Ultimate magazine theme for WordPress.

PTM di Palembang, Sekolah yang Abaikan Prokes Bisa Kena Sanksi

Palembang, BP – Dinas Pendidikan Kota Palembang terus mengawasi pelaksanaan sekolah tatap muka.

Hal itu dilakukan agar PTM yang sudah mulai digelar ini tetap dalam penerapan protokol kesehatan.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, Rabu (8/9).

Menurut Zulinto, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan PTM untuk tingkat SMP tanggal 13 September nanti.

“Untuk SMP ditargetkan 100 persen tatap muka untuk smp negeri. Untuk swasta masih kami berikan kesempatan untuk mengajukan, dan akan kita verifikasi. Kalau memang sudah siap akan kita setujui. Jadi tidak serta merta kita setujui, kita tetap memperketat protokol kesehatan yang harus dipatuhi,” katanya.

Baca:  Izin Orang Tua Jadi Syarat Wajib Siswa Belajar Tatap Muka di Sumsel

Adapun untuk SD Negeri, Zulinto mengatakan pada pelaksanaan PTM, ada penambahan sekolah lagi.

“Tiga SD negeri, dan dua SD swasta. Tapi kita lihat dulu, kalau sekolah tersebut keberatan akan kita tawarkan kebijakan,” katanya.

Ia menambahkan Disdik bersama tim pengawas terus mengevaluasi sekolah yang telah melaksanakan PTM. Apakah ditambah atau tidak.

“Alhamdulillah, hasil evaluasi dan angket di lapangan pelaksanannya sudah berjalan baik. Hanya saja, kami sedang mengevaluasi, mungkin ada metode baru secara teknis. Karena ada beberapa sekolah yang belum memperhatikan protokol kesehatan, seperti teknis antar jemput siswa yang masih ada kerumunan,” terang Zulinto.

Baca:  Vaksinasi Covid-19 Untuk Guru di Palembang Belum Tuntas

Untuk itu, jarak sesi pertama dan kedua itu diberi jarak 1 jam, sehingga antara penjemputan dan pengantaran siswa itu sering terjadi kerumunan.

“Karena wali murid yang saking antusiasnya sebelum jam pulang anaknya sudah jemput, seperti di Muhammadiyah mobil menumpuk dan terjadi kerumunan. Nah ke depan Satgas sekolahnya perlu diberitahu. Sebetulnya anak itu menunggu di dalam, sehingga tidak ada pertemuan antara siswa pulang dan siswa yang baru datang,” kata Zulinto pula.

Ia mencontohkan di SD Negeri 138,   di mana orangtua siswa membawa papan nama anak yang akan dijemput

“Kami sangat mengapresiasi sekolah tersebut. Ini bisa mengantisipasi kerumunan. Kami berharap bisa ditiru oleh sekolah lainnya,” ujar Zulinto.

Baca:  Wali Kota Palembang Resmi Izinkan PTM di 205 Sekolah

Selain itu, ia mengungkapkan bagi sekolah yang tidak sesuai aturan dan abai dengan protokol kesehatan, bisa dikenakan sanksi.

“Kita bersama tim Satgas Covid-19 terus mengawasi setiap hari sekolah. Kalau memang tidak sesuai akan disanksi yakni ditutup lagi sekolahnya. Jadi, sistem buka tutup masih kita lakukan, demi terlaksananya PTM yang sesuai harapan kita,” tandasnya. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...