Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital


Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang dengan tema “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital” digelar, Senin (20/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Berita  hoaks, ujaran kebencian, posting konten negatif di sosmed semua itu terekam dan dapat di lihat di jejak digital mu. Mau tau lebih jauh tentang rekam jejak di dunia digital ? Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang dengan tema “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital” digelar, Senin (20/9).

Webinar yang tetap digelar gratis ini dimulai pukul 09.00  sampai dengan 12.00  dengan tetap gratis bagi seluruh peserta, bonus e-sertifikat dari Kemenkominfo RI serta hadiah menarik juga dipersembahkan bagi para peserta yang join hingga akhir acara.

Moderator Ayu Amelia yang menghidupkan suasana dengan memberikan kesempatan kepada key opinion leader Elfriday menyemangati para peserta webinar dengan berbagi pengalaman dan kiprahnya di dunia entrepreneur khususnya di bisnis traveler.

Moderator membuka acara dengan  menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Moderator juga pada kesempatan pertama memberikan ruang kepada Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI untuk menyapa salam digital kepada para peserta webinar. Tak lupa setelah itu, keynote speech Walikota Palembang H Harnojoyo pun ikut menyemangati para peserta dengan juga memberikan salam digital.

Masrizal Umar, ST, Chief Marketing Officer PT Spirit Inti Abadi pada kesempatan sebagai narasumber pertama berbagi pengalaman sejak 2016 dirinya sudah mensosialisasikan literasi digital. “Sejak 2016 saya sudah mensosialisasikan literasi digital, dengan banyak belajar dari berbagai sumber misalnya dari Online learning dari India dan Negara-negara lain. Selama ingin belajar bisa mengakses pengetahuan digital,” ujar Masrizal membuka penyajiannya.

Pada kesempatan ini ia juga memaparkan 4 pilar utama yang harus dipahami antara lain cakap, etika, aman dalam bermedia digital. “Gunakan ruang digital dengan positif meskipun penuh dengan kontens negative. Beberapa alat komunikasi digital yang bisa digunakan sesuai peruntukan dan manfaatnya,” tambahnya seraya memaparkan data bahwa saat ini ada 400 triliun transaksi tahun ini digunakan secara digital. “Mari melihat ini dengan penuh optimisme, maksimalkan kegunaan medsos dengan positif. Literasi digital penting dipelajari dengan menggunakan. 4 pilar keamanan yang perlu diperhatikan di antaranya. Gunakan digital untuk mempermudah pekerjaan kita.  Selain itu untuk remaja berkreasi di ruang digital,” katanya lagi seraya menambahkan ada 9 juta digital talent Indonesia masih butuh dalam transformasi digital.

Narasumber kedua,  Cecep Nurul Alam, S.T., M.T,. Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning yang selama 20 menit  yang diberikan moderator juga menyajikan berbagai materi seputar budaya digital. Tips dan beberapa trik juga dipaparkan Cecep sebagai salah seorang ahli di bidang ICT dan e-learning.

Selanjutnya narasumber ketiga, Iswan Djati Kusuma. S.Pd., M.Si. yang merupakan Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan menyajikan materi tentang Budaya Digital dan Tantangannya. “Budaya digital dalam keseharian, defisini budaya digital, dan dampaknya,” ujar Iswan.

Menurutnya, dampak positif budaya digital antara lain Inovasi di berbagai bidang berorientasi pada teknologi digital yang memudahkan pekerjaan , Bermunculan Berita Online , kualitas SDM meningkat, Bermunculan sumber belajar online: perpustakaan online, media pembelajaran online dan diskusi online, bermunculan e-bisnis,e-komunikasi. Sebaliknya dampak negative berupa ancaman Hak Kekayaan Intelektual (plagiarism, Ancaman terjadinya pikiran pintas (berpikir pendek dan kurang konsentrasi) , Ancaman Penyalahgunaan Pengetahuan (Hacking)  dan Penggunaan teknologi informasi sebagai media belajar kurang efektif.

Selanjutnya dampak negative  terhadap anak disebutkan Iswan antara lain sulit bergaul, egois, perkembangan otak anak tidak seimbang, perkembangan bahasa anak dapat tertunda, aktvitas fisik anak berkurang karena waktu tersita dengan memegang ponsel, secara kesehatan terganggu karena sering menahan haus, lapar dan menahan buang air kecil sehingga mengganggu pencernaan anak. Iswan juga memaparkan tentang tantangan digitalisasi dari berbagai bidang seperti bidang politik, bidang teknologi informasi, budaya dan beberapa bidang lainnya.

Pembicara terakhir, Lusi Desdemona, S.Pd., Wakil Kepala SMA Negeri 12 Palembang yang juga menyajikan materi selama 20 menit  tentang Etika Digital. “Secara terminologi, etika menurut Surajiyo (2005) “cabang ilmu yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan yang baik dan buruk. Yang dapat dinilai baik buruk adalah sikap manusia, yaitu yang menyangkut perbuatan, tingkah laku, gerakan, kata-kata, dan sebagainya,”ujarnya.

Lebih jauh ditambahkannya Pendidikan adalah suatu proses pertumbuhan dalam mana individu dibantu mengembangkan daya-daya kemampuannya, bakatnya, kecakapannya dan minatnya. Sejak pandemi Covid-19 (Virus Corona) melanda, mengharuskan dunia pendidikan  memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah Ke rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tak terasa, sudah lebih dari 1 tahun kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) dilaksanakan.  “Efek digital terhadap BRD Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan kemudahan internet memberikan efek positif dan negatif kepada masyarakat. Terasa ada yang hilang selama pembelajaran daring, karena berfokus pada sistem digital, etika dan moral terabaikan, karena hal tersebut kita harus memiliki kebijakan etika digital yang jelas baik sebagai pengguna secara individu maupun secara berkelompok,” katanya.

 

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 611

peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum).

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, webinar diselenggarakan kembali Selasa 21 September 2021 pukul 09.00 dengan topik “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”.

Adapun narasumber antara lain DR. Devie Rahmawati (Peneliti&Pengajar Tetap Vokasi UI),  Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi, Mpd (Akademisi Bid.Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak), Dr. Nurlina, M.M. (Pengawas YPLP-PT PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Dosen Tetap Yayasan Program Pascasarjana Univ. PGRI Palembang) dan H. Heru Supeno, S.Pd., M.Si. (Kepala SMA Negeri 18 Palembang).

Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang21september , Link Zoom:

https://us02web.zoom.us/j/6234447160.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...