Ultimate magazine theme for WordPress.

Dicky Tertangkap Dugaan Kepemilikan Senpi, Keluarga Minta Elita di Bebaskan

Orang tua Elita, Saliya Sukiro (45) didampingi sang Suami, Edi Hartono (49), dan kuasa hukumnya Sapriadi Syamsudin dari kantor Sapriadi Syamsudin dan Patners, Jumat (17/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Tertangkapnya Dicky Tridinata (30) warga Jalan Surya Sakti Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Sukarami Palembang dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) di Polsek Prabumulih Timur beberapa hari lalu disambut baik pihak keluarga Elita Marsela.

Elita sendiri harus terseret dalam  kasus penggelapan mobil rental, yang dilakukan pelaku Dicky hingga membuat Elita harus menjalani hukuman di Lapas Merdeka.

“Kami sangat senang Dicky bisa tertangkap, dan mengakui perbuatannya telah mengkambinghitamkan anak saya dalam kasus penggelapan yang dia lakukan,” ujar orang tua Elita, Saliya Sukiro (45) didampingi sang Suami, Edi Hartono (49), dan kuasa hukumnya Sapriadi Syamsudin dari kantor Sapriadi Syamsudin dan Patners, Jumat (17/9).

Oleh karena itu ia bersama kuasa hukumnya akan meminta keadilan yakni pembebasan bagi Elita, yang didakwa hukuman penjara selama dua tahun dan sudah menjalani hukuman di Lapas Wanita selama sembilan bulan.

“Kami akan meminta keadilan, karena anak kami ini tidak bersalah, dia hanya korban Dicky saja. Sehingga untuk hal ini kami akan menyerahkannya kepada kuasa hukum kami,” katanya.

Baca:  PPKM Mikro Mang Pedeka Serbu Kampung Zona Merah Covid 19 Kota Palembang

Terungkapnya kalau Elita menjadi korban Dicky, karena Saliya Sukiro bersama suami dan kuasa hukum langsung menemui Dicky di Polsek Prabumulih Timur. Saat itu Dicky mengakui perbuatannya, dan membuat surat penyataan yang dia tandatangani diatas materai.

Sementara itu Kuasa Hukum, Sapriadi Syamsudin menambahkan, kalau pihaknya sudah bertemu langsung dengan Dicky di Polsek Prabumulih Timur. Dicky diketahui, ditangkap atas kasus kepemilikan senpi.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja polisi dalam hal ini Polsek Prabumulih, Timur dengan menangkap saudara Dicky. Karena selama dua tahun, pihak keluarga Elita sudah mencari keberadaan Dicky ini,” katanya.

Dicarinya Dicky oleh pihak keluarga Elita, lanjut dia, karena ulahnya yang membuat kliennya harus mendekam di penjara karena divonis selama dua tahun.

Dirinya menjelaskan, bahwa Dicky menggunakan tangan kliennya dengan meminjam identitas KTP nya untuk merental sebuah mobil di tempat rekanan dari Dicky sendiri.

Baca:  Datangi Polda Sumsel, Kuasa Hukum dr Richard Lee Akan Propamkan Oknum Polisi

“Dalam kasus klien kami ini saudara Dicky ini DPO, sehingga dengan tertangkapnya Dicky ini menjadi angin segar untuk bisa membebaskan klien kami yang tidak bersalah. Tidak hanya itu kami juga yakin klien kami bukan korban satu-satunya, tapi masih ada korban lainnya,” katanya.

Atas temuan ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah kongkret dalam mencari keadilan untuk kliennya dengan majelis hakim melakukan peninjauan ulang dalam kasus ini.

“Dengan bukti baru ini kita berharap majelis hakim dalam meninjau ulang keputusannya, dan membebaskan kliennya yang tidak bersalah tersebut. Sedangkan bagi korban lainnya agar untuk segera melaporkan kejadian ke pihak berwajib, pasalnya kasus penggelapan yag dilakukan tidak hal satu kali, tapi banyak,” katanya.

Dirinya menjelaskan, bahwa dalam kasus ini Dicky sebagai otak dari sistem yang dia buat dalam aksi penggelapan yang dilakukannya yang melibatkan rekannya sendiri.

“Dicky akan mencari korban dengan modus dipacari hingga dijanjikan akan dinikahi, termasuk klien kami. Sehingga dengan modus itu dia melancarkan aksinya, dengan menelpon rekannya untuk merental mobil menggunakan KTP kliennya,” katanya.

Setelah mendapatkan mobil dari keterangan Dicky ini dia langsung menjualnya, sehingga pemilik melaporkan sang pemilik KTP.

Baca:  Polda Sumsel dan Jajaran Amankan 50 Tersangka Kasus Narkoba

Tidak hanya itu Dicky pun ambil bagian untuk mendamaikan kejadian itu dengan sejumlah uang, yang apabila tidak mau berdamai akan dipenjara dan dalam keputusan pengadilan mobil akan dikembalikan ke pemilik rental.

“Dengan begitu kita menilai ini merupakan sistematis yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang Dicky ini, sehingga kita akan segera melakukan langkah hukim karena rekanan Dicky ini membuat laporan palsu dalam kasus ini karena Dicky sendiri mengakuinya,” katanya.

Sedangkan Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, pihaknya sedang mencari informasi mengenai hal itu. “Saya cari dahulu berkas itu, karena kejadiannya sudah lama,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...