Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

 SMB IV Jadi Narasumber  Simposium Nasional Pembelajaran Sejarah III di Palembang


Simposium Nasional Pembelajaran  Sejarah III di Palembang dari tanggal 3 sampai 6 November  2021 mendatang di Hotel Swarnadwipa, Palembang.(BP/IST)

Palembang, BP- Sultan Palembang Darussalam PYM Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo R.M.Fauwaz Diradja,S.H.,M.Kn menjadi salah satu Narasumber dalam acara Simposium Nasional Pembelajaran Sejarah III yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) .

Menurut SMB IV  memastikan dirinya akan juga menjadi salah satu nara sumber dalam Simposium Nasional Pembelajaran  Sejarah III di Palembang dari tanggal 3 sampai 6 November  2021 mendatang di Hotel Swarnadwipa, Palembang.

SMB IV mengakui dirinya bangga dengan adanya kegiatan Simposium Nasional Pembelajaran  Sejarah III di Palembang dari tanggal 3 sampai 6 November  2021.

“ Kita suportlah, dan acara itu dibuka oleh pak Gubernur, kalau kita yang pasti  membahas mengenai sejarah tinggal fokusnya nanti  apakah tentang sejarah Kesultanan Palembang Darussalam atau dalam hal  pemerintahan atau budaya, atau perempuan Palembang, kita tinggal mengikuti aja,” katanya, Minggu (19/9).

Sebelumnya Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumatera Selatan Merry Hamraeny, S.Pd, M.M beraudiensi dengan  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn  di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (29/8).

Baca:  H Dodi Reza Alex Noerdin  Puji Sosok SMB IV

“Tadinya simposium ini akan dilaksanakan tanggal 5  sampai 9 September 2021 namun kondisi di Sumsel  terutama di kota Palembang masih berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kegiatan  diundur dari tanggal 3 sampai 5 November  2021,” kata Merry  didampingi sejumlah pengurus AGSI Sumsel lainnya.

Selain itu masing-masing provinsi akan mengangkat budayanya masing-masing  mewakili 34  budaya seluruh Indonesia .

“ Tadi alhamdulilah sudah banyak masukan-masukan dari Sultan bahwa pelaksanaan ini  dari Kesultanan Palembang Darussalam sangat mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan nanti, karena ini even nasional, jadi guru-guru sejarah itu setiap tahun melaksanakan suatu  kegiatan berkumpulnya guru-guru sejarah berprestasi dari  34 provinsi di Indonesia, nah tahun  kita mengangkat tema ketahanan budaya , “ katanya.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang juga dukungan dari Kesultanan Palembang Darussalam, dinas dan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel termasuk Dinas Pendidikan kota Palembang, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan kota Palembang dan semua stekholder terkait.

Baca:  SMB IV Harapkan Walikota Palembang Kedepan Bisa Jaga Budaya dan Angkat Identitas Palembang

“ Seperti dukungan dari museum-museum juga dukungan dari Balai Arkeologi, dukungan masyarakat pecinta sejarah dan sebagainya dan tidak lupa media  tidak kalah pentingnya karena sesuatu kegiatan apalagi  berskala nasional ini tentu dukungan media sangat kami harapkan disini,” katanya. Mengenai lokasi simposium akan diatur lebih lanjut.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel  termasuk Pemerintah Kota Palembang termasuk salah satunya  memfasilitasi kegiatan ini.

“Karena nanti akan menghasilkan suatu produk karya budaya dari masing –masing 34 provinsi di Indonesia dan tentu akan hadir secara virtual bapak  Menteri pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nabiel Makarim,” katanya.

Mengenai pelaksanaan kegiatan ini pihaknya melakukannya dengan swadana (mandiri).

“ Kami mohon batuan baik dari  Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota  termasuk juga harapan kami besar juga kepada kementrian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui  Dirjen Kebudayaan atau juga melalui Dirjen GTK, nanti yang hadir disini guru-guru sejarah berprestasi se-Indonesia, jumlahnya 100 orang dari 34 provinsi,” katanya.

Baca:  Rangkaian Kegiatan Festival Palembang Darussalam di Mulai, SMB IV  Nilai  Orang Palembang Bisa Kompak

Untuk pelaksanaan simposium pihaknya juga menggunakan dua sistim offine dan online (zoom).

“Karena antusias dari peserta banyak tapi kita yang membatasi, karena  yang mau datang banyak  karena kita terkendala oleh prokes, kita jumlah dibatasi jadi ini  yang membuat kita  artinya jangan sampai orang-orang  yang berkeinginan hadir bisa  saja melalui online atau daring kita memakai fasilitas zoom, seperti pelaksanaan simposium tahun 2020  di Surabaya juga menyelenggarakan pada masa pandemi , pada waktu itu dibatasi berapa orang  yang hadiri ke Surabaya, kita harap pandemi ini  sudah mereda , kita bisa mendatangkan guru-guru sejarah dan sebagainya bisa hadir ke Palembang,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...