Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Selama Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Palembang Tinggi

Palembang, BP – Kasus perceraian di kota Palembang saat ini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 laporan gugatan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kota Palembang mengalami peningkatan.

Bahkan, hingga bulan September 2021 saja tercatat sebanyak 2000 pasangan suami istri sudah mengajukan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kota Palembang atau meningkat 10 persen.

Dimana jika dihitung rata-rata perbulannya ada 250-300 pasangan suami istri yang mengajukan perceraian.

Menanggapi hal itu, Wali kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, faktor ekonomi disinyalir menjadi pemicu tingginya kasus perceraian yang terjadi.

“Salah satu faktor tingginya kasus perceraian di Palembang dipicu oleh himpitan ekonomi ditengah situasi pandemi. Karena jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus perceraian tahun ini mengalami peningkatan. Tahun kemarin total yang mengajukan perceraian ada sekitar 2000 pasutri, sedangkan tahun ini baru sembilan bulan berjalan, gugatan perceraian yang masuk sudah mencapai 2000an,” ungkap Harnojoyo, Rabu (15/09).

Harnojoyo pun berpesan, kepada para calon pasutri yang ingin menikah agar dapat mempersiapkan kebutuhan lahir dan batin secara maksimal.

“Saya berpesan kepada calon pasutri kalau ingin menikah dipersiapkan dulu kebutuhan lahir dan batin, karena ditengah pandemi saat ini masyarakat miskin semakin bertambah yang berimbas terhadap tingginya kasus perceraian,” ujarnya.

Oleh karena itu, Harnojoyo mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya guna memperbaiki ekonomi rumah tangga agar tidak terjadi perceraian.

Misalnya seperti memberikan kelonggaran dalam berusaha, memberikan pembinaan kepada pengusaha kecil hingga memberikan kredit tanpa bunga dan agunan kepada pengusaha kecil.

Harnojoyo berharap, kegiatan perekonomian dapat kembali berjalan dan kasus perceraian semakin berkurang.

“Melalui program yang kita gencarkan ini, diharapkan kasus perceraian semakin berkurang mengingat faktor ekonomi masih menjadi pemicu meningkatnya kasus perceraian,” tukasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...