Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Ini Cara  Melawan Perundungan Digital

Suasana Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang, Kamis (23/9).(BP/IST)

Palembang, BP– cyberbullying alias perundungan di dunia digital semakin besar sering terjadi  terutama anak didik yang mengikuti proses belajar secara daring.

“Perundungan di dunia maya ini berupa perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran,” beber Hj Nyayu Nurlaila MPd, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Palembang di hadapan peserta Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang, Kamis (23/9).

Sebagai narasumber ketiga, Nurlaila membawakan materi berjudul “Kenali dan Cegah Cyberbullying di Sekolah”. Lebih lanjut dia mencontohkan macam-macam cyberbullying di sekolah antara lain menyebarkan kebohongan, mengirim pesan ancaman, meniru/mengatasnamakan orang, mengucilkan/menghasut dan melecehkan secara seksual.

Praktik menyimpang cyberbullying di sekolah menurut Nurlaila dapat menimbulkan beberapa dampak negatif. Mulai dari dampak mental, di mana korban akan merasa kesal, malu, bodoh, perasaan gelisah, cemas, menyakiti diri sendiri, dan bahkan percobaan bunuh diri.

Kemudian dampak emosional berupa perasaan malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang disukai, mudah tersinggung bahkan sering marah, susah fokus dalam belajar. Lantas dampak fisik yakni mudah lelah, kurang tidur, atau mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala.

Baca:  Media Sosial Sebagai Sarana untuk Belajar Online

“Dampak lainnya yakni dampak sosial. Korban perundungan biasanya akan menarik diri, tidak suka bergaul, kehilangan kepercayaan diri, tidak mudah percaya terhadap orang lain, lebih agresif kepada teman dan keluarga,” katanya.

Untuk mencegah cyberbullying di sekolah, Nurlaila menyarankan para tenaga pendidik untuk membekali siswa dengan pengetahuan cerdas bersosial media, dan penguatan pendidikan karakter.

“Kembangkan sikap saling menghargai dan toleransi antar sesama, informasikan langkah keselamatan dan etika penggunaan media sosial (medsos) tiap kali penugasan yang membutuhkan penggunaan gawai, serta buka ruang komunikasi yang nyaman namun profesional dengan siswa,”  katanya.

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 17 Palembang Dra Hj Tetrayanti MSi. Dia menjelaskan, berdasardata Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2019, 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Lebih lanjut dia berbagi tips bagaimana menghadapi cyberbullying.

“Jangan membalas/menulis komentar yang sama negatifnya karena akan memperparah situasi. Block dan report komentarnya. Jangan dibaca terus-menerus karena akan membuat sedih. Bersikap terbuka terhadap opini orang lain. Istirahat dari medsos. Matikan gadgetnya sementara dan cari aktifitas lainnya. Jangan memendam sendiri, curhat dengan orang terpercaya,” katanya.

Baca:  Gunakan Sosmedmu Lebih Bijak dan Cerdas

Selain Nurlaila dan Tetrayanti, webinar yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) dengan tema “Upaya Mencegah Menghadapi dan Melawan Perundungan Digital (Cyberbullying)” ini juga menghadirkan dua narasumber berkompeten lainnya yakni Dr Gushevinalti MSi (Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital) dan Uli Hartati Panggabean (Blogger, Content Creator).

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Azzura Intan. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Qonitah Azzahra (Founder @halomentors, Trainer Market Place) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Baca:  Jangan Biarkan Kecanduan Digital Terjadi Pada Anak Kita!

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1659 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Sabtu (25/9) dengan tema “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ali Mansur MA (Akademisi Politik Hukum dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dedi Fahrudin MIKom (Dosen Komunikasi & Broadcasting, GM DNKTV & Radio RDK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), H Suparman SPd MSi (Kepala SMK Negeri 1 Palembang), Fida Muthia SE MSc (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya). #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...