Ultimate magazine theme for WordPress.

China Ancam ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara

Palembang, BP – China ancam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara.

Hal itu tampak dari video yang beredar di media sosial, dimana Nelayan menyaksikan kapal ‘coast guard’ hingga kapal perang China, berkeliaran mondar-mandir di sana.

Merespons munculnya sejumlah kapal perang China di ZEE tersebut, kini TNI AL mengerahkan lima kapal perang (KRI) secara bergantian, untuk mengamankan Laut Natuna Utara.

Hal itu dibenarkan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, Jumat (17/9).

Ia mengatakan 5 KRI tersebut, akan bergantian melakukan patroli sehingga bisa memantau kapal-kapal yang masuk perairan Indonesia.

“Secara bergantian paling tidak ada tiga atau empat KRI berada di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang,” kata Arsyad.

Tak hanya itu, TNI AL juga akan melakukan patroli udara untuk memastikan situasi di Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Dalam hal ini, Arsyad Abdullah menyatakan TNI AL akan tegas, dalam melindungi kepentingan nasional di wilayah Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum, internasional yang telah diratifikasi.

“Sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara,” kata Pangkoarmada I itu.

Lebih lanjut, Arsyad memastikan saat ini perairan Laut Natuna Utara aman terkendali, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Anadolu Agency.

“Dalam mengamankan laut Natuna utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam di wilayah tersebut,” tutur Arsyad.

Sebelumnya, dari berbagai sumber dikabarkan bahwasannya nelayan Indonesia melihat sejumlah kapal perang China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara pada 13 September lalu.

Salah satu kapal tersebut yakni kapal destroyer Kunming-172. Bahkan, Nelayan tersebut mengaku ketakutan melihat kapal perang yang mondar-mandir di Laut Natuna.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendukung upaya penguatan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam berbagai aspek, seperti sumber daya manusia, dukungan anggaran, dan infrastruktur untuk mengatasi persoalan keamanan laut Indonesia.

“Penguatan Bakamla tidak boleh hanya terbatas pada aspek kelembagaan semata. Namun harus nyata terlihat pada dukungan anggaran, sarana, prasarana, dan peremajaan teknologi pendukung dalam menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab keamanan laut,” pungkasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...