Ultimate magazine theme for WordPress.

Selama Pandemi Covid-19, Harta Kekayaan Kepala Daerah di Sumsel Meningkat

Palembang, BP – Selama masa Pandemi Covid-19 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaporkan banyak pejabat di Indonesia tanpa terkecuali di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan harta kekayaan.

Secara persentase jumlah kekayaan pejabat publik terjadi di tahun 2019-2020 mencapai 70,3 persen. Tidak terkecuali di Sumatera Selatan.

Laporan tersebut dapat diakses secara terbuka dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKPN) di laman KPK oleh masyarakat.

Seperti dikutip dari IDN Times berikut rangkuman mengenai harta kekayaan Kepala Daerah di Sumsel:

  1. Herman Deru (Gubernur Sumsel)

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru masuk dalam jajaran gubernur terkaya di Indonesia.

Pasalnya, harta kekayaan Herman Deru selama pandemik mengalami peningkatan 2,12 persen atau sekitar 794 juta, dari sebelumnya mencapai Rp37,4 miliar menjadi Rp38,2 miliar.

Harta tersebut didominasi oleh kepemilikan sejumlah tanah dan bangunan tersebar di Palembang dan OKU Timur sebesar Rp26,5 miliar.

Ia hanya memiliki satu kendaraan sesuai LHKPN yakni, Toyota Land Cruiser tahun 1995 seharga Rp225 juta.

Sedangkan untuk harta bergerak memiliki kekayaan sebesar Rp5,2 miliar, dengan uang kas yang meningkat 76 persen dari penjualan tanah dan bangunan.

Pada 2019 uang kas milik Deru itu mencapai Rp3,5 miliar dan meningkat Rp6,2 miliar.

  1. Devi Suhartoni (Bupati Muratara)

Mantan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni yang baru saja terpilih menjadi Bupati di kabupaten yang sama memiliki harta kekayaan tertinggi di Sumsel.

Dari data LHKPN, harta kekayaan Devi mencapai Rp58,2 miliar. Harta tersebut berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Balikpapan, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Mataram, Badung serta Palembang senilai Rp61 miliar

Devi juga memiliki empat unit kendaraan roda empat jenis, Wrangler Rubicon tahun 2012 satu unit, Nissan Navara tahun 2013 satu unit, Honda HR-V 2015 satu unit dan Toyota Fortuner tahun 2017 dengan total harga keseluruhan Rp1,07 miliar.

Sedangkan untuk harta bergeraknya mencapai Rp3,1 miliar dengan total kas Rp30 juta dan hutang Rp7,1 miliar.

  1. Harnojoyo (Wali Kota Palembang)

Wali Kota Palembang Harnojoyo memiliki harta kekayaan meningkat dari tahun 2019 ke 2020 sebesar 3,15 persen atau sekitar Rp479 juta dalam satu tahun dari total kekayaan sebelumnya mencapai Rp15,2 miliar menjadi Rp15,6 miliar.

Harnojoyo tercatat memiliki tanah terbanyak dibanding seluruh kepala daerah di Sumsel dengan total 26 unit tanah dan bangunan yang tersebar di Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir dan Banyuasin.

Dalam LHKPN, Harnojoyo melaporkan tanah dan bangunan tersebut didapat dari warisan dan hasil sendiri total Rp11,4 miliar.

Sedangkan untuk alat transportasi Harnojoyo melaporkan memiliki mobil Nissan Patrol tahun 2005 senilai Rp70 juta, harta bergerak Rp165 juta, dan kas sebesar Rp4 miliar.

  1. Askolani (Bupati Banyuasin)

Bupati Banyuasin, Askolani menjadi kepala daerah setelah Harnojoyo yang memiliki banyak tanah mencapai 25 unit tanah dan bangunan.

Ia bahkan memiliki tiga unit tanah baru dalam setahun saat pandemik dengan total harta dari tanah dan bangunan mencapai Rp16,7 miliar di tahun 2020 atau meningkat sekitar 31.02 persen dari 2019 Rp12,7 miliar.

Dalam laporan LHKPN Askolani melaporkan unit kendaraan pribadi yang dimiliki berupa motor Honda Beat tahun 2014 seharga Rp3 juta dan Toyota Fortuner yang baru dibeli Rp300 juta.

Untuk harta bergerak Askolani memiliki kekayaan sebesar Rp5,4 miliar. Askolani juga melaporkan memiliki kas yang meningkat sebesar 16 persen atau sekitar Rp41 juta dari tahun 2019 Rp260 juta menjadi Rp302 juta.

Secara keseluruhan total kekayaan Askolani tersebut baik bangunan, kendaraan dan harta lainnya mencapai 32,8 persen atau di 2019 sebesar Rp16,4 miliar menjadi Rp21,8 miliar.

  1. Dodi Reza Alex Noerdin (Bupati Muba)

Bupati Musi Banyuasin (Muba) dalam laporan LHKPN memiliki harta kekayaan meningkat dari tahun 2019 ke 2020.

Ketua DPD Golkar Sumsel tersebut diketahui mengalami peningkatan kekayaan sekitar 4,59 persen dari Rp36,7 miliar menjadi Rp38,4 miliar dalam setahun.

Peningkatan jumlah harta kekayaan Dodi Reza Alex didapatkan dari kenaikan harga tanah dan bangunan miliknya di Jaksel yang mana sebelumnya di 2019 seharga Rp14,9 miliar menjadi Rp18 miliar di 2020.

Dodi juga diketahui memiliki rumah di Australia seharga Rp800 juta. Total bangunan miliknya ada enam unit dengan total keseluruhan mencapai Rp31,5 miliar.

