Ultimate magazine theme for WordPress.

Totok Nekat Jual Inek

Sugiarto alias Totok (46), warga asal Lampung Tengah, nekat mencari pekerjaan sampingan dengan mengedarkan narkoba jenis ekstasi .Namun pelaku keburu ditangkap polisi saat transaksi di areal Kantor Camat Sukarami Palembang, Rabu (8/9) sekitar pukul 11.15.(BP/IST)

Palembang, BP- Sugiarto alias Totok (46), warga asal Lampung Tengah, nekat mencari pekerjaan sampingan dengan mengedarkan narkoba jenis ekstasi.

Namun pelaku keburu ditangkap polisi saat transaksi di areal Kantor Camat Sukarami Palembang, Rabu (8/9) sekitar pukul 11.15.

Dari tangan pengedar ini, polisi mengamankan barang bukti 100 butir inek warna merah muda, dua ponsel dan 1 unit Innova BE 2969 GG.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi SIK MH menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di kawasan Jalan Kebun Bunga KM 9 Kecamatan Sukarami tepatnya di area Kantor Camat Sukarami.

Baca:  Oknum Mahasiswa Ini TertangkapTangan Bawa Ganja

“Kemudian anggota kita langsung menuju lokasi dimaksud. Sesampainya di lokasi, terpantau mobil warna silver sama seperti ciri-ciri yang diinformasikan ke kita, terparkir di halaman kantor camat dengan posisi mesin menyala dan ada sopirnya,” katanya, Kamis (9/9).

Ketika akan didekati anggota, lanjut Andi, mobil tersebut hendak berjalan namun langsung dihentikan dan mengamankan tersangka Sugiarto alias Totok.

“Lalu anggota melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 100 butir pil ekstasi warna pink dalam plastik klip di kursi depan sebelah kiri tersangka,” terangnya.

Menurutnya, tersangka Totok mengaku pil ekstasi tersebut miliknya yang baru saja dibeli seharga Rp.170 ribu perbutir dari seorang perempuan inisial FT (buron).

Baca:  1 Dari 8 Pelaku Curanmor di Sukarami Di-dor

“Menurut tersangka, pil ekstasi itu baru sekitar 10 menit dibelinya dari seorang wanita inisial FT yang masih buron. Perbutir Rp170 ribu, jadi totalnya Rp.17 juta,” sebut Andi.

Atas perbuatannya, tersangka bisa dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo 114 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1) Jo 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya paling lama seumur hidup.

Baca:  AKP Ginanjar Aliya Sukmana Jabat Kapolsek Ilir Timur I

Sedangkan  tersangka Totok mengakui  jika pil ekstasi tersebut miliknya. “Rencananya untuk dijual lagi dengan harga Rp200 ribu perbutir,” katanya.

Dia mengaku, jika terpaksa menjalani bisnis haram tersebut lantaran sejak pandemi melanda, penghasilan sebagai sopir travel mulai merosot.

Saya sempat bertahan, walaupun penumpang sudah sepi. Akhirnya beberapa bulan terakhir saya banting setir jual inek,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...