Ultimate magazine theme for WordPress.

Kembali Hujan Lebat, Palembang Kelebu Part 2

Genangan air tinggi di jalan Basuki Rahmat depan RM Sederhana, Senin (13/9). (BP/IST)

Palembang, BP–Setelah sebelumnya mengalami banjir pada 1 September yang lalu, Palembang kembali di kepung banjir. Kali ini terpantau cukup parah di beberapa titik, sehingga menyebabkan banyak kendaraan mogok kemasukan air dan juga menyebabkan kemacetan pada beberapa titik karena jalanan yang tergenang air cukup tinggi.

Hujan lebat yang terjadi sejak siang hari ini, Senin (13/9). Menimbulkan kemacetan pada beberapa titik. Pantauan BeritaPagi di lapangan, guyuran hujan lebat mulai turun sejak siang, sekitar pukul 15.10 WIB dan mereda sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara itu beberapa warga Palembang tampak memposting keadaan banjir di sekitar nya melalui media sosial seperti Face Book dan Instagram.

Sejumlah kawasan yang mengalami banjir diantaranya: Kawasan simpang lampu merah polda, kali ini terpantau lebih tinggi dari banjir sebelumnya pada Rabu, (1/9/21) yang lalu. Banyak kendaraan roda dua mengalami mogok akibat kemasukan air saat melewati jalan Basuki Rahmat di depan RM Sederhana. Mengakibatkan kemacetan panjang di area sekitar simpang lampu merah Polda.

Baca:  4 Desa di Empat Lawang Dihantam Banjir
Macet penumpukan kendaraan hendak melewati jalan Demang Lebar Daun di depan kolam retensi RS Siti Khadijah, (13/9). (BP/IST)

Selain itu kawasan Demang Lebar Daun persis di depan kolam retensi disamping RS Siti Khadijah tampak air menggenang hampir sebatas lutut di jalanan, diduga karena kapasitas kolam retensi yang sudah tidak lagi bisa menampung debit air hujan yang terlalu deras. Terpantau cukup banyak kendaraan roda 2 mati mesin karena kemasukan air, sekitar pukul 18.10 WIB malam ini.

Selain itu beberapa kawasan lain seperti Sukabangun 2, Perindustrian 2, Sekip tengah, SU II belakang JM, Jalan Kapten Arivai dekat kantor Gubernur, Gedung Pengadilan Negeri Palembang terpantau air setinggi dengkul. Kawasan Perumahan PNS Pemkot di Gandus pun terpantau banjir memasuki rumah. Jalan pipareja juga digenangi air setinggi dengkul mengakibatkan banyak motor pengendara yang mogok kemasukan air.

Depan sekolah Kumbang air juga menggenangi jalan, namun tidak begitu tinggi.

Baca:  Banyak Saluran Air Tersumbat Sampah, Palembang Banjir
Genangan air setinggi lutut di simpang lampu merah Polda, (13/9). 18.00 WIB. (BP/IST)

Rido seorang warga daerah Perumnas mengatakan bahwa hujan hari ini cukup lebat. “motorku tadi mogok pas lewat depan RM Sederhana, jalan Basuki Rahmat dekat simpang lampu merah Polda, banyu nyo dak biasonyo tinggi nian, banyu masuk dalam kenalpot,” Katanya, Senin malam (13/9/21).

Lanjut Rido, “Itu tadi banyak nian motor mogok pas lewat jalan Basuki Rahmat depan RM Palapa. Lebih parah banjir part 2 bulan September ini dibanding yang part I tanggal 1 September kemarin, kelebu lagi Palembang” Tandasnya.

Sebelumnya telah di katakan Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, bahwa awal musim hujan di wilayah Sumsel diprakirakan baru akan terjadi pada awal Oktober 2021.

“Tapi memang beberapa hari ke depan, potensi hujan masih ada untuk wilayah Sumsel meskipun saat ini masih musim kemarau,” jelasnya, Rabu (1/9/21).

Hal ini disebabkan adanya faktor pengendali cuaca yaitu gelombang Ekuatorial Rossby yang masih aktif di wilayah Sumsel.
Selain itu juga terdapat sirkulasi angin tertutup di barat Kalimantan.

Baca:  2 Jam Lebih Hujan Lebat, Palembang Kelebu

“Kedua faktor inilah yang menambah massa udara di Sumsel menjadi lembab atau basah sehingga berpotensi terjadi hujan,” ungkapnya.

Sebab itu Sinta mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat ini.

Sementara itu pada saat banjir part 1, tanggal 1 September kemarin, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari, mengatakan banjir terjadi karena banyaknya sampah yang menyumbat saluran air.

“Biasanya, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, sampah yang sudah menumpuk di saluran air terangkat semua. Nah, itulah yang mengakibatkan tersumbatnya saluran air,” katanya.

Kala itu Bastari menambahkan, bahwa petugas sudah membersihkan sampah-sampah yang menyumbat drainase atau saluran air.

“Kami juga mengatasi banjir dengan mengaktifkan pompa,” Ujar Bastari, Rabu (1/9/21) yang lalu. #rid

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...