Ultimate magazine theme for WordPress.

Ruang Tahanan di Sumsel Over Kapasitas

Palembang, BP – Ruang tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di sejumlah daerah termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel) kian memprihatinkan karena melebihi kapasitas.

Seperti dilansir dari situs Ditjen Pemasyarakatan, 19 dari 20 Lapas dan Rutan di Sumsel sudah melebihi daya tampung hingga sekitar 230 persen.

“Benar, memang untuk Lapas dan Rutan di Sumsel sudah over kapasitas,” ungkap Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham Sumsel, Hamsir Arrohman, dikutip dari IDN Times, Jumat (10/9).

Idealnya, lapas dan rutan di Sumsel dapat menampung sekitar 6.605 tahanan.

Namun akibat kekurangan ruang tahanan membuat penghuninya terpaksa dikumpulkan dalam ruangan yang cukup untuk menampung.

Tercatat ada sekitar 15.199 orang yang ditahan di 20 Lapas dan Rutan di Sumsel. Dari data tersebut, Lapas Kelas II Sekayu menjadi tempat terpadat. Dari kapasitas 300 tahanan, mereka menahan 1.133 orang dengan persentase kelebihan 278 persen.

Disusul Lapas Kelas II Banyuasin dengan kapasitas maksimal 485 orang namun diisi 1.458 tahanan atau kelebihan 201 persen. Sedangkan di Lapas kelas 1 Palembang juga over kapasitas sebesar 191 persen dengan jumlah tahanan 1.571 orang untuk kapasitas maksimal 540 orang.

Lapas Kelas II B Kayuagung memiliki daya tampung 350 orang dengan jumlah tahanan mencapai 1.116 dengan persentase kelebihan 219 persen.

Hanya Lapas Anak Kelas I Palembang yang memiliki jumlah tahanan tidak melebihi kapasitas. Tercatat hanya 125 tahanan dari kapasitas tampung 500 orang.

Jumlah over kapasitas di Lapas dan Rutan merata hampir di seluruh Sumsel. Rata-rata lapas tersebut menampung orang lebih banyak dari jumlah yang seharusnya, atau di atas 100 persen dari daya tampung.

“Untuk over kapasitas, kita sebarkan ke UPT yang masih bisa menerima atau jumlah napinya sedikit,” ungkapnya.

Hamsir mengatakan permasalahan over kapasitas sudah sering dibahas.

Ia mengakui jika pihaknya sudah sering melaporkan hal tersebut ke pemerintah pusat maupun daerah.

Beberapa solusi bahkan sudah diberikan daerah, namun kendala biaya untuk membangun Lapas atau Rutan baru menjadi persoalan.

“Sebenarnya banyak pemda yang telah memberi dan menawarkan lahan, tetapi biaya pembangunannya belum tersedia dari pemerintah,” ujarnya.

Dengan kelebihan kapasitas orang yang ditahan, Hamsir menuturkan pihaknya hanya bisa melakukan pengawasan ekstra.

Pihaknya mencoba mengantisipasi kejadian serupa di Lapas Kelas I Tanggerang Banten terulang.

“Sejauh ini kita meningkatkan pengawasan, memperbaiki sarana yang kurang layak, dan selalu mengingatkan kepada seluruh petugas Lapas agar tetap waspada dalam melaksanakan tugas,” pungkasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...