Ultimate magazine theme for WordPress.

Oknum Guru Agama di OI , Cabuli 12 Santrinya


Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel)  menangkap pelaku asusila terhadap anak dibawah disalah satu Pondok Pesantren ternama di Kabupaten Ogan Ilir (OI) .(BP/IST)

Palembang, BP- Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel)  menangkap pelaku asusila terhadap anak dibawah disalah satu Pondok Pesantren ternama di Kabupaten Ogan Ilir (OI) .

Pelakunya adalah Junaidi (22) warga Jalan Adam Malik Dusun Trimulyo, Kelurahan Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU Timur, dimana pelaku merupakan  oknum guru agama di Pondok Pesantren tersebut. Setidaknya ada 12 orang anak dibawah umur yang menjadi korban nafsu birahi tersangka yang  dilakukan sejak Juni 2020.

Saat ini tersangka ditahan  di Polda Sumsel. Dalam kasus asusila ini polisi juga mengamankan barang bukti beberapa helai baju korban, ponsel milik tersangka, identitas tersangka dan uang milik tersangka yang digunakan untuk mengiming – imingi para korbannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit IV Renakta Kompol Masnoni mengatakan, terungkapnya asusila ini berawal dari laporan salah satu orang tua murid yang bersekolah di lembaga pendidikan di kabupaten OI

Baca:  Apriyadi Setubuhi Pacarnya Sendiri

“Bahwa benar telah terjadi tidak pidana asusila di salah satu Ponpes Kecamatan, Pemulutan Kabupaten, Ogan Ilir (OI). Dilakukan  oleh guru sekaligus pengasuh Junaidi (22) sejak 2020,” katanya saat menggelar pres release Rabu (15/9).

Berawal polisi menerima laporan dari salah satu orang tua murid bahwa telah terjadi aksi seksual dialami anaknya, menerima laporan tersebut anggota langsung bergerak mengumpulkan barang bukti .

Baca:  Apriyadi Setubuhi Pacarnya Sendiri

Setelah dilakukan  penyelidikan dan bukti bahwa benar tersangka langsung ditangkap.

“Ada beberapa dari 12 orang anak itu berbeda perlakuannya oleh pelaku,  dari keterangan yang kita gali dari tersangka ada enam orang anak mengalami asusila sodomi, sementara sisanya hanya memegang alat kelamin dan melakukan onani tersangka,” katanya.

12 orang anak menurutnya  sudah melaporkan polisi dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah korban yang belum melaporkan kejadian ini.

Sementara bagi orang tua yang anak menjadi korban bisa melaporkan kejadian ini dan identitasnya  akan ditutupkan.

“Sementara modus tersangka kepada anak yakni, dengan cara diiming-imingi,  ada juga yang diancam oleh tersangka,” katanya.

Untuk tersangka polisi menjeratnya dengan pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 huruf E UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara.

Baca:  Pelaku Pencabulan Dua Keponakan di OKI Ditangkap

 

Tersangka Junaidi mengaku melakukan asusila karena penasaran. Hal itu dilakukan sejak Juni 2020 di dalam asrama laki laki.

“Karena penasaran terhadap korban sehingga nikmat melakukan aksi tersebut. Sudah dua tahun mengajar di sana, perbuatan itu dilakukan setahun belakang ini,”  katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...