konflik tapi kita tetap harus waspada, meskipun begitu konflik juga bisa datang dari persoalan apa saja bisa dari ekonomi, bisa juga dari segi ego dan kesukuan, karena overthingkin personal yang membawa-bawa dan itu harus kita redam,” tegasnya

Baca:  Judi Sabung Ayam Dalam Kebun Sawit Digrebek Polda Sumsel

Tak hanya diskusi terkit pertahanan zero konflik saja, dalam acara FGD tersebut juga berdiskusi mengenai penanganan pandemi covid-19 dan program vaksinasi.

Herman Deru tegaskan dalam menghadapi pandemi ada 3 pokok permasalahan yang perlu diperbaiki, diantaranya permasalahan sosial, persoalan ekonomi, dan kesehatan.

“Setelah kurang lebih satu setengah tahun kita dilanda pandemi covid-19, selama itu juga kita disibukan dengan berbagai penanganannya. Dalam hal ini kita perlu menyelesaikan 3 pokok utamanya yakni mulai dari pemulihan ekonomi, sosial, dan kesehatan,” katanya.

Herman Deru juga meminta Satgas Covid 19 yang bertugas baik dari pihak TNI, Polri, dan Nakes untuk menegapkan kedisiplinan dengan lebih tertib.

“Didalam FGD ini juga, saya meminta segala yang bertugas dalam penanganan covid 19 lebih menegapkan kedisiplinan protokol kesehatan untuk masyarakat juga tentunya,” katanya.

Baca:  Pelajar Ini Jadi Korban Begal di Depan Makam Pahlawan

Herman Deru juga mengatakan, program vaksinasi di Sumsel terus diadakan  sesuai dengan anjuran Pemerintah Pusat.

“Soal vaksinasi juga kita terus kita efektifkan, mungkin juga kendalanya tetap sama yaitu suply vaksin dari Pusat. Begitu vaksinnya datang saya langsung intruksikan untuk segera suntikan,” katanya.

Herman Deru berpesan agar acara seperti ini tetap terus dilaksanakan. Karena menurutnya dari kegiatan seperti FGD tersebut merupakan wujud dari sinergisitas antar instansi vertikal.

“Saya minta juga acara seperti ini  terus dilakukan, dan kita perluas ke Kabupaten, Kota di Sumsel karena dari sinilah kita bisa berdiskusi dan menemukan keputusan untuk masyarakat yang kita pimpin,” katanya.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Drs. Toni Hermanto mengatakan FGD ini merupakan upaya Kapolda Sumsel dan jajarannya membangun komitmen dan sinergisitas dengan Forkopimda Sumsel dalam melihat situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibnas) di Wilayah Sumsel dengan membahas isu yang ada dengan konsep Multi Door System.

“Kami undang bapak gubernur dan forkopimda sekalian disini dengan maksud silaturhami dan juga tentunya membangun sinergisitas bersama untuk masyarakat,” kata Toni

Toni Hermanto juga mengatakan akan bekerja sama dengan steakholder untuk menyelesaikan permasalahan yang ada ditengah masyarakat terkait isu-isu sehingga tidak menimbulak masalah di masyarakat.

Baca:  Empat Kapolsek di Palembang Dimutasi

“Kita bersama steakholder terkait mencari solusi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada secara bersama-sama, secara Early Warning yaitu lebih untuk mencegah timbulnya isu-isu agar nantinya tidak menjadi masalah di tengah masyarakat sehingg soluai yang didapat dari FGD mampu mencegah timbulnya masalah lain kedepannya,” katanya.

Turut Hadir dalam acara tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto. MH, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Wakil Ketua I DPRD Prov. Sumsel H. M. Giri Ramanda N Kiemas. SE. MM, Kajati Sumsel Drs. M. Rum ,SH.MH,Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik,MH Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Syamsul Ali. SH. MH, Pengadilan Tinggi Agama Drs. H. R. M Zaini, SH,MH, Danrem 044 Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S.IP, S.Sos, Kabinda Sumsel Brigjen TNI Armansyah, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...