Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Habisi Kakak Kandung, Fauzi Ditangkap


Kapolsek Plaju Iptu Novel Siswandi Kurniawan menunjukkan pisau bayonet dan bambu dari pelaku yang menganiaya kakak kandung hingga meninggal dunia. (BP/IST)

Palembang, BP- Muhammad Fauzi (35) tega menghabisi nyawa kakak kandungnya sendiri M Nur Badarudin (38) dengan cara ditusuk menggunakan sebilah bambu di rumahnya di kawasan Tegal Binangun, Lorong Langgar, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju Palembang, Senin (20/9) sekitar pukul 19:30.

Petugas Unit Reskrim Polsek Plaju, mendapati adanya peristiwa ini langsung menuju lokasi TKP (tempat kejadian perkara) dan langsung menangkap pelaku tak jauh dari TKP.

” Benar adanya kejadian ini, pelaku kita tangkap berselang 1 jam usai kejadian. Saat kita tangkap tak jauh dari sekitar lokasi kejadian,” kata Kapolsek Plaju, Iptu Novel Siswandi didampingi Kanit Reskrim Iptu Wahab Dan katim opsnal Buser Aipda Bambang, saat menggelar perkara di Polsek Plaju,Selasa (21/9).

Menurutnya untuk motif dari peristiwa ini, pelaku dan korban yang masih berstatus kakak adik ini, ribut dipicu sengketa tanah soal sang kakak menebang pokok kelapa milik pelaku dilahan tanahnya.

Baca:  Cangkul Anwar Hingga Tewas Darwin Ditangkap

” Nah oleh hal ininya pelakupun marah dan mendatangi korban, terjadi cekcok mulut dan berujung pemukulan tersebut, yang membuat korban jatuh pingsan dan meninggal dunia,” katanya.

Selain mengamankan pelaku Fauzi, lanjut Novel, anggotanya pun mengamankan barang bukti berupa sebatang bambu, dan sebilah pisau jenis bayonet.

,” Dan atas ulahnya pelaku akan kita jerat dengan pasal penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun penjara” katanya.

Sedangkan Muhammad Fauzi mengakui perbuatan dan menyesal.

Baca:  ART Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa

“Saya tidak ada niat untuk membunuh kakak saya sendiri, saya emosi karena mendengar cerita anak kalau pohon kelapa yang saya tanam di tebang kakak, jadi saya temui dia. Berujung cek cok mulut, memang sebelumnya sudah sering kamu cek cok mulut,” katanya.

Lanjutnya, setelah di lempar dengan sebuah kursi, dirinya sempat mengambil sebatang bambu, “Saya sempat memukul korban dengan bambu namun di tangkisnya. lalu saya unuskan bambu itu ke arah paha dan dada. Saat itu korban terjatuh pingsan, terus saya tinggal kan. Tidak taunya korban meninggal dunia,” katanya.#osk

Baca:  Pembunuhan Kgs Ibrahim Direkonstruksi

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...