Ultimate magazine theme for WordPress.

Spanduk Tentang Pelecehan Seksual yang Dilakukan Cristiano Ronaldo Terbang di Langit Old Trafford

Palembang, BP – Kelompok feminis Level Up menerbangkan spanduk bertuliskan Percaya pada Kathryn Mayorga’. Kathryn Mayorga menuduh bahwa Cristiano Ronaldo melakukan pelecehan seksual kepadanya di kamar hotel Las Vegas pada musim panas 2009 yang mana pada 2018 disangkal keras oleh striker Manchester United tersebut.
Kathryn Mayorga, pada 2009, menuduh Cristiano Ronaldo memerkosanya di sebuah kamar hotel di Las Vegas. Hal ini memantik simpati dari komunitas feminis dari seluruh dunia, satu di antaranya Level Up, sebuah organisasi non-profit yang mendukung kesetaraan gender dan sering menangani kasus pelecehan yang dialami wanita.
Dilansir dari Bola.Com. Pada saat bersamaan, tepat pada laga Manchester United vs Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2021/2022, akun Twitter Level Up juga mengunggah pesan tersebut.
“Kami menerbangkan pesawat di atas lapangan sepak bola Man United dan pesan kami sederhana: Percaya pada Kathryn Mayorga.”
“Katakan TIDAK pada budaya diam seputar pelecehan dari komunitas sepak bola.”
Pada 2018, Ronaldo yang gerah dengan usaha tak henti dari Mayorga dan para pendukungnya buka suara. Ia mengatakan tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.
“Saya menolak tuduhan yang dialamatkan kepada saya. Pemerkosaan adalah kejahatan tak bermoral yang tidak sejalan dengan keyakinan yang saya anut,” ujar Ronaldo.
Setahun berselang, pengadilan Amerika Serikat menutup berkas kasus tersebut dengan keputusan akhir tidak ada hukuman kepada Ronaldo. Sebab, tidak ada bukti kuat dari pihak ‘korban’ atau kesaksian yang ia berikan.
Pada 2019, Ronaldo mengatakan tuduhan pemerkosaan terhadapnya adalah serangan terhadap kehormatannya dan menyebabkan tahun terburuk dalam hidupnya.
Berbicara kepada televisi Portugal TVI, Ronaldo mengatakan: “2018 mungkin adalah tahun terburuk saya, secara pribadi. Ketika orang mempertanyakan kehormatan Anda, itu menyakitkan, sangat menyakitkan.”
Investigasi awalnya ditutup pada 2009 tetapi dibuka kembali pada 2018 tak lama sebelum Mayorga mengajukan gugatan perdata, menawarkan rincian yang awalnya dia sembunyikan. Dia mengatakan dia telah mendapatkan keberanian untuk berbicara karena gerakan #MeToo.
Berbicara kepada detektif pada saat itu, wanita itu mengatakan dia tahu orang yang dia klaim menyerangnya, tetapi dia menolak untuk mengidentifikasi dia dan juga tidak akan mengatakan di mana serangan itu terjadi.
Akibatnya, polisi mengatakan mereka tidak dapat “mengikuti protokol investigasi untuk kasus kekerasan seksual atau untuk melakukan penyelidikan yang berarti” karena mereka tidak dapat mengunjungi lokasi kejahatan atau menyita bukti forensik penting.
Pernyataan itu juga mengatakan bukti video yang diyakini menunjukkan interaksi antara tersangka penyerang dan korban sebelum dan sesudah kejahatan hilang, yang mengarah pada penutupan kasus pidana untuk pertama kalinya. #rid

Baca:  10 Pesepak Bola Berpenghasilan Tertinggi Versi Forbes, Ini Urutannya
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...