Ultimate magazine theme for WordPress.

Regional Sumatera Zona 4 Segera Selesaikan Pengeboran 3 Sumur Pengembangan

Prabumulih, BP- Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4, akan menyelesaikan pengeboran tiga sumur pengembangan baru di Sumatera Selatan (Sumsel), pada pekan keempat Agustus 2021.

Ketiga sumur tersebut adalah PMN-A di Desa Prabumenang, Kabupaten Muaraenim, KRG-PB di Desa Rambang Senuling, Kota Prabumulih dan LBK-INF3 di Desa Lembak, Kabupaten Muaraenim.

Pengeboran sumur PMN-A ditargetkan selesai dalam waktu 35 hari, dengan kedalaman 1.800 meter. Sumur ini dibor menggunakan rig #29.3/D1500-E, berkekuatan 1.500 HP (horse power).

Sumur ini diperkirakan memiliki potensi minyak sebesar 60 barelper hari (Barrel of Oil Per Day/BOPD) dan gas 2 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet Per Day/MMscfd).

Sumur KRG-PBakan dibor selama 35 hari, dengan kedalaman 1.600 meter. Sumur ini dibo rmenggunakan rig 32.2/N80UE-E dengan kapasitas 1.000 HP. Sumur KRG-PB diprediksi akan menambah produksi minyak sebesar 200 BOPD.

Sedangkan sumur LBK-INF3 akan dibor dengan durasi 35 hari dan kedalaman 1.750 meter. Sumur ini dibor menggunakan rig 42.3/N1500-E dengan kapasitas 1.500 HP. Potensi produksi yang disumbang dari sumur LBK-INF3 sebesar 300 BOPD.

Baca:  Bantu Masyarakat Terdampak PPKM, SKK Migas-Pertamina Hulu Rokan-Mitra Binaan CSR Sinergi Berbagi Sembako

Dengan tambahan pengeboran 3 sumur pengembangan ini, berarti hingga akhir Agustus 2021, Zona 4 telah berhasil mengebor 16 sumur dari target 37 sumur untuk tahun 2021. Tiga belas sumur lainnya yang telah diselesaikan adalah BNG-A1 (Adera Field, PALI), AJDJ-113X, GRH-29X, GRH-30X, GRH-31X, GRH-114X (OganKomering dan Raja Tempirai Field, OganKomering Ulu), BN-20.2 (Ramba Field, Banyuasin) SPA-DZ14, SPA-DZ5, SPA-DZ4, SPA-DZ7, dan MSI-TAF2 (Pendopo Field, Musi Rawas), sertaBEL-P1 (Limau Field, Muara Enim).

Dari 16 sumur tersebut, dihasilkan tambahan produksi minyak sebesar 657BOPD dan gas 2,51 MMscfd. Sehingga produksi keseluruhan dari Zona 4, berdasarkan data 26 Agustus 2021,untuk minyak 24.621 BOPD (target 2021: 26.135 BOPD), dan gas 539,73 MMscfd (target 2021: 512,76 MMscfd).

General Manager Zona 4, Akhmad Miftah,menyampaikan perlu dilakukan pengeboran yang massif untuk meningkatkan produksi dan memenuhi target yang telah ditetapkan Pemerintah. “Tahun 2020 lalu, kami mengebor 16 sumur pengembangan, 28 kerja ulang (workover), dan 255 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention). Target tahun 2021 menjadi 37 sumur pengembangan, naik signifikan dibandingkan tahun lalu, 26 workover, dan 285 well intervention. Kami akan berusaha maksimal dan optimis bisa mencapainya,” ujar Miftah, Selasa (31/8).

Baca:  SKK Migas, Ditjen Migas dan KKKS  Mulai Implementasikan Bina Vendor Dalam Negeri

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Anggono Mahendrawan,mengungkapkan SKK Migas mendukung kegiatan pengeboran yang dilakukan Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4.

“Program pengeboran ini memperlihatkan tekad Pertamina untuk terus mempertahankan tingkat produksi di Sumbagsel. Upaya ini juga merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030, yang akan dapat terwujud dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di daerah,” ungkap Anggono.

Baca:  First Gas In KKKS Jindi South Jambi B

“Tahun ini SKK Migas meningkatkan target pengeboran sumur pengembangan menjadi 616 sumur secara nasional. Target ini naik signifikan dibandingkan realisasi 2020 yang sebesar 252 sumur. Sumatera adalah salah satu tulang punggung produksi migas nasional di tahun 2021, dimana 5 provinsi di Sumbagsel berkontribusi sekitar 10 persen target produksi minyak nasional dan sekitar 30 persen target produksi gas nasional,” tambah Anggono.

Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatra Zona 4, mengelola operasi produksi migas di wilayah Sumbagsel. Produksi dihasilkan dari tujuh lapangan yang dioperasikan sendiri, yaitu Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai. Selain itu, juga berasal dari dua wilayah kerja non-operator, yaitu Corridor dan Unitisasi Suban, serta Sembilan Kerja Sama Operasi (KSO) dan satu Technical Assistant Contract.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...