Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Ini Cara Antisipasi Cyberbullying

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang kali ini pun berbagi ilmu melalui topik yang digelar “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital (Cyberbullying) yang digelar, Sabtu  (18/9) pukul 09.00 .(BP/IST)

Palembang, BP- Apakah kita pernah melakukan atau jadi korban cyberbullying. Kemenkominfo RI melalui Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang kali ini pun berbagi ilmu melalui topik yang digelar “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital (Cyberbullying) yang digelar, Sabtu  (18/9) pukul 09.00 .

Webinar kali ini dengan menghadirkan narasumber Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA ), Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Isma Nurillah, M.H (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan Muhammad Edwar, M.Pd (Wakil Kepala SMA Negeri 11 Palembang).

Dipandu moderator Mega Nurjayanti, masing-masing narasumber selama 20 menit berbagi ilmu dan tips. Webinar yang digelar tetap gratis bahkan diberikan e-sertifikat dari peserta dari Kemenkominfo RI.Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Moderator yang pada kesempatan pertama memberikan ruang kepada Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI untuk menyapa salam digital kepada para peserta webinar. Tak lupa setelah itu, keynote speech Walikota Palembang H Harnojoyo pun ikut menyemangati para peserta dengan juga memberikan salam digital. Begitu juga dengan Key Opinion Leader kali ini, (@dinivaldiani (Dosen, Pengusaha @kasihbahhairtonic) yang juga memiliki berbagai aktivitas yang menginspirasi para peserta webinar kali ini.

Narasumber pertama Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA ) menyajikan materi tentang apa itu budaya digital, cara menghindari berita-berita hoaks dan tips bagaimana tidak terjebak di dunia digital dengan hal-hal yang negative. Begitu pula dengan narasumber kedua, Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) yang menyajikan materi  tentang keamanan digital berinternet sehat. “Belajar online yang terhindar dari bullying perlu diketahui oleh para orangtua sehingga bisa membimbing anak-anak tidak terjebak dalam cyberbullying,” ujar Ali Mansur yang juga pada kesempatan ini memaparkan tentang penggunaan aplikasi baru yang bisa dipergunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca:  Cerdas Memilih Informasi di Ruang Digital

Selanjutnya, narasumber ketiga,  Isma Nurillah, M.H (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) yang membawakan materi berjudul Perundungan Digital dalam Perspektif Hukum. “Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya termasuk: Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial, Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan, Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka,” katanya.

Isma juga memaparkan beberapa bentuk cyberbullying di antaranya Trolling – pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online, Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau grup pertemanan, Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang, Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang, Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan, Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka, Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual,” tambahnya.

Baca:  Pelajar dan Guru Harus Terampil Belajar Daring

Narasumber keempat, Muhammad Edwar, M.Pd (Wakil Kepala SMA Negeri 11 Palembang) yang kali ini membawakan materi berjudul “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital” dengan memaparkan contoh kasus di beberapa tempat termasuk hasil surveinya di sekolah tempat dirinya mengajar.”Cyberbullying didefiniskan sebagai bentuk intimidasi, misalnya melalui pesan kejam dan gambar yang tidak pantas yang dilakukan seseorang untuk melecehkan korban melalui perangkat teknogi (Rifauddin, 2016). Selanjutnya, menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (dikutip dari Liputan6.com, 26 April 2019), cyberbully berupa kekerasan verbal dan psikis di dunia maya melalui media sosial . Jadi bullying adalah bentuk kekerasan verbal dan  psikis dalam dunia maya dengan menggunakan  teknologi digital,” ujar Edwar.

Ia juga memaparkan tentang dampak yang terjadi pada anak yang terkena cyberbullying antara lain sulit konsentrasi,menyalahkan diri sendiri, menilai diri negatif, kehilangan minat bergaul, menghindari aktivitas sosial, menurunnya prestasi belajar, tidak mau sekolah. Selanjutnya pencegahan dilakukan dengan cara-cara antara lain bekali dengan pengetahuan cerdas bersosial media , kembangkan sikap saling menghargai melalui contoh nyata , buka ruang komunikasi yang nyaman namun profesional dengan siswa , ajarkan siswa tentang etika penggunaan sosial media, “ katanya.

Baca:  Lindungi Hak Cipta di Dunia Digital

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 479 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum).

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan kembali Senin 20 September 2021 pukul 09.00 dengan topik “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital”.

Adapun narasumber antara lain Masrizal Umar, ST (Chief Marketing Officer PT Spirit Inti Abadi), Cecep Nurul Alam, S.T., M.T (Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning), Iswan Djati Kusuma. S.Pd., M.Si. (Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan) dan Lusi Desdemona, S.Pd. (Wakil Kepala SMA Negeri 12 Palembang). Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang20septemberLink Zoom: https://us02web.zoom.us/j/6234447160. #osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...