Ultimate magazine theme for WordPress.

Lestarikan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Senin (6/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Ideologi Pancasila sudah menjadi ideologi bangsa Indonesia. Bagaimana cara kita melestarikan nilai-nilai Pancasila di era digital? Inilah yang diinginkan Kemenkominfo dengan memberikan pencerahan pada kegiatan webinar yang digelar melalui gerakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Senin (6/9).

Webinar bertema Kreatif Lestarikan Nilai-Nilai Pancasila di Ruang Digital kali ini dengan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Dr. Iding Rosyidin, M.Si ( Dosen Komunikasi UIN Jakarta dan Konten Kreator YouTube (IRC 13) ), Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), Laurel Heydir, S.H, M.A. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan Drs. H. Zulkarnain, M.T (Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan).

Dipandu Moderator Adnin Adinda masing-masing narasumber selama 20 menit menyampaikan materi yang intinya sangat bermanfaat bagi 712 peserta webinar yang setia mengikuti kegiatan kali ini.

Drs. H. Zulkarnain, M.T  yang merupakan Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan misalnya. Dalam makalahnya memaparkan berbagai hal di antaranya Pada Era orde baru Pengamalan nilai-nilai Pancasila diatur melalui Ketetapan MPR Np.II/MPR/1978 dilestarikan secara masip dan terstruktur mulai dari Pegawai Negeri/Swasta, Pelajar, Mahasiswa, masyarakat dan ormas dengan program P4. , namun setelah era reformasi butir-butir Pengamalan Pancasla dsesuaikan berdasarkan Ketetapan MPR No. IMPR/2003 dengan program 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI)

Baca:  Agar Belajar Online Jadi Lebih Baik

Kuatnya pengaruh Medsos membuat banyak hal yang berubah dalam kehidupan bebangsa dan bernegara, seperti menyalurkan aspirasi di ruang medsos, cendrung memksakan kehendak, demokrasi tergeruskan. “Perlu mencari usaha kreatif untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dengan mencari media, metode, model yang tepat agar menarik untuk dipahami,” ujarnya.

Selanjutnya Zulkarnain juga memaparkan bagaimana langkah melestarikan nilai nilai Pancasila.

Sementara itu, narasumber Laurel Heydir dalam makalah sub bahasannya Ideologi dan Perubahan Budaya. Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini pada bagian akhir menyebutkan bahwa Pansila itu Falsafah Bernegara yang KERENNN … Bagaimana tidak? Kelima sila dari Pancasila itu memang prinsip yang fundamental dan bersifat universal … Ketuhanan yang Maha Esa merupakan kesepakatan dasar bahwa Indonesia adalah negara yang beragama, tapi bukan ‘negara agama’… ini formula luar biasa, hasil belajar dari praktik bernegara di dunia … generasi milenial tinggal memelihara keberlanjutannya saja … Kemanusiaan yang adil dan beradab … iyalahhh … itu kan sifat manusia unggul, memiliki empati terhadap sesama … bersikap adil sebagai manusia dengan perilaku yang beradab (civilized) … manusia yang oke bangettt, memiliki kendali diri dan tidak sembrono … Persatuan Indonesia … jelaslah … kita hidup di Indonesia butuh banget bersatu, masa’ terpecah-belah …??? … tapi nasionalisme Indonesia bukan chauvinism, kita terbuka terhadap pergaulan dengan bangsa-bangsa di dunia … Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan … ini kan ‘modern’ bangettt > democracy … praktik bernegara yang termutakhir di dunia … Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia … jelas dunk … kita harus hidup berkeadilan dan berbagi dengan seluruh anak negeri … kita tidak hidup untuk untung sendiri, tapi sejahtera bersama … semuanya untuk semuanya.  “ Ayo Sosialisasikan Nilai-Nilai Pancasila AYO KITA SHARE DI RUANG DIGITAL NILAI-NILAI PANCASILA EKSPRESIKAN DENGAN CARA YANG SEKREATIF MUNGKIN. Mari merajut kembali persatuan Indonesia yang terkoyak. Mari songsong bersama masa depan Indonesia yang lebih cerah,” ujarnya bersemangat.

Begitu juga dengan Dr. Iding Rosyidin, M.Si ( Dosen Komunikasi UIN Jakarta dan Konten Kreator YouTube (IRC 13) ) dan Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), kedua narasumber ini memberikan berbagai ilmu dan tips kepada peserta webinar yang pada akhirnya selaras dengan tujuan utama dari Kemenkominfo RI untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat Indonesia melalui program Literasi Digital ini.

Baca:  Edukasi Pengguna Medsos Agar Lebih Bijak dan Cerdas

Webinar kali ini juga menghadirkan Key Opinion Leader Wahyu Wiwoho yang merupakan senior Anchor Metro TV.

Seperti webinar-webinar sebelumnya, kali ini Walikota Palembang H Harnojoyo pun tetap tampil sebagai keynote speech. Webinar juga dilaksanakan tetap gratis dan diberikan e-sertifikat kepada para peserta dari Kemenkominfo dan tetap dengan apresiasi kepada 10 peserta terbaik dengan memberikan voucher menarik.

Baca:  Etika Berinteraksi di Dunia Digital Harus di Kedepankan

Suryati Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 724 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dosen, pengajar dan dari kalangan umum. “Selanjutnya akan digelar kembali webinar pada Rabu 8 September 2021 dengan waktu yang sama yaitu pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB,” kata Suryati seraya menambahkan bahwa webinar Rabu 8 September 2021 dengan topic Pilah Pilih Informasi di Ruang Digital, dengan menghadirkan narasumber di antaranya Dr. Iding Rosyidin, M.Si ( Dosen Komunikasi UIN Jakarta dan Konten Kreator YouTube (IRC 13) ),  Ardi Widi Yansah S.sos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA ,  Alpin Herman Saputra, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Terbuka Palembang) dan  Rusminah, S.H. (Kepala SMK Negeri 3 Palembang). Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang8september.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...