Ultimate magazine theme for WordPress.

Identitas Kota Palembang Belum Serius Diperhatikan Oleh Pemerintah Kota Palembang .

Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn bersilaturahmi ke kantor Koran Harian Umum Beritapagi di Jalan Hangjebat Palembang, Sabtu (4/9).

Palembang, BP- Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn bersilaturahmi ke kantor Koran Harian Umum Beritapagi di Jalan Hangjebat Palembang, Sabtu (4/9).

Turut hadir Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo, R.M.Rasyid Tohir,S.H, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, dan Pangeran Jayo Syarif Lukman, Pangeran Suryo Vebri Irwansyah (Vebri Al Lintani), Ersan Benyamin alias Ican selaku Ketua Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP) dan aktivis lingkungan Ali Goik.

Kedatangan SMB IV disambut dan diterima oleh Pemimpin Umum, Harian Umum Beritapagi Kemas Khoirul Mukhlis didampingi, Pemimpin Perusahaan Nomu Ridona, Redaktur Pelaksana Dudy Oskandar, Wakil Redaktur Pelaksana Darmansya dan wartawan Harian Umum Beritapagi, Rico Febriyansah.

SMB IV mengatakan, kedatangannya ke kantor Koran Harian Umum Beritapagi untuk membalas kunjungan Pemimpin Umum, Harian Umum Beritapagi Kemas Khoirul Mukhlis ke istana Adat Kesultanan Palembang Darusalam beberapa hari lalu.

“ Pada intinya kami dari Kesultanan Palembang Darussalam sangat mengapresiasi dan siap bersinergi bersama Koran Harian Beritapagi, saya setuju sekali dengan membuat kolom bahaso Palembang di Koran Harian Umum Beritapagi.

“ Kalau mau bikin tulisan arab melayu bisa satu setengah kolom, bisa juga cerita tentang Palembang atau ke Islaman juga boleh, bisa setengahnya tulisan arab melayu setengah bisa ada huruf latin, kita siap memberikan bantuan untuk memajukan budaya Palembang, kalau mau konsepnya bercerios boleh juga,” katanya.

Baca:  SMB IV Berikan Tanjak Kepada Anindya Novian Bakrie dan Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA

SMB IV melihat dulu Koran Harian Umum Beritapagi adalah koran yang cukup besar karena kondisi zaman tidak bisa mengelakkan tehnologi karena melalui HP semuanya informasi bisa di dapat.

“Kita selama ini juga banyak melakukan kerjasama dengan beberapa asosiasi seperti AGSI Sumsel, Forwida, Pecinta Kuliner, MSI Sumsel, nanti bisa kita sinergikan, “ katanya.

Sedangkan Pangeran Suryo Vebri Irwansyah (Vebri Al Lintani) mengapresiasi kerjasama antara Kesultanan Palembang Darussalam dan Koran Harian Umum Beritapagi.

Menurut Vebri, banyak hal yang harus segera di sikapi di Palembang seperti soal identitas Palembang apa sebenarnya?.

Dia melihat suku Palembang tidak ada yang mengurus di kota Palembang.

“ Nah suku Palembang dewek, idak diurusi, padahal inilah pusatnya, jadi kalau ngomong zuriat, keturunan dari Kesultanan Palembang Darussalam dari suku-suku manusianya ini, soal suku Palembang ini belum teridentifikasi , “ katanya.

Baca:  Ketua DPW PKB Sumsel Diangkat Jadi Anggota Keluarga Besar KPD

Lalu ada warisan budaya benda dari Kesultanan Palembang Darussalam seperti Kraton Kuto Besak atau BKB, Kawah Tekurep, Masjid Agung dan sebagainya semuanya tidak ada mengurusi.

“ Ada keris , tenun, songket dan sebagainya itu jelas, dan yang bernilai tak benda ya prilaku orang Palembang ini , bahasa, kemudian disebutkan huruf-huruf tadi, kuliner itu warisan politiknya Pemerintah Kota karena kawasan itu di kuasai oleh Pemerintah Kota yang dulu milik Kesultanan Palembang Darussalam, kalau sultan masih hidup ini semua punya sultan semua termasuk Pulau Kemaro, karena sultan kita ini melawan Belanda tapi karena ditipu daya Belanda kalah kita,”katanya.
Dia juga melihat saat ini di kota Palembang tidak ada satupun identitas dari Kesultanan Palembang Darussalam yang muncul.

“ Walaupun identitas Sriwijaya ada di Palembang, misalnya tari Universitas Sriwijaya, tari Gending Sriwijaya itu bagian dari identitas Palembang tapi identitas Darussalam yang jelas-jelas nyata orangnya ada dan dengan kepercayaan yang dianut masyarakat sekarang maka harus dimunculkan ,” katanya.

Menurutnya tidak masalah jika identitas Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam di munculkan di Palembang.

Baca:  SMB IV Prihatin Masih Banyak Mahasiswa Tidak Mengerti Sejarah dan Budaya Palembang

“ Palembang itu motonya Palembang Djaja sekarang bisa ditambah Palembang Djaja Adat di Pangku Syariat di Junjung, boleh seperti itu , Sriwijaya tetap yaitu Palembang Djaja tapi Kesultanan ini yang melekat pada masyarakat Palembang saat ini,” katanya.

Dengan kondisi sekarang mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) mengakui saat ini identitas Palembang belum serius di perhatikan oleh Pemkot Palembang.

“Pemerintah Kota ini saya lihat yang mengangkat moto Palembang Emas Darussalam tapi belum paham apa itu Palembang Darussalam, jadi kalau mau memakai konsep Palembang Emas Darussalam pahami dulu Palembang Darussalam itu apa,” katanya.

Sedangkan Pemimpin Umum, Harian Umum Beritapagi Kemas Khoirul Mukhlis mengapresiasi kedatangan SMB IV dan rombongan ke kantor Koran Harian Umum Beritapagi.

Muklis mengaku Koran Harian Umum Beritapagi siap berkolaborasi bersama Kesultanan Palembang Darussalam dengan memberikan space di koran Harian Umum Beritapagi untuk diisi konten-konten budaya dan sejarah Palembang seperti cerios atau bebaso Palembang.

“ Kedepan kita siap berkolaborasi dalam memajukan pembangunan di Sumsel terutama Palembang terkhususnya memajukan budaya dan sejarah terutama dari Kesultanan Palembang Darussalam di kota Palembang,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...