Ultimate magazine theme for WordPress.

KPI Temukan 902 Potensi Pelanggaran Lembaga Penyiaran Indonesia

Palembang, BP – Anggota Bidang Kelembagaan KPI Pusat Hardly Stefano Periella menyebutkan bahwa pihaknya telah menemukan ratusan pelanggaran dan melakukan pengawasan terhadap 16 induk jaringan televisi di Tanah Air.

Ia mengungkapkan bahwa Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menemukan sebanyak 920 potensi pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran dalam negeri sepanjang 2020.

Adapun sebanyak 920 potensi pelanggaran tersebut, berasal dari 306 program siaran yang ditayangkan oleh televisi di Tanah Air.

“Dari total 920 potensi pelanggaran tersebut, berasal dari 306 program siaran yang ditayangkan di Indonesia,” kata Hardly Stefano Periella.

Seperti dikutip dari ANTARA, Perwakilan KPI Pusat itu menegaskan bahwa saat ini, KPI tengah melakukan pengawasan terhadap 16 induk jaringan televisi yang ada di Indonesia.

Hardly mengatakan bahwa 16 jaringan induk tersebut, memiliki 15 program siaran per hari. Dengan jumlah tersebut, masyarakat memiliki kurang lebih 240 program alternatif yang disiarkan dalam sehari.

Jika dibandingkan dengan jumlah potensi pelanggaran yang ada, rata-rata potensi pelanggaran sebesar satu persen per hari.

“Total produk siaran 240 kalau dibandingkan dengan potensi pelanggarannya itu satu persen per hari. Itu potensi,” katanya, Senin (6/9).

Ia menuturkan bahwa untuk memutuskan apakah potensi pelanggaran tersebut merupakan sebuah pelanggaran, diperlukan proses verifikasi dan lainnya.

Dengan data tersebut, sesungguhnya lembaga penyiaran yang ada di Indonesia masih beroperasi sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku karena ada 99 persen tayangan yang dinilai masih layak.

“Dengan data ini, kondisi penyiaran kita masih sesuai dengan koridor regulasi. Masih ada 99 persen yang masih baik dibanding satu persen yang menjadi potensi pelanggaran,” ujarnya.

Dari total potensi pelanggaran sebanyak 920 temuan tersebut, Hardly menuturkan bahwa KPI memutuskan sebanyak 93 program yang dinyatakan melanggar dan telah diberikan sanksi.

“Sanksi sepanjang 2020 dari temuan itu, KPI memutuskan ada 93 program yang melanggar dan kami memberikan sanksi variatif,” ungkapnya.

Hardly mengharapkan masyarakat Indonesia bisa memilih program siaran yang berkualitas. #ric

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...