Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Pusdatarawa Sumsel dan Ilmu Tanah UNSRI Gelar Webinar “Startegi Peningkatan Produktivitas Lahan Rawa Pasang Surut Untuk Pertanian Berkelanjutan”

Palembang, BP – Pusat Data Informasi Daerah Rawa dan Pesisir (Pusdatarawa) Sumatera Selatan dan Ilmu Tanah Universitas Sriwijaya menggelar Webinar tentang “Strategi Peningkatan Produktivitas Lahan Rawa Pasang Surut untuk Pertanian Berkelanjutan” pada Rabu (15/9).

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam webinar tersebut antara lain Prof (R) Dr. Ir. Muhammad Noor, M.S. yang merupakan Penulis dan Peneliti Balittra, Ir. Birendrajana, M.T., yang merupakan Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumberdaya Air Kementerian PUPR, Yosi Utami, S.P., M.PP., M.AP. yang merupakan Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Selatan.

Selanjutnya Narasumber keempat yaitu Dr. Momon Sodik Imanudin, S.P., M.Sc. yang merupakan staf ahli Pusdatarawa dan juga merupakan Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Narasumber Terakhir ada Dr. Ir. Adipati Napoleon, M.P. yang merupakan dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya., serta diskusi ini dimoderatori oleh Dr. Ir. Dwi Setyawan, M.Sc merupakan Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Dalam sambutannya, Kepala Pusdatarawa Sumsel Dr. Ir. Widianto Dwi Surya, M.Sc berharap dari webinar ini dapat dihasilkan rumusan kebijakan yang dapat membantu pemerintah dalam menyusun program pengembangan pertanian di lahan rawa.

“Keberhasilan Sumatera Selatan diharapkan bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Terlebih pemerintah saat ini lagi membangun food estate di Kalimantan Tengah. Pusat Data Rawa selalu siap untuk menjadi mitra,” ujarnya.

Terkait peningkatan produktivitas pertanian di lahan rawa, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Abdul Mali Sadat Idris, ST. Meng dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan dan pengelolaan rawa untuk budidaya salah satunya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar daerah pengembangan rawa.

“Karenanya kita harus bijak untuk menghitung produktivitas tidak hanya berdasarkan volume (tonase) produk pertanian yang dihasilkan dalam setiap satuan luasan lahan rawa, melainkan yang juga tidak kalah penting dari itu adalah berapa produktivitas dalam satuan nilai ekonomi (nilai satuan uang ≈ kesejahteraan petani) yang dapat dihasilkan dari setiap luasan rawa budidaya,” kata dia.

Kemudian terkait dengan tema webinar “Strategi Peningkatan Produktivitas Lahan Rawa Pasang Surut untuk Pertanian Berkelanjutan”, ia mengungkapkan rencana food estate di Kab. Musi Banyuasin dapat kita jadikan percontohan bagaimana pengembangan dan pengelolaan rawa secara berkelanjutan.

“Hal itu dapat mewujudkan ketahanan pangan, menjaga kelangsungan fungsi ekologis rawa sebagai sistem penyangga kehidupan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Petani),” ujarnya saat membuka kegiatan webinar tersebut.

Hasil dari webinar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan untuk dapat bertindak dalam memaksimalkan produktivitas lahan rawa pasang surut khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 50% lebih dari luas seluruh wilayah. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...