Ultimate magazine theme for WordPress.

Wow, Ini Jumlah Gaji Krisdayanti sebagai Anggota DPR RI

Anggota komisi IX DPR RI, Krisdayanti. (BP/IST)

Jakarta, BP – Anggota komisi IX DPR RI, Krisdayanti dengan kendaraan politik PDI Perjuangan mewakil dapil Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, Jawa Timur blak-blakan membuka besarnya gaji yang dia terima sebagai anggota DPR.

Krisdayanti diketahui duduk sebagai anggota Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan untuk periode 2019-2024.

Dikanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (13/9/21), Krisdayanti mengungkap besarnya gaji yang diperoleh beserta tunjangan lainnya.

“Kita banyak potongan,” kata Krisdayanti disertai tawa.

“Setiap tanggal 1 (dapat) Rp 16 juta, tanggal 5 (dapat) Rp 59 juta, kalau enggak salah,” terangnya.

Uang sebesar Rp 16 juta itu merupakan gaji pokok yang diperoleh Krisdayanti, kemudian uang Rp 59 juta lainnya merupakan uang tunjangan yang diterima setiap bulan.
Faizal kemudian mendesak Krisdayanti untuk mengungkap besarnya uang tunjangan lainnya yang didapat.

“Lainnya, yang lengkap dong,” kata Faizal.

Krisdayanti kemudian menyebut sejumlah uang yang diperoleh sebagai dana aspirasi dan juga uang kunjungan dapil.
“Dana aspirasi, itu memang wajib untuk kita, namanya uang negara. Dana aspirasi kita itu  Rp 450 juta, 5 kali dalam setahun,” ujar KD.
“Kita juga harus menyerap aspirasi di setiap 20 titik kehadiran kita,” tutur wanita yang akrab disapa KD itu.

“Mohon maaf para senior-senior saya, kalau saya salah. Tapi artinya saya upayakan semaksimal mungkin, saya akan tergetar hati saya kalau tidak menyampaikan tugas-tugas saya untuk nilai-nilai kemasyarakatan,” sambungnya.

Sementara untuk uang kunjungan dapil atau daerah pilih, Krisdayanti mendapat uang sekitar Rp 140 juta.

Saiki kita Rp 140 juta. 8 kali dalam setahun,” ujar Krisdayanti.

Menurut Krisdayanti jumlah itu sudah cukup untuk bisa disalurkan kembali pada masyarakat di daerah pilihannya.
“Namanya sembako dan lain-lain memang sudah ibaratnya kita harus kucurkan seperti air,” ucap KD.

Karena anggaran itu selalu ada, sudah seharusnya wakil rakyat juga selalu ada untuk masyarakatnya.

“Karena bentuk kehadiran kita sebagai anggota memang dibutuhkan setiap saat sebetulnya, bukan saat kita seperti ini, setiap saat,” ujar KD.

“Orang anggarannya ada, kehadiran kita harus ada di masyarakat,” pungkasnya. #rid

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...