Sedangkan untuk harta lainnya, Dodi melaporkan mobil Porsche tahun 2012 seharga Rp300 juta. Harta bergerak meningkat 20 persen dari Rp500 juta menjadi Rp600 juta. Ia juga memiliki surat berharga sebesar Rp2 miliar dan kas Rp5,9 miliar.

Dalam LHKPN, Dodi juga melaporkan hutan dimilikinya pada 2019 mencapai Rp4,1 miliar turun sekitar Rp53 persen menjadi Rp2,2 miliar.

  1. Iskandar (Bupati OKI)

Selanjutnya, ada nama Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar yang mana dalam LHKPN selama pandemik kekayaannya meningkat sekitar 1,1 persen atau Rp298 juta dari 2019 Rp27 miliar menjadi Rp27,3 miliar 2020.

Harta kekayaan Iskandar didominasi dari kepemilikan tanah dan bangunan di Tangerang Selatan sebanyak empat unit dan satu unit di Bogor senilai Rp21,6 miliar.

Iskandar memiliki empat unit kendaraan mobil didominasi mobil jenis Mercedes Benz. Mobil pertama ada Mercedes Benz Jeep 300 GE tahun 1993, lalu Mercedes Benz E250 tahun 2011, Mercedes Benz GLA 200 tahun 2013 dan Toyota Fortuner. Total keseluruhan kendaraannya mencapai Rp1,7 miliar.

Untuk harta bergerak, politisi PAN tersebut memiliki harta bergerak Rp2,6 miliar, dengan kas yang meningkat sekitar 29 persen atau sekitar Rp298 miliar.

Tahun 2019 kas miliknya mencapai Rp1 miliar sedangkan di 2020 mencapai Rp1,3 miliar. Ia tercatat tidak memiliki hutang.

  1. Ridho Yahya (Wali Kota Prabumulih)

Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya yang merupakan adik dari Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dilaporkan dalam LHKPN mengalami peningkatan kekayaan sebesar 6,4 persen.

Tahun 2019 kekayaan Ridho mencapai Rp8 miliar meningkat menjadi Rp8,6 miliar. Harta kekayaan Ridho tercatat berupa bangunan terletak di Palembang, Ogan Ilir, Jakarta Selatan senilai Rp6,1 miliar. Ia melaporkan memiliki dua unit mobil yakni, Daihatsu Taft tahun 1988 dan Honda Jazz 2015 dengan total Rp185 juta.

Untuk harta bergerak mencapai Rp87 juta dan surat berharga Rp3,5 miliar serta kas Rp481 juta. Ridho juga melaporkan mulai mencicil utangnya di 2019 mencapai Rp2,3 miliar dan mengalami penurunan sekitar 22 persen menjadi Rp1,8 miliar.

  1. Cik Ujang (Bupati Lahat)

Bupati Lahat, Cik Ujang menjadi salah satu kepala daerah memiliki uang kas lebih banyak dari harta kekayaan bidang properti.

Dalam LHKPN 2020 Cik Ujang melaporkan memiliki uang kas sebesar Rp18,2 miliar meningkat 3,49 persen dari tahun 2019 sebesar Rp17,6 miliar.

Sedangkan untuk tanah dan bangunan Cik Ujang hanya memiliki enam unit di Lahat seharga Rp1,9 miliar. Ia juga memiliki kendaraan Toyota Navi 2014 yang merupakan hadiah dan Toyota Camry 2015, dengan total Rp470 juta.

Harta bergerak miliknya naik 1,6 persen dari Rp509 juta menjadi Rp518 juta dalam satu tahun. Cik Ujang juga memiliki utang sebesar Rp10 miliar.

Meski memiliki utang, total kekayaan Cik Ujang tetap mengalami peningkatan di tahun 2020 mencapai Rp11 miliar naik 5,6 persen dari 2019 mencapai Rp10,5 miliar.

  1. Joncik Muhammad (Bupati Empat Lawang)

Selanjutnya ada Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengalami peningkatan harta selama satu tahun pandemik Covid-19.

Dalam LHKPN total kekayaan meningkat Rp4,8 persen atau di 2019 Rp8,2 miliar menjadi Rp8,6 miliar.

Joncik memiliki tiga unit tanah dan bangunan di Lahat, dan Palembang satu unit. Kekayaan pada tanah dan bangunan meningkat dari Rp7,2 miliar di 2019 meningkat Rp7,5 miliar di 2020.

Joncik melaporkan memiliki harta pada kendaraan seperti mobil Daihatsu Terios 2007 dan Toyota Pajero 2014 dengan nilai Rp480 juta.

Harta bergerak meningkat 19,10 persen sekitar Rp64,8 juta dari Rp339.2 juta menjadi Rp404 juta.
Disusul uang kas naik 30,62 persen sekitar Rp60 juta atau 2019 Rp199 juta menjadi Rp260 juta

  1. Popo Ali Martopo (Bupati OKU Selatan)

Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo yang baru saja terpilih sebagai bupati hasil melawan kotak kosong menjadi kepala daerah selanjutnya yang memiliki kekayaan baru dalam LHKPN yakni, berupa tanah dan bangunan sebanyak dua unit.

Ia memiliki tujuh tanah dan bangunan tersebar di Bogor dan OKU Selatan dan Palembang. Total kekayaannya dari tanah dan bangunan mencapai Rp6,2 miliar.

Selain itu, Ia memiliki empat mobil senilai Rp980 juta. Harta bergerak miliknya mengalami peningkatan Rp54 juta atau sekitar 24 persen dari Rp225 juta menjadi Rp279 juta

Untuk laporan mengenai kas milik Popo berkurang 2,7 persen dari Rp208 juta menjadi Rp202 juta. Namun, untuk kekayaan dalam LHKPN mengalami peningkatan sekitar 9,2 persen dari Rp7 miliar menjadi Rp7,7 miliar. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...