Ultimate magazine theme for WordPress.

Banjir Melanda New York, Tewaskan 41 Orang

Banjir merendam sebuah stadion, Rabu (1/9/21). (BP/IST)

New York, BP – Hujan deras akibat Badai Ida melanda New York, Amerika Serikat (AS) setidaknya 41 orang tewas akibat banjir bandang yang dipicu Badai Ida sejak Rabu, (1/9/21). Sebagian korban meninggal karena terjebak di ruang bawah tanah rumah mereka.

Dilansir dari AFP bahwa keseluruhan korban tersebut tersebar di sejumlah wilayah di kawasan New York, yaitu 23 di New Jersey, 12 di New York City, 3 di Westchester dan 3 lainnya di dekat Philadeplhia.

Kepolisian New York City menyatakan bahwa dari 12 orang yang meninggal di kota itu, 11 di antaranya tewas karena terjebak di ruang bawah tanah rumah mereka.
Walikota New York, Bill de Blasio.
mengatakan bahwa kejadian ini adalah peristiwa terparah yang dia alami.
“Kami mengalami peristiwa cuaca bersejarah malam ini dengan hujan yang memecah rekor di seluruh kota, banjir brutal dan kondisi berbahaya di jalan,” ucap Bill.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa keadaan darurat ada di negara bagian New Jersey dan New York. Biden memerintahkan bantuan federal untuk melakukan tanggap darurat lokal akibat sisa-sisa Badai Ida.

Akibat hujan deras ini, dalam hitungan menit pada Rabu malam jalanan berubah menjadi layaknya sungai.

Pejabat setempat mengatakan di Somerset County, New Jersey, setidaknya empat pengendara tewas. Bahkan, salah seorang polisi menceritakan seorang korban di Maplewood Township, New Jersey, hanyut saat ia mencoba untuk menghilangkan puing-puing dari saluran air.

Kerusakan-kerusakan ini terjadi pasca tiga hari terjadinya Badai Ida. Badai Ida merupakan salah satu badai terkuat yang pernah menyerang Pantai Teluk AS.

Pejabat New York menyebut banyak banjir yang terjadi disebabkan volume curah hujan yang tinggi dalam rentan yang singkat.

“Karena perubahan iklim, sayangnya, ini adalah sesuatu yang harus kita tangani secara teratur,” Kata Kathy Hochul, Gubernur New York yang baru dilantik.

Berdasarkan laporan Organisasi Meteorologi Dunia berbagai bencana yang terjadi, seperti banjir dan gelombang panas didorong oleh perubahan iklim. Kondisi buruk ini sudah meningkat lima kali lipat selama 50 tahun terakhir. #rid/net

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...