Ultimate magazine theme for WordPress.

Gunakan Sosmed Lebih Bijak dan Cerdas

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Rabu (15/9) kali ini menyajikan itu. “Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian”. (BP/IST)

Palembang, BP- Menggunakan Sosial Media (Sosmed) lebih bijak dan cerdas membuat ruang digital  menjadi nyaman di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digelar Rabu (15/9) kali ini menyajikan itu. “Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian”.

Webinar yang digelar gratis bahkan diberikan e-sertifikat dari peserta dari Kemenkominfo RI. Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.

Webinar dengan menghadirkan empat narasumber di antaranya  Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA), Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), H. Achmad Rizwan, S.STP., M.M. (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan) dan Benni Taslim, S.E., M.Pd (Kepala Sekolah Methodist 2 Palembang).

Moderator Lovenia Viona Gultom yang pada kesempatan pertama memberikan ruang kepada Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI untuk menyapa salam digital kepada para peserta webinar. Tak lupa setelah itu, keynote speech Walikota Palembang H Harnojoyo pun ikut menyemangati para peserta dengan juga memberikan salam digital. Begitu juga dengan Key Opinion Leader kali ini, Lulu Elhasbu yang juga memiliki berbagai aktivitas seperti Owner Elhasbu Fashion, Spoke Person Wardah Beauty serta aktivitas lain yang menginspirasi para peserta webinar kali ini.

Achmad Rizwan, S.STP., M.M. (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan) yang mendapat kesempatan ketiga sebagai narasumber pada kesempatan ini membawakan materi tentang bagaimana Pemprov Sumsel mendukung gerakan literasi digital di Provinsi Sumsel ini. Rizwan yang pada awal pemaparan menyajikan materi berupa beberapa data seperti para pengguna internet pada awal tahun 2021 yang mencapai 202,6 jiwa jiwa sementara total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. “Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen,” katanya.

Menurutnya, Konsumsi digital meningkat karena beberapa hal di antaranya stay at home, working from home, school from home. Selanjutnya karena sudah terbiasa menggunakan teknologi digital dari sebelum pandemi. “Selain itu, ketersediaan jaringan internet semakin mudah didapat sehingga banyak orang memanfaatkan medsos untuk beberapa hal seperti bersosialisasi, baik antar individu maupun kelompok, dapat dilakukan kapan pun,dan dimana saja tanpa batas waktu juga. tergantung dari koneksi internet kita. Kita juga merasakan manfaat bermedsos yaitu  dapat menemukan teman baru,  juga bisa menyambung tali silaturahmi dengan baik, serta sebagai hiburan,” katanya.

Ada banyak hal menarik  dalam sosial media, misal kita menulis berita di blog, menonton youtube, itu dapat menghilangkan rasa jenuh kita. “Kita juga dapat mencari uang dengan memanfaatkan medsos, Dengan memiliki relasi yang banyak di media sosial, memudahkan kita untuk memulai usaha yang dapat dikenalkan dan dipromosikan ,” tambah Rizwan yang pada kesempatan ini juga menyampaikan beberapa imbauan Pemprov Sumsel terkait bijak menggunakan medsos dan mengikis ujaran kebencian.

Narasumber lain, Benni Taslim, S.E., M.Pd (Kepala Sekolah Methodist 2 Palembang) membawakan materi tentang Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian juga selama 20 menit memaparkan banyak hal mulai dari data pengguna internet di Indonesia, sampai kepada tips bagaimana ujaran kebencian bisa tersebar di antaranya karena perilaku yang kurang hati-hati.

“Karena kurangnya pengetahuan tentang literasi digital, masyarakat langsung forward, karena sulit membedakan mana yang benar, mana yang salah,” katanya.

Faktor lain, Pengetahuan tentang literasi digital tidak dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Selain itu, karena sarana/sumber edukasi tidak dikenal oleh masyarakat,” ujar Benni yang juga memberikan beberapa tips seperti perbanyak bendahara kata, pilih yang positif ketika hendak berinteraksi di dunia maya.

Hindari terlibat, terpancing atau memposting hal-hal yang berhubungan dengan SARA, pornografi dan aksi kekerasan. Kroscek kebenaran berita, paling tidak tanya dulu ke orang yang lebih dewasa, lebih berpengalaman atau orang yang kamu bisa percaya dalam menyaring informasi. Tidak membully karena seharusnya kita memuji. Dan selain itu, data pribadi kamu, jangan disebar ketika suasana hati sedang lepas kontrol.

“Mari bijak dalam bergaul dengan internet, cerdas dalam bersosial media dan jaga kode etik interaksi digital,” katanya.

Sebelumnya, dua narasumber Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA) dan  Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach) yang menjadi pembicara pertama dan kedua, juga memaparkan berbagai hal masing-masing selama 20 menit.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 842 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan orangtua (umum).

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Rabu 15 September 2021 pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 dengan materi tentang “Kecanduan Digital, No! dan Produktif: Yes!” dengan menghadirkan narasumber di antaranya  Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach),  Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos.,  M.M. (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan) dan MarPudhok, M.Pd (Kepala SMA Negeri 2 Palembang). Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/6865869035. #osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...